HOW TO READ THE BIBLE

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII (Tujuh)

Mata Kuliah    : Eksegesis PB

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke 4

Dari beberapa banyak Kitab di kumpul menjadi satu karena hanya ada satu yang mengikatnya adalah Kristus. Dari semua isi Kitab ini menceritakan tentang Kristus. Bagaimana kita membaca bible tapi memiliki spiritual devine yaitu Obedience. Mengagumi kitab dan mendengarkan Dia. Mengagumi bukan hanya karena mencari Allah tapi memandang Dia menyelamatkan kita. Mendengarkan dia bukan hanya saja asal-asalan tetapi dengan segenap hati dan mengikuti perintahNya.

Historia à theoria à praktikos à obedience

Contoh:

Historia:

  1. Tangga Yakub

Theoria:

   Liturgical

  • Ibadah
  • Lictionary

   Patristik

  • Church Father

   Christ Centered

  • Typologi

Contoh: Typologi

Melkisedek: Typloginya adalah Kristus (Ibrani 5:6; 7:1-19)

Pentingnya membaca Alkitab secara:

Theoria: menemukan spiritual meaning; christ centered, ecclesial dan personal.

  1. liturgi (Doa, ibadah)
  2. patristic,  pandangan Bapa-bapa Gereja (chruch Father)
  3. Crhist centered, sebagai tipologinya

Menurut father alexander schmemann “Dimanapun halaman yang dia baca dia mengatakan bahwa Kristus itu dimana-mana”.

Saat membuat khotbah cara kita menemukan spiritual meaning yaitu berinteraksi dengan teks-teks lain dan menurut pandangan Bapa-bapa gereja yang sudah di jelaskan. lalu tipologinya apa? Semua pasti tentang Kristus.

Historia: kita harus tahu teks itu ngomong apa. Bagaimana caranya?

  • Sintactic form
  • Terjemahan literal
  • Sintactic poin (apa saja yang kamu dapat dari terjemahan literalnya)
  • Semantic content: penjelasan setiap ayat. Dalam penjelasan semantic, setiap ayat berinteraksi dengan ecclesial, christ centered.
  • Konsep teologi: disini kita menemukan theorianya. Lalu dibuat outlinenya à didaskalia
  • Ringkasan: reproof dan corection (personal) masuk kehati contohnya: siapa kain? Saya. Ternyata kain itu bukan hanya dia tapi saya juga. Dalam histori ini ada particularity; personal (abram dll – benar-benar mengalami kasih Allah), specificity, of this sacred history. Wktu kita baca kitab yunus dll kitalah mereka (particularity)
  • Membaca Alkitab dengan cara ketaatan (Obedience). Aplikasinya (membuat kita pelaku-pelaku Firman).

The event

Histori yang ada dalam Alkitab:

  1. Adam

Adam itu tipologi Kristus. Sama seperti adam sebagai contoh pertama maka dia menjadi contoh yang alami maka kita di katakan memiliki satu tubuh. Begitu juga Kristus sebagai kepala kita melalui kelahiranNya dan kematiaNnya. Adam sebagai kemanusiaan lama dan kristus sebagai kemanusiaan baru. Fakta sejarah kemanusiaan ada karena di tulis dalam Kitab.

  • Pakaian dari Kulit (Kejadian 3:21 Allah sendiri yang memasang/memakaikan kepada Adam pakaian Jubahnya).

The coat of skin

Contoh: καὶ ἐποίησεν κύριος ὁ θεὸς τῷ Αδαμ καὶ τῇ γυναικὶ αὐτοῦ χιτῶνας δερματίνους καὶ ἐνέδυσεν αὐτούς  (Gen. 3:21 BGT)

וַיַּעַשׂ֩ יְהוָ֙ה אֱלֹהִ֜ים לְאָדָ֧ם וּלְאִשְׁתּ֛וֹ כָּתְנ֥וֹת ע֖וֹר וַיַּלְבִּשֵֽׁם׃ פ (Gen. 3:21 WTT)

Terjemahan Literal:

Juga Tuhan Allah membuat untuk Adam dan istrinya pakaian kulit dan memakaikan kepada mereka.

Also for Adam and his wife the LORD God made tunics of skin, and clothed them. (Gen. 3:21 NKJ)

Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, Allah membuat pakaian dari kulit untuk Adam dan istrinya adam lalu memakaikan kepada mereka kej 3:21; Adam dan Hawa bisa berpakaian karena Allah sendiri dan Allah sendiri yang memakaikan kepada mereka.

Penjelasan sintactik/sintactic poin:

  1. Tuhan Allah sendiri yang membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan hawa istrinya. Bahasa asli ἐποίησεν (Gen. 3:21 BGT) dalam bentuk aorist artinya lampau selesai. Pakaian dari kulit binatang dalam Bahasa aslinya χιτῶνας δερματίνους (Gen. 3:21 BGT) atau dalam bahasa Ibrani . כָּתְנ֥וֹת ע֖וֹר artinya pakaian Panjang atau jubah yang terbuat dari kulit binatang.
  2. Tuhan Allah sendiri yang menyebabkan mereka berpakaian atau yang memakaikan pakaian itu kepada mereka, bahasa aslinya וַיַּלְבִּשֵֽׁם Tafsiran menurut Efraim: ada binatang yang dibunuh ini untuk menutupi kemalauan Adam dan mengingatkan mereka bahwa mereka sepeti binatang itu. pakaian kulit binatang itu menunjukkan kepada kefanaan tubuh manusia sehingga manusia bisa mati. sama seperti binatang yang di korbankan  atau di bunuh untuk di ambil kulitnya.

Teks ini juga di baca pada minggu kedua pada masa puasa besar/great lent. Minggu ke dua adalah minggu Gregory palamas. Minggu tentang kasih karunia atau anugrah yang Tuhan berikan supaya kita menjadi serupa/se-icon dengan Kristus. Untuk menjadi serupa dengan Kristus kita membutuhkan pakaian anugrah. Pakaian anugrah adalah pakaian kristus (Gal 3:27; Ef 4:24) yang di pakaikan ketika kita di babtis atau menyatu dengan kristus, dalam Rm 6:3-5 yaitu menyatu dengan kematian, penguburan dan kebangkitan kristus. Pakaian kulit binatang menjadi tipology pakaian kristus. Kalau pakaian kulit binatang Adam mengalami kefanaan tubuh atau kematian tubuh. Sedangkan pakaian Kristus itu kekal dan tidak bisa binasa. Dalam Efesus 4:23 mengenakan pakaian baru, artinya menggantikan pakaian dari kulit binatang. Pakaian yang di buat Allah kepada Adam bukan pakaian yang sebetulnya yang di kehendaki Allah tapi ini hanya tipologi pakaian Kristus yang di genapi di PB. Gal 3:27 dari kata kulit di PL menjadi Kristus. Ketika seseorang mau memakai pakaian Kristus maka dia harus di babtis di dalam kristus. Ketika Adam dan Hawa sebelum memakai pakaian binatang dari daunan yang akhirnya Tuhan gantikan menjadi kulit binatang. Sebenarnya pakaian kita adalah kulit kita sendiri tapi karena kejatuhan kedalam dosa itulah yang membuat terbuka mata dan membuat malu melihat ketelanjangan mereka.

Secara liturgical

Dalam Yesaya 4:2-6, 5:1-7 apa sebetulnya pakaian kita yang bisa melindungi kita dari panas, hujan dll yaitu menuju pada pakaian Kristus (pakaianNya kekal).Amsal 3:21-4:22 orang yang sombong mewarisi kebinasaan tetapi orang yang humble mewarisi kemuliaan.

kejadian 1:1-3

kenapa kita di suruh bacakan di hari sabtu kudus, karena? Karena ini berbicara turunnya Yesus di alam maut dimana besoknya yesus bangkit lagi dari kematian. Sehingga kita bisa menjadi ciptaan baru.

Kej 1:1-13 di baca di masa puasa hari senin, ini menunjukkan minggu Orthodoxi kita se icon.Yesaya 1:1-9, Amsal 1:1-20.

Kejadian 24:4 Ribka istrinya Ishak. Ketika Ribka pergi ke sumur maka ketemulah dia dengan hambanya Abram. Ini merupakan cerita kudus yang nyata. Sebagai spiritual meaningnya seperti Ribka yang setiap hari mengambil air ke sumur begitu juga kita harus setiap hari datang ambil air (Yesus) dari dalam sumur (pengetahuan kitab suci), semua yang di tulis ada misterinya. Krisus menginginkan menikah dengan kamu sehingga hamba abram itu di kirim. Kej 24: 12-13 spiritual dari kejadian ini sumur itu sumber pengetahuan maka ketika kita datang kesumur maka kita mendapatkan air hidup (Yesus). Dalam Keluaran 1:5; 1 Kor 4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak Bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

Perbudakan anak-anak Israel di Mesir

Israel mengalami perbudakan oleh bangsa Mesir. Apa spritual meaningnya? Manusia di perbudak oleh dosa (2 Tim 2:8). Sama seperti oleh kita telah di budak oleh dosa.

Israel keluar dari perbudakkan bangsa Mesir. Sama dengan kita merindukan agar kita keluar dari perbudakan dosa.   

Didaskalia (Doktrin):

  1. Repoof
  2. Correction
  3. Instruction

Virtues:

  • Ucapan syukur
  • Buah Roh
  • 30 anak tangga.

Virtues merupakan buah dari aksesis: Reading scripture (nepsis), Praying, Worship, Sacrament (Christ, Church, Eschatological, moral).

Contoh : 1 Yohanes 3:6; Ketika kita membaca Alkitab kita harus di tuntut oleh church Father. kenapa harus Bapa-bapa Gereja? Karena bapa-bapa gerejalah yang mewarisi ajaran para rasul, merekalah yang menjaga ajaran tradisi para rasul. Caranya bagaimana? Kita harus baca tulisan-tulisan para Bapak Gereja.

Bagaimana kita membaca Alkitab?

St. Nikodemus berkata: ketika kita membaca kitab suci jangan berpikiran berapa banyak kamu baca/berapa pasal kamu baca, tetapi cernalah setiap kata itu, kalau ada kata-kata yang menyentuh dirimu sendiri atau membuat kamu menyadari kesalahanmu atau membuat hatimu merasa sukacita, berhentilah sejenak.

Kenapa sih kita repot-repot dituntut oleh bapa-bapa gereja, bukankah kita tidak cukup untuk membaca Alkitab, mengapa kita harus membaca tulisan bapa-bapa gereja. Kita tidak bisa membaca tafsiran pribadi atau hanya mengandalkan Roh Kudus, Petrus berkata dalam Pet 1:20-21 berkata bahwa “Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Itu sebabnya saat baca kitab suci, kita harus berinteraksi dengan Bapa-bapa gereja, dengan penatua-penatua dan meminta Roh Kudus untuk menuntun kita. Contoh: dalam 1 Korintus 15:10 ketika kita telah diberikan anugerah kita harus memiliki respon yakni tindakan yang keras seperti apa yang dilakukan oleh Paulus. Amin

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: