CHRIST AND BIBLE

Nama : Suriani Waruwu

Semester: VII

M.K : Eksegesis PB

Dosen : Dr. Hendi S.S

Tugas : Ke 8

Christ Centered berarti ajaran atau didaskalia yang berpusat kepada Kristus.

Ecclesial berarti didaskalia yang berpusat pada Tradisi atau Paradosis Gereja yang dimulai dari para Rasul dan Bapa-bapa Gereja baik secara lisan dan tulisan.

Didaskalia Kristus dan dilanjutkan dalam bentuk Paradosis Gereja merupakan warisan kekayaan didaskalia atau doktrin yang begitu berharga dan berlimpah bagi kekristenan sampai sekarang. Kekayaan didaskalia ini jika digali atau dipelajari akan memperkaya iman kita untuk hidup semakin mengasihi sesama.

Berikut outline ringkas cara mempelajari didaskalia atau doktrin di dalam Kitab Suci yang merupakan salah satu Paradosis Rasuliah yang paling utama.

  1. Christ Centered dikerjakan dengan dua cara yaitu:
  2. Fokus kepada teks dikerjakan dengan:
    1. Syntactic Form: menguraikan struktur teks dalam bentuk subjek dan predikat
    1. Terjemahan Literal
    1. Membuat point-point syntax
    1. Membuat point-point semantic
    1. Membuat Outline Concept yang terdiri atas sebuah ide utama dan beberapa ide pendukung
  3. Membuat Semantic Content dengan interaksi teks-teks lain di dalam Kitab Suci untuk mengembangkan outline concept di atas.
  4. Ecclesial yaitu mengembangkan Semantic Content di atas dengan interaksi pada Tradisi atau Paradosis Gereja baik dalam bentuk pengakuan-pengakuan iman, liturgi, ikon-ikon, dan tulisan-tulisan Bapa-bapa Gereja
  5. Personal yaitu membuat ringkasan dari Semantic Content di atas. Ringkasan ini adalah inti atau pokok didaskalia atau doktrin yang dibahas di dalam Christ Centered di atas. Ringkasan ini adalah afeksi untuk digumulkan di dalam hati sehingga menjadi energi dari Roh Kudus untuk memperbarui jiwa kita.
  6. Obedience yaitu membuat proyek ketaatan secara konkrit dan kontekstual untuk kita terapkan sehingga doktrin itu sampai pada kehidupan kita sehari-hari.

Contoh lain:

Kerangka Konsep Lukas 18:1-8

Terjemahan NKJV

Then He spoke a parable to them, that men always ought to pray and not lose heart, saying: “There was in a certain city a judge who did not fear God nor regard man. “Now there was a widow in that city; and she came to him, saying,`Get justice for me from my adversary.’ “And he would not for a while; but afterward he said within himself,`Though I do not fear God nor regard man, yet because this widow troubles me I will avenge her, lest by her continual coming she weary me.” Then the Lord said, “Hear what the unjust judge said. “And shall God not avenge His own elect who cry out day and night to Him, though He bears long with them? “I tell you that He will avenge them speedily. Nevertheless, when the Son of Man comes, will He really find faith on the earth?”

Poin-poin Sintaksis:

  1. Yesus mengajar para muridnya dengan sebuah perumpamaan
  2. Perumpamaan tentang manusia harus berdoa selalu dan tidak kehilangan hati
  3. Cerita atau narasi perumpaman yaitu ada seorang hakim di sebuah kota yang tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati seorang pun.
  4. Ada seorang janda di kota tersebut yang datang kepada hakim itu dan meminta keadilan dari musuhnya
  5. Tapi hakim itu menolak permintaan janda itu selama beberapa waktu.
  6. Namun setelah itu hakim berkata pada dirinya sendiri yaitu walaupun aku tidak takut kepada Allah dan tidak menghormati sesama tapi karena janda ini menyusahkan aku maka aku akan memberikan dia keadilan supaya dia jangan terus datang kepadaku dan menyusahkan aku.
  7. Kata Tuhan bahwa dengarlah apa yang dikatakan oleh hakim yang tidak adil itu
  8. Dan tidakkah Allah akan memberikan keadilan kepada orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada Allah siang dan malam, dan tidakkah Allah bersabar terhadap mereka?
  9. Yesus berkata kepada meraka bahwa Allah akan cepat memberikan keadilan kepada mereka. Tetapi ketika Anak Manusia datang, akankah Dia mendapati iman di bumi.

Point-point Semantic:

  1. Perumpamaan Tuhan Yesus ini mengajarkan tentang manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati (1 & 2)
  2. Ajaran di poin 1 dijelaskan dalam sebuah cerita yang dapat dimengerti sebagai berikut:
    1. Seorang janda yang memohon kepada sang hakim dan terus memohon namun dia tidak kehilangan hati atau putus asa terhadap permohonannya (4,5,6);
    1. Hakim ini adalah hakim yang tidak adil atau jahat namun dia memenuhi permohonan janda itu (3,6);
    1. Akhirnya janda itu mendapat keadilan atau permohonan dia terpenuhi (6).
  3. Ajaran di poin 1 juga dijelaskan dalam penjelasan perumpamaan yang dapat kita mengerti sebagai berikut:
  4. Walaupun hakim itu jahat namun permohonan janda itu dikabulkan (poin 6 dan 7);
  5. Apalagi Allah yang maha baik pasti akan memberikan keadilan kepada mereka yang tidak berhenti berdoa/berseru kepada-Nya (6,7,8);
  6. Dan pasti Allah akan sabar mendengar segala permohonan mereka (6,7,8);
  7. Dan Allah dengan cepat akan menjawab permohonan mereka (9);
  8. Namun ketika Hakim yang adil itu datang untuk menghakimi semua manusia pada hari Penghakiman, apakah Hakim itu akan mendapati orang-orang yang seperti janda itu? (9)

Outline Konsep Teologis

Ide utama: Manusia harus selalu berdoa dan tidak kehilangan hati

Ide-ide pendukung: 

  1. Menjadi seperti seorang janda yang terus memohon kepada Allah namun tidak kehilangan hati.
    1. Sebab ada Allah Maha Baik yang sabar mendengar dan pasti akan memberi keadilan kepada mereka yang bersikap seperti seorang janda itu.
    1. Hanya manusia yang terus berdoa dan tidak kehilangan hati yang tahan terhadap penghakiman Anak Manusia.

Matius 8:1-4

1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

 2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

 3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

 4 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Ay 1 Yesus dari bukit banyak orang yang mengikut Dia

Ay 2 lihatlah ada seorang sakit kusta datang dan sujud menyembah dan berkata “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Ay 3 dan Yesus mengeluarkan tangannya dan menyentuh dia dan berkata tahirlah dan seketika itu juga dia di tahirkan dari kustanya

Ay 4. Dan Yesus berkata kepada Dia lihatlah jangan siapapun melihat mu dan bawa korban persembahanmu seperti yang di perintahkan musa.

Di ayat pertama kita lihat bahwa banyak orang yang mengikut Dia. Kenapa Yesus datang? Untuk menggenapi Firman. Bagi orang itu sendiri di ayat ini mengatakan tunjukkkan dirimu artinya Yesus memberikan perintah ini untuk meyakinkan orang banyak bahwa dialah lebih superior daripada musa. Para imamat harus tahu kalau ada yang lebih tinggi dari imam yaitu Yesus sendiri. Yesus menyuruh orang ini pergi kepada imam bahwa dia sudah sembuh.

  • Apa yang yesus lakukan? Hukum taurat itu ada tapi di genapkan oleh Yesus Roma 13:10 ini adalah salah satu bukti bahwa hukum taurat itu di penuhi. Ini adalah salah satu contoh bahwa ada satu kasih yang lebih besar yaitu pengorbananNya di kayu salib.
  • Yesus tidak hanya sekedar menyentuh tetapi sampai mati di kayu salib.
  • Yesus menyentuh, menurut hukum taurat Yesus najis imamat 17:21. Kalau sekarang Yesus sendiri menyentuh di suatu titik.  Mat 8:3. Tidak pribadi itu lebih  dari yang lain yang akan menaklukkan hukum taurat selain Yesus.
  • Yesus berani menyentuh karena Yesus lebih tinggi dari pada Imam-imam, Dia menyatakan bahwa Dia berkuasa atas segalanya.
  • Kalau dia menyembuhkan maka dari sisi keilahian Dia bukan pribadi yang biasa.
  • Allah penuh kasih. Allah yang penuh kuasa sehinggga itu bisa.
  • Hukuman atas dosa-dosa
  • Setiap orang berdosa harus datang ke Bapa. Datang dengan iman dan kerendahan hati
  • Pengakuan dengan mulut yang mengaku bahwa dia berdosa
  •  Hati dan tubuh itu bekerjasama.

Iman menghasilkan Confession of Faith.

Chrysostom mengatakan Yesus adalah Moses Commanded. Ketika Yesus menyuruh orang itu pergi kepada imam maka dia menggenapi hukum taurat.  Kesembuhan hingga tahir itu karena kuasa Allah dan kuasa belas kasihan. mempublikasikannya.  Ketika Yesus mengatakan aku mau tahirkan seketika itu juga sakitnya di tahirkan. Yesus menyembuhkan itu dengan kuasa perkataanNya. PerkataanNya itu yang memiliki kuasa. Yesus bisa memyembuhkan hanya dengan perkataan dan kehendakNya. Dari kehendakNya dan tindakanNya menyentuh orang itu mendatangkan kesembuhan. Menyentuh menunjukkan Dia tidak takluk kepada hukum taurat atau sesuatu yang menajiskanNya. Beda dengan Elisa dengan menyuruh orang kusta itu kesungai Yordan. Tetapi kalau Yesus beda. Ketika Dia menyentuh orang sakit kusta itu, tanganNya tetap bersih, murni dan tetap kudus. Yesus datang bukan hanya saja menyembuhkan sakit dari badan tapi juga menyembuhkan jiwa. Setelah itu, Dia mengatakan Jangan katakan kepada siapapun dan pergi kepada Imam. Ini mengajarkan kita bahwa Yesus tidak menginginkan pemujaan tapi harus memiliki hati yang bersyukur bukan Yesus sebagai Imam yang sejati.

Point:

  1. Dia imam yang sejati yang mampu mentahirkan orang itu dengan menyentuhnya.
  2. Dia berbelaskasihan kepada orang itu sehingga Diam au mentahirkan
  3. Dia berkuasa atas hukum taurat
  4. Kegenapannya adalah hukum taurat. Kuasa Allah menang atas dosa.

Aplikasi:

Kata origen:
Yesus menyuruh dia pergi kepada imam untuk memberitahukan kepada para imam
bahwa hanya Dia yang mampu menyembuhkan penyakit itu.

      Dari sentuhan tanganNya orang sakit itu sembuh. kata menyentuh orang yang sakit itu menunjukkan sebagai Firman Allah yang menjadi daging. Bahwasanya hanya Allahlah yang dapat membersihkan kita dari dosa dan maut. Orang yang sakit kusta itu adalah mereka yang dikucilkan dan dibuang, tetapi dengan pertolongan tangan Tuhan Yesus dan melalui kehendakNya maka orang yang sakit kusta ini bisa sembuh total.

Spritual Meaning: Yesus menunjukkan bahwa Dia punya kuasa untuk menyembuhkan oleh tanganNya dengan menyentuh orang tersebut maka orang itu bisa di tahirkan.

  1. Poor in spirit
  2. Mourn in spirit.
  3. Meek in spirit
  4. Hunger and Christ in spirit

Doa Bapa Kami

Matius 6:9-10

  • Bapa kami

Bapa kami Ini menunjukkan hubungan Yesus kepada Bapa-Nya. Doa kita harus mengarah kepada Tritunggal. Kata panggilan Bapa, bukan hanya Yesus yang bisa menyebutNya tapi kita juga. Kata Bapa Menunjukkan bahwa kita memiliki Bapa yang sama. Waktu kita berdoa kita memanggil Bapa karena kita adalah sebagai anak-anak Allah.

Spritual meaning:

  1. Our Father: hubungan Yesus dengan Bapa-Nya
  2. Our Father : Menunjukkan bahwa kita mempunyai Allah/Bapa yang sama.

Kita memanggil Allah itu Bapa karena Yesus yang mengajarkan kita, karena kita adalah anak anak Allah. kita disebut anak-anak Allah karena kita telah diadopsi, Galatia 4:4-7 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. kita bisa menyebut Allah Bapa karena kita telah diangkat menjadi anak. menjadi anak maksudnya kita telah di adopsi jadi anak bukan hamba lagi. Diadopsi berarti menunjukkan suatu sikap kesengajaan, sehingga kita bisa memanggil Dia Bapa karena melalui Kristus di dalam karya Roh Kudus.

Apa kata Bapa-bapa Gereja:
Cyprian berkata bahwa: berdoa seperti sahabat dan keluarga memanjatkan doanya kepada Bapanya sendiri. Ketika kita menyebut Allah itu Bapa, ini menggambarakan ada relasi anak kepada, yang menjadi pembela, penolong, sehingga kita bisa berdoa kepada afokat (pembela, penolong yaitu Yesus Kristus) dan doa-doa kita akan diterima oleh Bapa.

Chrisostom mengatakan: tidak ada seorang pun yang memanggil Allah itu Bapa, tetapi hanya dia yang sudah diberikan berkat-berkat yang mempunyai derajat karena kita telah diadopsi dan diangkat menjadi anak atau keluarga. Kita bisa memanggil Bapa berarti kita telah diampuni oleh Bapa. Karena tidak ada seorang pun yang bisa memanggil Bapa kecuali mereka yag telah diangkat jadi anak dan ditebus oleh Allah itu sendiri.

  • Bapa kami di sorga 

In Heaven menunjukkan bahwa doa kita dipanjatkan dari bumi harus di naikkan ke surga, artinya tidak memikirkan hal-hal dunia, segala hal yang ada di bumi, Kolose 3:1-3 1Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. (Col. 3:1-3 ITB). Itulah sebabnya ketika kita berdoa kita tidak memikirkan perkara yang di bumi melainkan perkara di atas/in heaven. Itulah sebabnya kita harus rajin berdoa supaya pikiran kita berfokus kepada surga.

Spritual meaning: In Heaven. In Heaven maksudnya: Bukan soal Allah itu dimana tetapi kita harus menarik pikiran kita dari bumi ke hal-hal yang di sorga.

Augustinus mengatakan  tentang In Heaven artinya kita bagian orang-orang kudus. Ini tidak berbicara soal tempat di mana burung-burung berada. Bumi ini menunjukkan sebagai tempat kita manusia berdosa, dan langit menunjukkan orang benar. Itu sebabnya doa kita harus dipanjatkan naik di atas. Pada saat kita berdoa kita perlu broken in Heart agar kita manusia berdosa menjadi manusia benar di hadapan Allah.

  • Dikuduskanlah nama-Mu

Di kuduskanlah NamaMu menunjukkan sifat Allah yang kudus. Kalau kita memikirkan hal-hal yang di atas berarti bagaimana kita harus menguduskan nama Allah. Menguduskan Allah berarti kita harus menguduskan diri. Karena Allah itu kudus, itu sebabnya kita di tuntut harus menjadi orang kudus.  Lalu bagaimana kita harus menjadi orang yag kudus?

Apa kata Bapa Gereja?

Chrisostom mengatakan bahwa: Dikuduskan berarti motivasi doa harus di ubah, bukan aku lagi tapi Dia. Doa tidak meminta hal apapun melainkan hanya untuk Allah yang dimuliakan melalui doa dan kehidupan kita sehari-hari. Menyebut Namanya dalam doa berarti menunjukkan dia ada. Bukan juga berarti Nama Allah itu belum kudus tapi supaya manusia itu yang di kuduskan sehingga Allah itu bisa di kenal. Jadi Pribadi kita harus di kuduskan. Imamat 20:7 Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. (Lev. 20:7 ITB).

Cyprian mengatakan oleh sebab itu ketika kita berdoa kita harus perlu tahu bahwa kita harus menguduskan hidup kita sehari-hari.

Chrysostom mengatakan bagi kita di kuduskan Allah berarti nama Allah di muliakan. Itu adalah doa yang buat manusia kepada Allah bukan untuk meminta tapi supaya nama Allah di muliakan. Allah di muliakan tergantung sikap kita. Menguduskan nama Allah itu menunjukkan bahwa Allah itu kudus dan akulah kudus.

  • Datanglah kerajaan-Mu: (The Kingdom Come)

Kata datanglah kerajaan-Mu menunjukkan bahwa, Ketika kita berdoa kita memanjatkan doa kita kepada Allah Transcendent dan immanent. Doa yang kita panjatkan akan di dengar oleh Allah. Seperti kalau kita meminta supaya kita kudus, maka Allah turun untuk membantu kita di dalam kekudusan kita. Datanglah kerajaan-Mu artinya Kristus yang menjadi raja atas diri kita. Dia raja di surge dan di bumi, satupun tidak ada yang bisa menggantikan Dia.

  • Kehendak-Mu yang terjadi di bumi dan di atas sorga

Artinya Bumi atau tubuh kita Harus dikuasai oleh kehendak-Nya dan menjadi raja atas  diri kita. Kalau menjadi raja atas diri kita berarti Allah yang menjadi raja atas totalitas kehidupan kita.

Spritual meaning: Bagaimana mengubah kerajaan di bumi ini (diri kita) menjadi kerajaan
yang di sorga. Kalau kita mengatakan kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita, maka kita tidak bunya hak atas diri kita lagi tetapi semuanya atas kehendakNya.

Jerome mengatakan: Kerajaan yang ada di dalam diri kita, kenapa kita disebut kerajaan?
Karena kita telah ditebus oleh darah Yesus sehingga kita tidak lagi hamba dosa. Allahlah yang menjadi raja atas hidup kita bukan kita yang menjadi raja atas diri kita sendiri, agar kita mencapai Theosis yang telah disediakan Allah bagi kita. Amin!

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: