Manfaat Etika

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Etika Kristen

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-10

Manfaat Etika

Etika kita itu bisa tau mana yang baik dan jahat. Dalam Rom 12 punya diakrisisme (bisa membedakan mana kehendak Allah) sehingga kita berjalan menuju Theosis. Etika juga  berkaitan dengan vertue/kebajikan. Kebajikan itu hasil dari askesis. Askesis itu latihan. Formasi rohani itu latihan tubuh dan jiwani. Jadi belajar Etika bukan untuk memuaskan diri tetapi melatih nous. Sehingga dari sini mendatangkan hati yang terang. Melatih hati itu untuk mengalahkan dosa. Sampai pada tahap gnostikos (menyatu antara nous dan hati = hati dan Allah) maka ketika sampai disini sampailah pada Theosis/mystical knowledge, dan bukan hanya itu melainkan kita menyatu dengan anugrahNya Allah. Salah satu melatih tubuh adalah berpuasa Roma 12:2. Kalau hati kita makin terang maka id kita makin hilang.

1 Kor 15:10; Fil 2:12-13 dalam segala sesuatu Allahlah yang energies/mengerjakan. Jadi, karena Allah yang mengerjakan maka kita harus jadi seperti ranting-rangting yang terus menempel Yoh 15:5 sebab di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Pokok anggur itu Kristus dan kitalah ranting-rantingnya. Kolose 2:6-7 jelas di dalam Dia kita bertumbuh. 1 Kor 3:10,6 kita mengerjakan keselamatan itu dengan anugrah dan kata kuncinya adalah energeia sampai pada Theosis ibarat jemur di bawah matahari. Oleh sebab itu kita perlu melati nous kita (reason, emosi, desire). Kalau kita mengalami energeia itu untuk mencapai kesempurnaan. kita perlu energeia supaya berfungsi ibarat labtop kalau punya energeianya pasti berfungsi begitu pula dengan kita karena kita di cipta supaya berfungsi seperti tujuan Allah menciptakan. Namun yang mengendalikan kita adalah nous kita. Tuhan sudah memberikan energeia itu maka kita jangan sia-sia tetapi kita mengerjakannya sampai pada kesempurnaan. Energeia sudah di sediakan maka kitalah yang menentukan kita pakai untuk apa. Setiap hari kita harus meminta energeiaNya Allah karena kita tidak bisa berfungsi kalau tidak punya energi.

Apa yang perlu di kerjakan dalam energeia ini? Melatih Nous setiap hari supaya melihat yang baik. nous ini adalah mata. Kalau mata kita terang maka teranglah seluruh tubuhmu. Dalam Matius 6:22-23 mata kita harus di latih supaya melihat yang baik.

Di dalam kehidupan kita ada hukum nous dan hukum dosa yang merupakan akar dari dosa (Rom 7:22-23). Setan itu akan menyerang nous kita karena dia tahu. Jadi kalau rajanya di serang dan kalah maka setan itulah yang menang. Setan menyerang kita bukan secara jasmani melainkan jasmani kita. Dari sinilah kehendak bebas kita di uji. Dimana nous berada? Dalam hati/istananya. Tempatnya dimana? Di atas tahtahnya/diri kita. Di dalam istana itu tidak hanya ada rajanya tapi di sekitarnya juga ada penjahat-penjahat. Di dalam hati kita ada nous yang menjadi pusat di dalam diri kita. Hati mengatur seluruh organisme manusia, dan ketika kasih karunia menguasai padang rumput hati, itu menguasai semua pikiran kita. Rasul Paulus mengatakan dalam Roma 10:9 bahwa dengan hati orang percaya, ia memasukkan nous atau intelek yang berdiam di dalam hati. Jadi nous ini harus menjemput energeia ini tadi dan di tarok di dalam hati supaya dia menguasai istananya. Nous ini harus turun ke hati dan nous ini tidak boleh menganggur tetapi bagaimana nous ini tetap bekerja. Kemudian kita bisa melihat semua pikiran dengan jelas. Kenapa bapa gereja mengatakan nous dan hati ini bersatu? Sebab di dalam hati itu ada yang baik dan yang jahat, jadi pentingnya nguasai nous dan menurunkan kehati supaya menerangi hati ini sehingga hukum dosa ini di terangi.

Nous di turunkan kedalam hati supaya kita bisa menemukan kerajaan Allah. Jadi kita harus punya kerinduan untuk bertemu dengan Allah melalui doa puja Yesus. Jadikan diri anda aturan untuk selalu bersama dengan Tuhan, jagalah nous anda. Kalau kita mengenal Allah lewat pikiran itu tidak cukup harus dengan segenap hati (kepala yang mencari dan hati yang menemukannya). Iman kepada/nous di dalam hati. Kalau kita berdoa tidak hanya sekedar berkata-kata tapi melalui nous kita. Biarkan kata-kata doa ada di bibir anda biarkan mereka pergi dari bibir anda ke nous lalu turun ke hati anda.

Logismoi sering di artikan jahat dan baik tapi sesuai kondisinya. Kalau logismoinya jahat dan masuk ke dalam hati maka yang timbul adalah pikiran-pikiran jahat yang melahirkan nafsu dan dan nafsu mendatangkan dosa. Sedangkan kalau logismoinya baik lalu turun kedalam hati maka akan menimbulkan pikiran yang baik dan mendatangkan kebajikan. Logismoi ini di membandingkan dengan ombak yang terus menerus memukuli bebatuan. Startergis si jahat yang pertama yang dia lakukan dia buat kita nyaman terlebih dahulu, dia menyerang kita dengan logismoi-logismoi yang menyerang nous.

Galatia tiga:26-27 percaya dan di babtis sehingga kita menjadi anak2 Allah. Menjadi anak2 Allah harus mengalami proses dan menggunakan Nous kristus. Kapan? Saat kita memakai pakaian Kristus.

Pembaharuan pakaian manusia baru itu, intinya menjadi seperti gambar dan rupa Kristus (kolose 3:10; Roma 8:29; 1 Yoh 3:2; Gal 4:29). Yang menjadi seperti gambar dan rupa Kristus adalah jiwa dan tubuh dan akan mengalami pendewasaan seperti yang di katakan Paulus kepada gereja di efesus aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu (kanak2 secara rohani) “Efesus 4:13”. Sehingga kita menjadi kedewasaan penuh bukan lagi bayi kecil. Jadi kita bertambah bertumbuh dalam segala hal yang adalah kepala (Kristus)  ef 4:15. Jiwa kita harus mengarah kepada Kristus dan tubuh juga akan di muliakan dan mengenakan tubuh kemuliaan. Dalam Fil 3:21 tubuh yang fana ini menjadi tubuh yang mulia. Kata mulia ini tubuh yang bercahaya. Jadi, manusia baru ini akan sempurna pada saat hari Kristus di nyatakan.  Dalam Kol 3:10 prosen menuju Theosis itu proses di perbaharui ἀνακαινούμενον (Col. 3:10 GNT) ini dalam bentuk pasif yang artinya proses pembaharuan itu Allah yang mengerjakan Fil 2:13 dan disini kita tidak hanya diam-diam saja tapi Allah mengajak kita bersinergi denganNya; 1 Kor 3:6,9. Kita adalah sunergoi Theou.

             Proses pembaharuan ini sampai Theosis ini di mulai dari dalam/hati/batin manusia baru. Mengapa? Sebab dari dalam hati timbul segala kejahatan Mark 7:20-21; Mat 15:19; Mat 12:35 orang yang baik isi hatinya the good treasure (good person) sedangkan hatinya yang jahat hatinya isinya evil treasure (evil treasure). Baik buruknya orang itu di lihat dari hati. Kenapa kita perlu mengerjakan pembaharuan itu? karena kita menjadi manusia baru masih mewarisi hati yang berisi baik dan jahat dan hati yang jahat itu perlu di singkirkan. Itu sebabnya pembaharuan itu di kerjakan mulai dari hati.

             Kalau pembaharuan itu mulai dari hati, seperti apa yang harusnya terjadi di dalam hati? Roma 12:2 Paulus mengatakan janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Kata budi dalam Bahasa aslinya adalah Nous dan lebih tepat di terjemahkan sebagai mata hati/mata tunggal  Mat 6:22-23. Nous adalah pelita tubuh dan nous ini harus terbaharui terus menerus (Rom 12:2). Apa yang terjadi di dalam pembaharuan Nous itu? kita memeiliki fronew Kristus (Fil2:5). Pembaharuan Nous itu mengalami fronew Kristus. Jadi nous ini harus di perbaharui. Apanya yang di perbaharui dengan nous ini? Fronew (prodak dari nous) “nous ini the holenya dan di dalamnya ada fronew. Memperbaharui manusia baru itu berarti memperbaharui batin/hati yaitu memperbaharui nousnya supaya memiliki fronew Kristus. Dalam Roma 8:5 pikiran batin kita atau fronew memiliki dua arah yang di arahkan pada hal-hal Roh yang bertentangan dengan daging yang bertentangan dengan Roh. Jika kita menurut daging kita akan mati dan jika kita hidup menurut Roh maka kita akan  mendapat kehidupan Rom 8:13; Fil 3:19 dimana Fronew mereka yang binasa adalah pada hal-hal duniawi . sebab fronew pada hal-hal daging mendatangkan pola piker daging, fronema sarkos, yang adalah maut Rom 8:6.

            Fronema pneumatos yang ada di dalam batin atau pola kerja dari nous kita yang melihat Kristus adalah memikirkan hal2 yang berasal dari Roh Kudus artinya memiliki nous Kristus. Waktu kita memiliki fronema pneumatos merupakan senjata kita untuk mematikan fronema sarkos. Nous yang jahat mendatangkan pola pikir daging fronema sarkos Mat 6:22-23. Sedangkan nous yang baik sama dengan nous Kristus. Dari dalam nous kalau melenceng akan mendatangkan logismoi kakoi/jahat. Logismoi yang jahat ini merupakan benih (seeds) dari nafsu daging atau epithumi sarkos. Kata Paulus kata daging itu bernafsu (Gal 5:17) dari fronema dan logismoi sekarang mengambil bentuk epithumia atau nafsu (desire). Jika epithumia ituu di buahi maka akan melahirkan dosa (Yak 1:15) Rasul Paulus menjelaskan pembuahan (conceive) ibarat benih. Amin.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: