lanjutan

Nama : Suriani Waruwu

Semester : VII

M.K : Etika Kristen

Tugas :: Ke 5

Rando

22. The intelligent soul endeavours to free itself from error, delusion, boastfulness, deceit, from jealousy, rapacity and the like, which are works of the demons and of man’s evil intent. Everything is successfully achieved through persistent study and practice when one’s desire is not impelled towards base pleasures.

2. intelek dari jiwa kita, berusaha membebaskan diri dari kesalahan, khayalan, kesombongan, tipu daya, kecemburuan, ketamakan dan sejenisnya, yang merupakan karya iblis dan niat jahat manusia. Dan Semuanya ini berhasil dicapai melalui studi dan latihan yang gigih, ketika keiginan seseorang tidak didorong menuju kesenangan dasar. à yang pertama membebaskan diri kita dari kesalahan, khayalan, kesombongan, tipu daya, kecemburuan, ketamakan dan sejenisnya adalah nous dan intelek kita

2 3. Those who lead a ‘life of frugality and of self-privation deliver, themselves from dangers and have no need of protection. By overcoming all desire, they easily find the path that leads to God.

2 3. Mereka yang menjalani ‘kehidupan berjaga-jaga melepaskan diri dari bahaya dan tidak membutuhkan perlindungan. Dengan mengatasi semua keinginan, mereka dengan mudah menemukan jalan yang mengarah kepada Tuhan.

24. Intelligent men have no need to listen to much talk, but should attend only to that which is profitable and guided by God’s will. For in this way men regain life and eternal light.

24. seseorang yang memiliki nous tidak perlu mendengarkan untuk banya bicara  tapi harus mempraktekkan hanya apa yang baik dan dibimbing oleh kehendak Allah. Karena dengan cara ini manusia mendapatkan kembali kehidupan dan cahaya kekal.

2 5. Those who seek to lead a life of holiness, enjoying the love of God, should free themselves from presumption and all empty and false self-esteem, and should try to correct their life and way of thinking. For an intellect that steadfastly enjoys the love of God is a way of ascent to Him.

25. Orang-orang yang berupaya menjalani kehidupan yang suci, menikmati cinta Allah, harus membebaskan diri mereka dari anggapan dan semua harga diri yang kosong dan salah, dan harus berusaha memperbaiki kehidupan dan cara berpikir mereka. Bagi seseorang yang memiliki intelek yang gigih menikmati cinta Allah adalah cara untuk naik kepada-Nya.

26. There is no profit in studying doctrines unless the life of one’s soul is acceptable and conforms to God’s will. The cause of all evils is delusion, self-deception and ignorance of God.

26. Tidak ada untungnya dalam mempelajari doktrin kecuali kehidupan jiwa seseorang dapat diterima dan sesuai dengan kehendak Allah. Penyebab semua kejahatan adalah khayalan, penipuan diri sendiri dan ketidaktahuan akan Tuhan.

2 7. Concentration on holiness of living, together with attentiveness to the soul, lead to goodness and the love of God. For he who seeks God finds Him by overcoming all desires through persistence in prayer. Such a man does not fear demons.

2 7. Konsentrasi pada kekudusan hidup, bersama dengan perhatian pada jiwa, menuntun pada kebaikan dan kasih Allah. Karena dia yang mencari Tuhan menemukan Dia dengan mengatasi semua keinginan melalui kegigihan dalam doa. Orang seperti itu tidak takut pada setan.

2 8. Those who are deluded by worldly hopes, and know how to practise the life of holiness only in theory, are like those who employ drugs and medical instruments without knowing how to use them or bothering to learn. Therefore, we must never blame our birth, or anyone but ourselves, for our sinful actions, because if the soul chooses to be indolent, it cannot resist temptation.

28. Mereka yang tertipu oleh harapan duniawi, dan tahu bagaimana mempraktikkan kehidupan kekudusan hanya secara teori, seperti mereka yang menggunakan obat-obatan dan peralatan medis tanpa mengetahui cara menggunakannya atau bersusah payah untuk belajar. Karena itu, kita tidak boleh menyalahkan kelahiran kita, atau siapa pun selain diri kita sendiri, atas tindakan berdosa kita, karena jika jiwa memilih untuk malas, itu tidak dapat menahan godaan.

Salah satu contoh melawan godaan adalah dengan doa.

Doa: doa ada tiga level (doa verbal, pikiran, dan hati) doa itu bersatunya pikiran dan hati. Dan apa yang kamu pahami menguasai hatimu. Baik hatimu tidak boleh di biarkan sendirian/sepi/kosong. Doa yang berasal dari pikiran dingin. Dan mengabaikan apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita sekarang dan di dalam kristus. Doa demikian tanpa perspektif yaitu kita berdoa tapi tidak bisa mengucap syukur kepada Allah, memuji Allah dan tidak tahu apa yang kita minta kepada Dia. Orang yang berdoa seperti ini adallah orang yang perasaan terhilang, seharusnya doa di satukan dengan verbal, pikiran dan hati.

Kewaspadaan menuju kekekalan sedangkan kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati sedangkan orang yang lengah seperti orang yang sudah mati. Jangan terlena dengan kesenangan karena itu mendatangkan dosa.

Pelajaran yang bisa kita dapat dari tiga metode berdoa seperti bangun rumah spiritual:

  • fondasi. Membersihkan hati, sebab dalam hati timbul pikiran jahat.
  • Membangun tembok. Membaca mazmur, menangkal keresahan
  • Tahap kedewasaan. Sampai akhirnya mencapai puncaknya.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: