Etika Kristen

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII (tujuh)

Mata kuliah     : Etika Kristen

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.Si

Tugas               : 1 (satu)

Etika itu adalah ilmu yang mempelajari tentang yang baik dan yang buruk serta kewajiban dan moral. Kita sebagai orang Kristen, kita harus beretika sesuai dengan yang di ajarkan oleh Bapa-bapa Gereja, ( fondasi à purification à Theosis). Kita perlu belajar etika Kristen ini supaya kita semakin lebih serupa dengan Yesus. Itulah sebabnya kalau kita beretika melalui ajaran Bapa-bapa Gereja karena itu suatu pendekatan orang percaya supaya mereka memiliki fondasi yang kuat dan kudus sehingga mendapat keselamatan (Theosis). Belajar etika bukan merupakan sebuah filsafat tapi antropologi (berpakaian Kristus) soteriologi (keselamatan). Mulai lahir baru sehingga bertumbuh dalam kedewasaan dan akhirnya sempurna menjadi Kristus.

Bicara tentang etika tidak terlepas dari Kristus dan Trinitas yang satu kesatuan. Efesus 2:8; keselamatan itu sinergi dengan iman dan anugrah Allah. Ay 9; kita sebagai manusia harus menurut kelakuan kristus dan akhirnya kita bisa melakukan pekerjaan baik. Jadi kita di selamatkan untuk melakukan pekerjaan baik. Status kita terhadap etika ini adalah Allah trinitas. Ayat 10; mencari etika yang baik hanya ada pada Allah. Karena Dialah yang sudah mempersiapkan atau sebagai sumbernya. Allah yang tritunggal itu yang sudah mempersiapkan pekerjaan baik itu seperti apa? Di dalam pribadiNya atau lewat Tritunggal itu kita bisa mengenal tujuan kita sebagai individu, gereja, keluarga dll (Bapa, anak, Roh Kudus itu satu esensi) dan Dialah  sumber segala sesuatu. Dimana Bapa memperanakkan Anak dan anak itu adalah Firman itu sendiri. Dan juga Bapalah yang mengeluarkan Roh Kudus). Etika kita itu ada di dalam konteks dalam hubungan komunitas karena Bapa berelasi dengan anak dan Roh Kudus. Muncul comunity yaitu holly komunity. Saling berelasi, relasinya apa? KASIH ILAHI. Sehingga pekerjaan kita yang baik menghasilkan KASIH. Kasih inilah yang mengekspresikan hubungan kita menjadi kepuasan kita. Kasih inilah sebagai landasan kita untuk beretika misalnya dalam Kolose 3:12-14; kita di suruh berbelas kasihan dll. Dari semuanya itu Paulus menyimpulkan kenakan kasih sebagai pengikat dan itulah yang menyempurnakan kita. Dalam 1 Kor 13:1-3 tanpa Kasih maka semua pekerjaan kita akan sia-sia. Karena kasilah yang membawa kita kepada keselamatan itu. Kalau Allah itu kasih maka kita harus kenakan kasih. Kasih yang kita lakukan sehari-hari itulah mengambil berbagai bentuk/macam moral dengan dasarnya Kasih. Ayat 4-8 kasih itu mengambil banyak bentuk dalam kehidupan kita. Dan kasih itu kekal. Dalam galatia 5:22-23 tugas kita di dunia memancarkan Kasih dalam kehidupan kita dan semakin bertumbuh di dalam Kristus sehingga akhirnya kita sampai pada theosis.

Transfigurasi

Dalam etika juga perlu transfigurasi Contohnya aku makin kecil Kristus makin besar. Bagian transfigurasi ini melakukan pekerjaan baik dan menjadi orang yang bermoral dan mengembangkan karakter yang bermoral. Saat kita bermoral maka kita sedang berjuang melawan dosa dan aktif melakukan yang baik/kasih) dalam melawan dosa menuju melakukan yang baik maka adanya askesis (belatih batin melawan dosa). Dan hasil askesis ini adalah perbuatan baik. dalam askesis adanya virtues 1 Kor 13, Gal 5 dan 2 Pet 1:5-8 memiliki kasih tentunya ada wujud yang kita lakukan yaitu perbuatan baik. melakukan pekerjaan baik tentu harus dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan kebajikan. Perbuatan apa yang di maksud yaitu kebajikan-kebajikan? Virtues ini timbul dari iman yang kita praktekan dalam bentuk askesis/disiplin rohani.

Dalam Mat 5: 38-48 ayat ini mengajak kita untuk menunjukkan perbuatan baik itu bukan malah melakukan perbuatan yang jahat tetapi kita harus tunjukkan kasih kita lewat perbuatan baik. perbuatan baik ini Menurut palamas bisa menolong kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dan juga untuk mendekatkan diri kepada Tuhan harus dengan liturgi dengan doa, baca firman karena ini sebagai sumber melakukan perbuatan baik). Juga pedoman kita untuk beretika yaitu Bapa-bapa Gereja. menggapa bapa-bapa gereja? Karena mereka sudah melakukannya lebih duluan perbuatan baik itu. Jadi, Menjadi orang kristes harus semakin bermoral, bukan semakin rusak.

Dari semuanya ini sebagai kesimpulannya, kita sebagai orang Kristen harus punya etika menurut perbuatan Kristus karena Dialah sebagai telada kita. Kenapa kita harus beretika yaitu  tujuannya untuk mencapai theosis dan mencapai theosis ini bukanlah perjalanan yang mulus melainkan ada proses yang harus kita lakukan yaitu salah satunya melakukan perbuatan baik.

Karena kita adalah manusia yang tidak sempurna, tentunya kita tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan (dosa). Orang sungguh-sungguh ada dalam Kristus tentunya yang dia lakukan adalah purification setiap hari tanpa henti, dan melakukan pertobatan. Dalam Matius 4:17 Yesus sendiri mengajak untuk bertobat (repetence). mengapa? Karena soteriological itu di mulai dari pertobatan. Pertobatan kita bukan hanya menjadi Kristen tetapi kata Yesus “sebab kerajaan surga sudah dekat” artinya Yesus mengingatkan itu supaya bertobat agar kita sampai pada theosis itu. Maksudnya pertobatan kita bukan hanya saja untuk menjadi orang baik tapi supaya masuk kedalam surga (theosis). “Repent, for the kingdom of heaven is at hand.” (Matt. 4:17 NKJ). Etika kita yaitu etika kerajaan surga.

Dalam ajakan bertobat ini juga ternyata ada yang merespon dan tidak meresponi:

1. Mat 11:20-22; ayat 20:21 ajakan bertobat ternyata ada yang tidak meresponi (khorazim betsaida) dan yang menerima (tirus dan sidon). Ayat 22, tentang hari penghakiman. Tuhan memberikan waktu untuk bertobat dan kita punya kebebasa untuk memilih yaitu ada ya dan tidak. Tentang penghakiman ilahi ini semua orang akan di hakimi tetapi semua yang bertobat tanggungannya lebih ringan dari pada yang tidak bertobat. Mat 12:36 segala perbuatan kita yang kita lakukan tentunya kita akan dihakimi pada waktunya, jadi etika kita itu etika penghakiman ilahi. Ibarat setiap kata sia-sia itu di catat dan di rekam oleh Allah sebab itu akan di putar lagi sama Allah pada waktu penghakiman dan kita harus mempertanggung jawabkan. Kata pertobatan artinya dulunya kita manusia berdosa sekarang menjadi orang benar.  Bertobat ini mengandung. Ay 37 ini dalam penghukuman ada dua hal alternative yaitu di benarkan dan di hukum.

2. St. Basil mengatakan pertobatan itu mendatangkan pengampunan dosa. Mat 9:6;

Mat 18:18-19 maksudnya basil menjelaskan pertobatan itu selain menghasilkan pengampuna dosa dan sesungguhnya apa pun yang kita lakukan di dunia ini akan ada nilainya di surga. Jadi etika kita di dunia ini akan berdampak di surga. Apa yang di ikat di dunia akan terikat di surga dan apa yang di lepas dari dunia akan terlepas di surga. Ayat 19 kita mengerti dalam konteks Mat 28:20 Tuhan menyertai saat kita melakukan perintahnya. Bandingkan dengan Yohanes 5:28-29 mereka yang berbuat baik akan di hakimkan sesuai perbuatannya. Roma 2:4-20 Tuhan membalas sesuai dengan perbuatan kita. Kekerasan hati kita akan membuat Dia murka dan bagi yang berbuat baik akan mendapat sesuai perbuatannya. Dalam Kolose 3:1 kalau kita akan melakukan yang baik maka kita akan mendapatkan kemuliaan dan yang keras hatinya akan mendapat perkara di bumi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: