Pakaian Kristus

Nama               : Suriani Waruwu

Semester        : VII

M.K                 : Etika Kristen

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-11

Pakaian Kristus

Kita Percaya dan memakai Pakaian Kristus sehingga kita akan dinamakan manusia Baru atau anak-anak Allah. Kata Paulus kita harus memiliki Nous Kristus (Hegemonikon/mata batin/mata ketiga), sehingga nous kita akan diperbaharu dan efeknya adalah:

  • Fronew pada hal-hal di atas (Kolose 3:2)
  • Fronew pada hal-hal dari Roh (Roma 8:5)
  • Fronema Pneumatos/Fronema seperti Kristus (Filipi 2:5)
  • Pola pikir rohani

Tetapi jikalau Nous kita melenceng pada hal-hal daging/Fronew pada hal-hal daging (Filipi 3:19; Roma 8:5) akan menghasilkan Fronema Sarkos dan pola pikir pada daging.

Kita memiliki Fronew pada hal-hal di atas (Kol. 3:1). Paulus menjelaskan apa arti Nous Kristus yaitu ada Fronew pada hal-hal di atas dan Fronew pada roh, (Roma 8:5). Jikalau Nous kita dalam proses pembaharuan maka terus menerus dilakukan (Roma 12:2). Jikalau Nous kita tidak pada hal-hal di atas maka nous kita akan melenceng pada hal-hal daging. Jikalau nous kita tidak dijaga maka pronew pada hal-hal daging atau kata Paulus pola pikirnya akan membuahi daging atau duniawi (Filipi 3:19; Roma 8:5). Ada dua jalan bagi kita yaitu : Fronewma Pneumatos (Fronema seperti Kristrus Fil. 2:5) dan Fronema Sarkos (Pola pikir daging). Nous kita harus diperbaharui dengan memakai pakaian Kristus yang artinya mengenakan Kristus.  Nous kita harus diperbaharui sampai Ikon Kristus (serupa dengan Kristus). Dan mengenakan manusia baru (Efesus 4:24; Galatia 4:19). Jadi, Tujuan Nous kita diperbaharui adalah menjadi serupa dan segambar dengan Kristus (Kol. 3:10; Ef. 4:24; Roma 8:29; 1 Yohanes 3:2). Kita akan menjadi seperti Dia (segambar dan serupa dengan Dia). Proses pembaharuan itu dikerjakan oleh Allah (Filipi 2:13), kalau Allah yang mengerjakan itu bukan dalam arti kita diam-diam saja tidak melakukan apa-apa tetapi kita harus bersinergy dengan Dia (1 Korintus 3:6) kita adalah Sunergeo Theou yakni bekerja sama dengan-Nya.

Hati kita berisi dua hal yakni: good treasure dan evil treasure. Jikalau good treasure maka menghasilkan good person sedangkan jikalau seseorang memikiki hati evil treasure maka menghasilkan evil person. Itulah kenapa hati kita harus diperbaharui. Rasul Paulus mengatakan karena kita menjadi manusia baru masih mewarisi hati yang baik dan yang jahat. Kita harus diperbaharui karena di dalam batin/hati kita ada hal-hal yang menajiskan kita (evil person) yang harus disingkirkan, itulah sebabnya yang diperbaharui harus mulai dari dalam. Mengapa harus dari dalam? Karena dari dalam itulah munculnya terang gelapnya hidup kita. Pembaharuan apa yang harus terjadi di dalam hati? Rasul Paulus mengatakan kepada gereja Roma “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2). Kata budi dalam kata aslinya adalah Nous dan lebih tepatnya diterjemahkan sebagai “mata hati” atau “mata tunggal.” Mengapa dikatakan mata tunggal atau mata hati? Dalam Matius 6:22 ὁ ὀφθαλμός (Noun nominative masculine singuler) karena ini mata tunggal tidak berbicara tentang mata fisik tetapi mata rohani.

Pembaharuan Mata Batin atau Nous

Kalau kita memiliki pembaharuan Nous itu? Apa yang terjadi di dalam pembaharuan Nous itu? kita akan memiliki Fronew seperti Kristus (Filipi 2:5). Jadi efek pembaharuan nous adalah memiliki pola pikir seperti Kristus. Sehingga memperbaharui manusia baru berarti Kita harus diperbaharui Nous, apa yang diperbaharui? Yaitu Fronew yakni memperbaharui pola pikir (filipi 2:5). Fronew adalah produk dari Nous. Mind atau Fronew atau pola pikir kita bisa diarahkan ke hal-hal yang baik maupun ke hal-hal yang jahat (Roma 8:5). Fronew adalah pikiran batin/Nous. Pikiran Fronew kita harus diarahkan kepada hal-hal yang rohani.   Fronema Pneumatos yang ada du dalam hati atay pola pikir kerja dari nous yang ada dalam hati yang melihat Kristus adalah memikirkan ha-hal yang berasal dari Roh Kudus.

Logismoi jahat dan Epithumia Sarkos.

Dari Nous ke Fromena sarkos (Pola pikir daging) maka menghasilkan Logismoi Kakoi sehingga menghasilkan Epithumia sarkos. Logismoi sering diartikan bukan pikiran dalam pengertian biasa, tetapi pikiran yang dipicu oleh setan dan oleh karena itu sering berkonotasi “jahat” atau “setan,” sisi lain juga bisa menandakan pikiran yang diilhami Allah.

St. Gregory dari Sinai menggambarkan pikiran jahat seperti benih dari nafsu: “Pikiran-pikiran yang mengganggu adalah bisikan iblis dan perintis dari hawa nafsu, seperti bisikan dan gambaran mental seperti itu juga merupakan awal dari tindakan tertentu. Tidak ada tindakan untuk kebaikan atau kejahatan, yang pada awalnya tidak dipicu oleh pikiran khusus tentang tindakan itu; karena pikiran adalah dorongan  yang memprovokasi kita untuk bertindak sama sekali, apa pun tindakan itu.”

Dengan kata lain, “Seperti orang yang berpikir dalam hatinya, menunjukkan siapa dirinya.” “Tidak ada gairah atau nafsu yang lahir tanpa pikiran”. St. Efraim, orang Siria, membandingkan logismoi ini dengan ombak yang terus-menerus memukuli bebatuan samudera, “Biasanya karena batu samudera akan diterjang oleh gelombang, manusia juga pasti akan bersentuhan dengan serangan yang ditimbulkan oleh pikiran.”

Strategi Si Jahat

Iblis sangat pintar mengalihkan perhatian manusia dan dia mengikuti pola ketika dia datang untuk menggoda kita dengan logismoi. Pertama dia mencoba membuat kita nyaman. Dia mulai dengan meyakinkan kita bahwa tidak ada yang salah dengan melakukan dosa tertentu karena, bagaimanapun, Allah berbelas kasih dan bagaimanapun juga akan mengampuni kita. Tetapi begitu kita pergi ke depan dan melakukan perbuatan jahat, Setan menanam dalam diri kita kebalikan dari logismoi. Kemudian Dia beralih dan menghadirkan Tuhan bukan sebagai penyayang dan pengampun, tetapi sebagai hakim tanpa ampun yang tidak akan mengampuni kita, tetapi akan melemparkan kita ke dalam api penghukuman kekal. Dia menanamkan dalam diri kita logismoi bahwa kita tidak lagi layak untuk mendekati Tuhan, bahkan jika kita melakukannya, Dia akan menolak kita. Dia menutup pintu bagi kita untuk kembali kepada-Nya dan menanam di dalam diri kita benih-benih keputusasaan. Dia kemudian mengganggu kita dengan perasaan tidak layak. Setan adalah ahli dalam menggunakan pikiran untuk menghancurkan kita. Sebab itu, kita harus terus menerus berjaga-jaga dalam doa, baca Firman, Worship, askesis, hesikesem, silent, dll, Amin.

Diterbitkan oleh suriani17

selagi bisa ku pasti terus berjuang

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: