Body, Soul and Mind

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Dogmatika 4

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-14

Buku Orthodox Christianity: Doctrine and Teaching of the Orthodox (lanjutan)

Body, Soul and Mind

            Manusia terdiri dari dua elemen: yakni elemen material dalam rohani. 1 Tesalonika 5:23; Ayub 2:5-6 disitu ada element material yaitu tulang dan daging yang di ciptakan dari debu dan tanah, makhluk yang mulia itu terdiri dari unsur debu tanah yang membentuk tulang dan daging. Kemudian Allah menghembuskan Roh-Nya (Kejadian 2:7). Roh Allah dihembus dalam tubuh sehingga tubuh itu akan hidup. Jikalau nafas Allah itu kekal berarti manusia juga adalah ciptaan yang kekal. Dalam Ayub 2:5-6; Mazmur 63:1-2 disitu Daud mengatakan aku haus akan Engkau dan dagingku rindu akan Engkau. Manusia itu bukan Allah tetapi terdiri dari roh dan tubuh sebab rohlah yang memberikan hidup, (Yesaya 31:3); Matius 26:41; Yesaya 6:63). Ada yang namanya spritual dan intelektual (1 Kor. 2:15-16) soul itu jiwa dan spirit itu roh. Jiwa seperti kayak wadah dimana roh itu bersatu (hubungan horizontal dengan sesama). Soul itu dikendalikan dengan Nous. Roh yang menjadi titik pertemuan antara tubuh dan jiwa.

            Apa yang membuat nous itu gagal menjaga hati? Apa yang menjadi penyebabnya? Karena tidak berjaga-jaga, tidak berdoa dan peirasmos/godaan dari luar (iblis) kita telan begitu saja. Namun, Tuhan memberikan kita nous dan kehendak bebas untuk memilih berjaga-jaga atau mau jatuh ke dalam dosa. Apa yang membuat manusia itu tidak mau taat? Karena keinginan menjadi seperti Allah dan Allah pun tidak memaksa akan kehendak bebas manusia. Jadi ketika manusia jatuh kedalam dosa, maka kita tidak punya alasan lagi untuk menuduh Allah mengapa Dia membiarkan semuanya itu terjadi. Enak saja kalau main nuduh-nuduh, karena Dia sudah memberikan kita Anugrahnya yang bekerja dalam kehendak bebas kita, jadi keputusan itu ada di tangan kita mau jatuh atau tidak dan Adam dan Hawapun jatuh bukan karena Allah tapi karena mereka sendiri yang memilih untuk tidak taat. Sebaiknya kita sebagai manusia yang di ciptakan Allah harus berjaga-jaga terhadap iblis yang menyerang kita dan menjaga indera agar tidak membuahi dosa. “Tutup pintu lidah Anda untuk berbicara, dan gerbang batin Anda ke roh-roh jahat. Naik ke menara pengawal, jika Anda tahu cara maka amati bagaimana dan kapan dan di mana, dan dalam angka apa dan dalam bentuk apa, para perampok mencoba masuk dan mencuri anggur Anda. Di mana pencuri melihat senjata kerajaan telah siap, mereka tidak menyerang tempat itu dengan ringan. Demikian pula, perampok spiritual tidak dengan gampang mencoba menjarah orang yang telah mengabadikan doa di dalam hatinya. Berjaga-jaga terhadap panca indera kita. Jangan biarkan indera tubuh kita selalu disentuh karena ini adalah salah satu basic yang cepat diserang oleh iblis. St. Simeon melanjutkan dengan mengatakan, “Nous menjaga hati ketika berdoa; ia harus selalu berjaga-jaga seperti perondaan di dalam hati” Siapa yang berjaga-jaga? Nous kita itu sendiri. Kata-kata ini harus menarik perhatian kita, “Nous harus selalu meronda di dalam hati. ”Karena perintah Tuhan kita untuk “membersihkan bagian dalam cawan sehingga bagian luar juga menjadi bersih” (Mat 23:26), ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa para Bapa gereja, “Meninggalkan semua bentuk kerja spiritual lainnya dan berkonsentrasi sepenuhnya pada satu tugas menjaga hati ini, yakin bahwa melalui praktik ini mereka juga akan memiliki setiap kebajikan lainnya, tanpa berjaga-jaga tidak ada kebajikan yang dapat ditegakkan dengan kuat.” Dan tanpa berjaga-jaga tidak akan ada kemurnian hati. Menulis tentang pentingnya menjaga hati, St. Simeon berkata, “Bagi seseorang yang menginginkan kelahiran kembali secara rohani, langkah pertama menuju cahaya adalah menjaga hati; karena tanpa itu nafsu akan semakin menguasai dirinya.”

Mata jiwa adalah nous dan hati. Ini berfungsi sebagai jendela jiwa yang melaluinya kita bisa melihat dan mengenal Allah. Melalui mata jiwa, terang hadirat Allah bersinar di dalam kita dan kita dapat melihat secara rohani. Tetapi Setan selalu bekerja melalui logismoi untuk menggelapkan, mengaburkan dan bahkan menghancurkan mata jiwa, sehingga mencegah kita melihat Allah dan membuat kita fokus pada hal-hal lain yang ternyata adalah berhala palsu. “Jika matamu baik, maka teranglah seluruh tubuhmu” (Mat 6:2). Tetapi “jika matamu gelap maka gelaplah seluruh tubuhmu dan betapa gelapnya kegelapan itu.” kita sudah ketahui bahwa tugas Iblis adalah mengaburkan dan menghancurkan jiwa kita. Oleh karena itu, kita diberikan kebebasan oleh Allah untuk memilih mana keinginan daging atau keinginan Roh. Namun, nous inilah sangat berperan penting dalam mengambil keputusan ini. Jikalau nous kita tidak dijaga maka muncullah emotion, desire dan reason, begitu ketiga hal ini menguasai kita maka yang terjadi adalah fronema sarkosà logismoi-nafsuà dosa tubuh yakni perbuatan-perbuatan daging yang akan membuahi dosa. Melalui kewaspadaan dan doa, mata jiwa harus dijaga tetap suci dan murni; karena melalui mata jiwa ini kita bisa melihat Allah.

Untuk menghentikan dorongan pikiran-pikiran anda yang terus menerus ke hal-hal daging, St. Theophan berkata anda harus mengikat nous dengan satu pikiran atau hanya memikirkan satu- pikiran Tuhan Yesus. Sebenarnya, iblis tidak bisa memaksa kita untuk melakukan kejahatan yang berujung dosa, namun iblis hanya bekerja melalui logismoi kita. Namun semuanya kuncinya ada di tangan kita kita mau membuka pintu bagi si iblis atau tidak karena kehendak bebas kita. Jadi hendaklah kehendak bebasmu di terangi oleh terangnya Kristus sehingga kita bisa lebih berhikmat dalah hal memilih baik atau jahat.

The second coming of Christ

Ketika Yesus datang untuk pertama, Ia datang dalam bentuk manusia/hamba, dan bertujuan untuk membuka jalan bagi kita untuk menemukan keselamatan kita. Sedangkan kedatangan yang kedua dalam kemuliaan dan status sebagai Anak Allah dan bertujuan untuk membangkitkan yang mati maupun yang hidup. kata Hypolitus dari Roma mengatakan: Kedatangan Yesus yang pertama adalah memberi pandangan terhadap kesabaranNya dan Dia sebagai pengacara yang menjadi pembela, penolong, dan penyelamat kita (Parakletos) dan yang kedua adalah Ia datang di dalam kemuliaan dan berbicara tentang penghakimannya. Dia sebagai Hakim yang adil, dimana tidak ada kesempatan lagi kepada kita untuk dibela, dan ditolong. Jadi, ketika kita masih hidup adalah kesempatan yang besar kepada kita untuk bisa meminta ampun kepada Tuhan, meminta belaskasihan Tuhan sehingga pada akhirnya nanti pada saat kedatangan Kristus yang kedua kita akan bertahan berdiri di hadapan-Nya sebagai hakim yang adil dan kita akan diselamatkan. Paulus mengatakan: Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah (Filipi 2:15-16). Ketika Kristus datang, Ia datang dalam kerendahan hati dan di dalam kemuliaan.

  • Tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua:
  • Semua bangsa akan meratap, mengutus para malaikatnya meniup terompet dan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya (Mat 24:29-31)
  • Bertobatnya Israel kepada Kristus (Roma 11:25-26)
  • Pertobatan Elia dan Henok (Rev. 11)
  • Munculnya anti Kristus
  • Pemurtadan secara massal (Matius 24:4-5)
  • Terang, revolusi, kelaparan dan gempa bumi

Kedatangan Kristus yang kedua merupakan peristiwa yang secara universal, kata Chrisosostom ketika Kristus datang dalam kuasa dan kemuliaan, malaikat akan datang dan mengumpulkan semua orang yang sudah percaya dan akan dibangkitkan lalu di bawa ke atas awan. Dan ini adalah satu moment yang sekejap. Ini adalah sebuah moment yang tanpa kita sadar kapan ia datang, ibarat seperti pencuri. Oleh sebab itu kita di ajak berjaga-jaga artinya kita meminta belas kasihan dari Tuhan dan yang kedua kita meminta belas kasihanNya sehingga pada kedatangan Kristus yang kedua kita bisa tahan berdiri di hadapan Anak manusia Lukas 21:34-36. Kedatangan Tuhan sudah dekat Yakobus 5:8; 1 Petrus 4:7 ini merupakan sebuah keyakninan Rasul Paulus akan kedatangan Anak manusia 1 Korintus 15:51, Ibrani 10:37. Rasul Paulus rindu akan kedatangan Kristus itu 1 Tesalonika 4:15-17; 2 Tesalonika 2:1-9.

  • Tanda-tanda kedatang Kristus yang kedua menurut rasul Paulus:
  • Ada orang-orang yang murtad
  • Manusia durhaka
  • Anti Kristus

Apa yang dilakukan oleh anti Kristus itu? 2 Tesalonika 2:1-9 anak durhaka ini mau disembah sebagai anak Allah, dia meniru seperti yang Allah lakukan. Dia duduk di bait Allah Matius 24; 2 Tes 2:3 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir, 1 Yohanes 2:18. Siapakah mereka? Penghulu-penghulu dan Paulus mengatakan: Musuh-musuh Kristus itu adalah orang-orang yang sudah meninggalkan kita, karena mereka sebenarnya memang bukan orang-orang kita. Kalau mereka orang-orang kita, tentu mereka tetap bersama-sama kita. Tetapi mereka meninggalkan kita, supaya jelaslah bahwa tidak seorang pun dari mereka yang benar-benar termasuk golongan kita 1 Yoh. 2:19.  Siapakah anti kristus? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak 1 Yohanes 2:22. 

Anti Kristus mengajarkan tentang penolakan akan Allah Tritunggal 1 Yohenes 2:22. Antikristus ini juga akan mendirikan gereja dan diatas gereja yang di bangunnya tersebut ia akan berdiri dan dia menjadi kepala dalam bait Allah yang sudah di bangunnya itu dan orang-orang yang mengikut dia harus menyembah dia. Untuk itu kita sebagai orang yang percaya/anak-anak Allah kita harus terus menerus berdoa dan berjaga-jaga agar kita tidak murtad dan mengikuti jalan dan perkataan antikristus itu dan kita harus menolak mereka ketika mereka masuk kerumah kita. Amin.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: