The Manna

Nama                    : Suriani Waruwu

Semester            : VII

M.K                        : Eksesgesis PB

Dosen                   : Dr. Hendi S.S

Tugas                    : Ke 7

The Manna

            Dalam Yohanes 5:45-46 ayat ini menyatakan kalau kita percaya kepada Musa tentu kita juga percaya kepada Tuhan Yesus karena Musa telah menuliskan tentang bayang-bayang Tuhan Yesus. Dalam kepemimpinan Musa atas bangsa Israel banyak hal terjadi, dimana dibawah kepemimpina Musa, bangsa israel makan Manna yang dari sorga. Manna yang dimakan oleh bangsa Israel adalah bayang-bayang manna sorgawi ialah Yesus sendiri. Ketika memakan Manna bukan hanya sebatas dimakan  tanpa di kunyah lama lalu di telan tetapi seharusnya Manna yang kita makan harus dikunyah supaya dapat merasakan rasanya. Manna yang dimakan oleh bangsa Israel adalah Manna yang tidak kekal tetapi sekarang telah ada Manna yang kekal ialah Yesus sendiri. Jika kita tak mau memakan Manna maka hidup kita akan mati (Yoh 6:53). Tetapi ketika kita memakan Manna, maka Manna itu akan membersihkan kehidupan kita. dimana Manna yang dimakan bangsa Israel saat itu membersihkan tubuh dari Mesir (cleasing) jadi kita orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita harus menguyah daging Yesus tersebut. Karena kenapa? supaya dapat membersihkan hidup kita dengan jiwaNya yang sudah murni. Jadi manna itu berasal dari sorga ke bumi (keselamatan dari sorga turun ke bumi).

The cloudy column

Waktu mereka berada di padang gurun banyak ancaman menimpa bangsa israel sehingga mereka banyak membutuhkan tuntunan. Sehingga musa berseru kebada Allah bagaimana caranya menuntun bangsa Israel. Tiang awan dan tiang api sebagai penuntun bangsa israel supaya yang lepas dari bangsa mesir mendapatkan keselamatan melalui tiang api dan tiang awan (ajaran kebenaran). Kekayaan mesir di lambangkan jatuhnya manusia dalam dosa bahwa manusia tidak tahu kebenaran. Di tengah kemajuan Bangsa Mesir sehingga bangsa Israel menjadi budak. Kekayaan Bangsa Mesir, Bangsa Israel tidak bisa lepas dari perbudakan. Hanya Kristus yang bisa melepaskan manusia dari perbudakkan dosa.

Keluarnya bangsa Israel dari Bangsa mesir merupakan tipologi manusia lepas dari dosa. Segala sesuatu harus memakai tipologinya. Yesus sendiri mengajar memakai tipology. (PL à tipologinya pada Yesus. PB à menuju pada gerejanya dan sampai pada akhir jaman).

PB itu merupakan alegoris.

Contoh

Mark 4:26-29

Waktu Yesus mengajar itu historikal dan markus mencatat dari Petrus yang di dengarnya langsung dari Tuhan Yesus.

Sintactic point:

  1. Kerajaan Allah sama seperti seseorang yang menabur benih di atas tanah
  2. Si penabur tidur pada malam hari
  3. Pada siang hari si penabur bangun
  4. Benih itu menghasilkan tunas
  5. Benih bertumbuh lalu jadi pohon
  6. Si penabur sendiri tidak mengetahui proses pertumbuhan itu.
  7. Bumi itu mengeluarkan buah pada dirinya sendiri
  8. Mula-mula tangkainya
  9. Kemudian muncul buli/serbuknya
  10. Bulirnya berisi dengan gandum
  11. Gandum berproses masak/matang
  12. Buah gandum yang masak à di panen/potong sebab musim panen tiba

Ide-ide pendukung :

  1. penabur (spiritual meaningnya Kristus)
  2. Benih (berita injil, tentang pertobatan Mark 4:13-20, Firman Yesus),
  3. tunas
  4. pohon gandum
  5. tanah (menunjukkan hati kita) è hati kita harus menjadi tanah yang subur sehingga benih yang di tabur itu bertumbuh dengan baik),
  6. buah, dan panen, ( firman yang dengan kebebasan yang kita terima berproses à proses pertumbuhan orang percaya è Firman itu mengandung pertumbuhan.
  7. tidur dan bangun (poin 2 n 3 à punya spiritual penting menunjukkan Yesus mati dan bangun menunjukkan dia bangkit/paskah. Dan Poin 6 menunjukkan Kristus tidak memanipulasi respon kepada setiap orang untuk mau menerima firmanNya atau tidak è (semuanya ini yang menjelaskan Kerajaan Allah).
  8. Bulir (tubuh kita),
  9. gandum (jiwa kita).
  10. Buah (hasil dr org2 kudus è firman sampai memiliki buah roh).

Kerajaan Allah:

  1. Penaburan injil
  2. kebangkitan Kristus
  3. Respon manusia terhadap berita injil
  4. Proses purification yaitu mematikan keinginan daging sampai menghasilkan buah roh
  5. Proses penghakiman (second coming) à membawa orang percaya kepada kerajaan Allah

=> Ini merupakan peringatan bagi kita bahwasanya kita tidak hanya menerima Firman tetapi kita harus bertumbuh dan kemudian berbuah dengan melalui segala proses dimana hati kita harus jadikan sebagai tanah yang subur dan membuahkan benih itu tumbuh dan selanjutnya hingga kita berbuah. Amin.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: