KIDUNG AGUNG

Nama               : Suriani Waruwu                                                                   

Semester          : VIII

M.K                 : Teologi PL

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-4

KIDUNG AGUNG

Tema Khusus: Kisah kasih antara suami istri (Gereja & Kristus)

Septuaginta Kitab Kidung Agung ini memberi:

Tema utama: cinta antara suami dan istri. Kidung Agung adalah nyanyian pujian yang digunakan oleh orang Yahudi selama berabad-abad untuk merayakan cinta manusia pada pesta pernikahan. Tema ini melambangkan kasih Allah bagi umat-Nya yang setia dan kasih timbal balik mereka. Orang Kristen cenderung menekankan penafsiran alegoris dari kasih Kristus untuk penganntin-Nya yang adalah Gereja.

Latar belakang: tipikal puisi cinta Timur Tengah kuno, Kidung Agung berbagi penggunaan yang ekstensif dari citra sensual yang diambil dari alam. Persamaan terdekat tampaknya ditemukan dalam Amsal (5:15–20; 6:24–29; 7:6–23). Penjabaran dari cinta di 8:6-7 tampaknya untuk mengkonfirmasi bahwa lagu milik sastra hikmat Alkitabiah dan bahwa itu adalah deskripsi kebijaksanaan hubungan asmara.

Outline Kitab Kidung Agung:

  1. Judul: Kidung Agung Salomo (1:1)
  2. Pertemuan pertama: hasrat cinta (1:2 – 2:7)
  3. Pertemuan kedua: berpacaran dengan calon (2:8 – 3:5)
  4. Pertemuan ketiga: prosesi pernikahan Salomo (3:6 – 5:1)
  5. Pertemuan keempat: mempelai wanita mencari kekasihnya (5:2 – 6:3)
  6. Pertemuan kelima: Persatuan pasangan (6:4 – 8:4)
  7. Kekuatan cinta yang setia (8:5 – 7)
  8. Kesimpulan (8:8 – 14)

Origen mengatakan bahwa ini cinta antara suami dan istri begitu juga cinta antara tubuh dan jiwa dan begitu juga cinta Allah antara umatnya. Dan juga ada kesetiaan antara suami dan istri begitu juga dengan Allah dan umatnya. Kitab ini di tulis untuk menyadarkan bahwa Allah itu kekasihnya jangan engkau hianati. Di dalam cinta ada Namanya kesetiaan, kasih, intimacy, passion, faithfulness. Memang love itu passion. Dalam charity Yesus bisa menangis, menegur dll.

Syntactic Form:

Semantic Content:

Isi: Kidung Agung

Pasal 1:

Ayat 1: salomo

Ayat 2:

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,

 (Cant. 1:2 ITB)

    יִשָּׁקֵ֙נִי֙ מִנְּשִׁיק֣וֹת פִּ֔יהוּ כִּֽי־טוֹבִ֥ים דֹּדֶ֖יךָ מִיָּֽיִן׃  (Cant. 1:2 WTT)

O that you would kiss me with the kisses of your mouth! For your love is better than wine, (Cant. 1:2 RSV)

Septuaginta mengatakan: Let him kiss me with the kisses of his mouth,

Terjemahan Ibrani: Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Septuaginta mengatakan: sebab buah dadamu lebih baik dari pada minuman anggur.

Syntactic point:

  1. Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya
  2. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Semantic content ayat dua:

  1. Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya

Apa kata origent:

Kita ingat kata origen bahwa ini adalah pujian pernikahan. Dan di balik ini ada interpretasi spiritual antara pengantin pria dan wanita, antara Kristus dengan Gereja. Karena pengantin pria terlalu lama sehingga perempuan itu mengatakan biarlah Ia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya (adanya kerinduan menantikan pengantin laki-laki). Seperti dalam sebuah keluarga, dimana sang istri ada kerinduannya akan kedatangan sang suami. Apa spiritualnya? Gereja yang merindukan dan menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Kata let kiss me menunjukkan sombol union antara gereja dan Kristus. kisses ini symbol Union (Theosis).

            Tetapi ini merupakan suatu kumpulan khusus maka di katakan ciuman-ciuman. Ciuman-ciuman ini menunjukkan kumpulan orang-orang kudus. Oleh sebab itu menunggu kedatangan sang mempelai itu harus ada persiapan, seperti yang di lakukan perempuan-peremuan bijak yang menantikan kedatangan mempelai laki-laki.

Dalam Pasal satu ini menceritakan adanya love desire dari mempelai perempuan yang menunggu kedatangan mempelai laki-laki itu. Mempelai laki-laki tidak langsung datang namun persiapan-persiapan itu adalah karya Roh kudus dalam Gerejanya untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki.

            Origen mengatakan mempelai laki-laki itu di penuhi dengan ketampanan, inilah yang di nantikan mempelai perempuan tersebut. Mencium ini menunjukkan cinta yang menanti mempelai yang tampan.

Di katakan tadi dari mulutnya. Origen mengatakan ciuman Kristus itu ada penyatuan antara Kristus dan Gereja (mulut ke mulut), ada fellowship dengan Kristus. Artinya ada penyatuan dengan misterinya Allah.

Kalimat ini “Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya” juga merupakan kalimat doa, jadi tidak heran di gereja Orthodox itu ada ciuman. Ciuman itu tidak selalu nafsu. Contoh, Mencium icon Kristus berarti kita merindukan Dia. Kata Him di tujukan pada Firman/logos. Ini adalah satu ciuman yang sempurna, makanya di katakan tadi aku membuka mulutku dan menarik nafasku artinya firman menghembuskan dari mulutnya untuk menyempurnakan diri kita sehingga kita bisa menyatu. Ciuman Kristus itu untuk kesempurnaan jiwa kita. Mengapa dari mulut? Karena dari mulutnya keluar Roh yang memberkati. Ini adalah ciuman yang misteri. Origen mengatakan ketika kita mencari arti ciuman itu, Ia katakan Bapa tahu setiap jiwa orang dan Dia tahu kapan jiwa itu menerima Firman. Dalam commentary study bible ini adalah suatu proklamasi yang menantikan kedatangan Kristus. St. Gregori of Nissan mengatakan semakin berlimpah ia di penuhi dengan kecantikannya/ketampanannya/pesonanya maka kita akan semakin merindukannya. Lalu di katakan Tuhan mengirim malaikat, patriarchs, and prophets to Israel, all of whom brought spiritual gifts, but far better than the gifts or their bearers is the Giver Himself. The Bride seeks these heralds no longer, but the presence of her true Love Himself, the Son of God in His Incarnation.

Di zaman salomo merujuk pada inkarnasi sedangkan di masa sekarang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

  1. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Septuaginta mengatakan sebab dadamu lebih baik dari pada anggur. Origen mengatakan mempelai laki-laki sudah mecurahkan/ membuka diri untuk memeluk mempelai perempuan. Sementara mempelai perempuan sudah berdoa bahwa biarlah dia mencium aku dengan mulut-mulutnya. Perempuan berdiri menantikan mempelai laki-laki dan mempelai laki-laki menyatakan dadanya/membuka diri kepada mempelai perempuan. Origen mengatakan cinta dan buah dada disini miliknya mempelai laki-laki dan mempelai perempuan yang menyatakan. Artinya Kristus membuka/menyatakan diriNya. Mempelai laki-laki melihat perempuan itu berdoa dan menyatakan kerinduannya sehingga Ia membuka diri untuk memeluk, menggerakan dadanya dengan keharumannya. Artinya apa? Doa dari mempelai itu membawa keharuman. Origen mengatakan bahwa terberkatilah orang yang suci hatinya.  Berada dalam hatinya sama seperti berada dalam pangkuan-Nya dan berada dalam pangkuan berarti berada dalam kasihnya. Yoh 1:18. Di katakan di pangkuan Bapa dekat hati.  Breast menyimpulkan bahwa Gereja berada dalam hatiNya/kasihNya. Buah dada menunjukkan hatinya Yesus berada dalam Gereja sama seperti Yesus berada dalam pangkuan Bapa. Dalam Yohanes 13:23 dekat di dadanya. Dalam Bahasa aslinya mengatakan Jesus’ bosom (Jn. 13:23 NKJ) ayat 23 Yohanes salah satu yang menyatu di dadanya Yesus. Kalau kita merindukan kesempurnaan maka Yesus membuka dadaNya untuk menerima kita. Dalam Yoh 1:18 Yesus berada dalam dada Bapa dan Gereja berada dalam dada Kristus. Kata bosom ini artinya di sebut hati. Sedangkan dada pengantin perempuan itu baik sebab pengetahuan ada pada dia. Lalu disini di katakan anggur. Apa maksudnya bahwa dadamu lebih baik daripada anggur? Origen mengatakan anggur inilah seperangkat aturan yang di ajarkan oleh nabi-nabi. Jadi, maksud dari kata dadamu lebih baik daripada anggur adalah Yesus lebih baik daripada anggur. Dalam PL anggur ini adalah hukum taurat. Dalam PB bahwa ada nanti anggur misteri yaitu darah Kristus. Contoh, kita lihat bagaimana juruselamat memberikan anggur yang baru dari pada anggur yang lama. Wine yang lama ini akan di genapi di dalam Kristus. Dalam Lukas 2:46 apa yang Yesus jelaskan itu lebih nikmat dari pada anggur. Dalam Mat 5:21-27 Yesus menjelaskan tentang anggur lama dan anggur baru. Dan kita melihat bagaimana ajaran Yesus itu lebih nikmat dari pada anggur lama. Anggur itu menunjuk pada ajaran sekarang telah di genapi dalam kehidupan Yesus. Origen mengatakan pada jaman Yesus Matius 11:19 ada yang menuduhNya sebagai pelahap dan peminum. Sama seperti ketika Ia mengubah air menjadi anggur di pesta pernikahan. Yoh 2: 1-10 (penikahan di kanaan) di ayat 10 Tuhan Yesus sendiri membuat anggur yang terbaik di pesta pernikahan. Dan anggur yang terbaik itulah diriNya, darahNya. Makanya di katakan dadanya lebih baik dari anggur. Salomo mengagumi kecantikkan Syeba di dalam 1 Raja-raja 10:1-5 Salomo yang di katakan memiliki hikmat sedangkan syeba menandakan bangsa-bangsa yang di luar Kristus yang akan mengagumi hikmatnya Kristus. 1 Kor 2:1-5 pada ayat ini Yesus menjelaskan hikmat Allah. apa yang Yesus ajarkan di dalam Kitab suci merupakan hikmat yang tersembunyi 1 Kor 2:7 hikmat yang tersembunyi yang Allah kumpulkan. Tidak ada ajaran apapun yang lebih berhikmat dari pada ajaran Kristus. dalam Catena Bible, Ambose of milan mengatakan ini kerinduan jiwa di atas segala kecantikkan. Dia mengasihi di atas sukacita dan dia mencintainya di atas segala wangian. Apa esensi hidup orang beriman? Punya Desire/longing/love wish untuk rindu akan communion with Him (Yesus) dan kata rindu ini di gambarkan sebagai Zeal (semangat/api). St. Theofan mengatakan punya persekutuan kepada Allah di dalam Kristus dan punya semangat/api yang berkobar-kobar Lukas 12:49 api inilah yang menyala. Api ini tidak menghanguskan tapi api ini merupakan api kehidupan di dalam Kristus yang membakar jiwa. Mark 9:49 apa artinya setiap orang di garami dengan api? Sama seperti api itu yang membuat jiwa kita tidak rusak dan tidak korup terhada dosa. The spirit of zeal, penetrating our whole being, dalam 1 Tes 5:19 jangan padamkan Roh. Dan dalam Rom 12:11 Roh disini sebagai jiwa kita yang menyala-nyala. Dalam Fil 3:13-14 kalau orang punya zeal maka dia akan berlari-lari pada tujuan yaitu panggilan Allah dalam Kristus. 1 Kor 9:24 larilah begitu rupa/semangatlah berlari sehingga kamu memperolehnya.

Ayat 3:

harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! (Cant. 1:3 ITB)

 לְרֵ֙יחַ֙ שְׁמָנֶ֣יךָ טוֹבִ֔ים שֶׁ֖מֶן תּוּרַ֣ק שְׁמֶ֑ךָ עַל־כֵּ֖ן עֲלָמ֥וֹת אֲהֵבֽוּךָ׃   (Cant. 1:3 WTT)

your anointing oils are fragrant, your name is oil poured out; therefore the maidens love you. (Cant. 1:3 RSV)

Terjemahan Literal: minyak urapanmu adalah harum. Sebab itu para gadis perawan mengasihi kamu.

septuaginta: minyakmu wangi, lebih wangi dari segala wangian sehingga namamu adalah minyak yang tercurah/di kosongkan. Oleh sebab itu gadis itu mencintaimu.  

Origen mengatakan Wangi dari minyakmu lebih dari segala wewangian. Ini menunjukkan kepada hukum taurat, hukum Nabi. Gal 4:1 belum dewasa. Maksudnya adalah menandakan itu harus di tumbuhkan dan di dewasakan sehingga siap menjadi istri. Ketika penggenapan itu tiba, mempelai laki-laki itu dewasa maka Bapa mengutus Dia dan di urapi oleh Roh Kudus. Jadi, minyak itu di tunjukkan sebagai minyak urapan. Gal 4:4 setelah genap waktunya baru Ia datang; 1 Yoh 4:9 Allah mengutus Anaknya yang Tunggal. Setelah genap waktunya Dia di urapi oleh Roh Kudus

  1. Mengurapi Maria
  2. Waktu Yesus di Baptis

Kata Origen minyak yang harum menunjukkan Roh Kudus (minyak yang wangi). Lalu mengurapi Sang Anak. Kis 10:38 bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus. Wanginya itu, minyak itu menjelaskan tentang karunia-karunia dari Roh Kudus. 2 Kor 2:15-17 di dalam diri Yesus itu ada keharuman dan keharuman inilah yang harus terpancar bagi orang percaya dalam bentuk karunia-karunia dari Roh Kudus. Origen mengatakan Roh Kudus mengurapi Kristus berarti Ia memperoleh wewangian itu. karena Kristus itu adalah jembatan antara manusia maka Dialah yang menyatukan kembali, berarti wewangian itu berada dalam diri pengantin perempuan.

            Wewangian Mur yang di persembahkan oleh orang majus itu menunjukkan kematiannya. Kemenyang menandakan doa Dia kepada Bapa, makanya dalam PL itu kalau berdoa mengunakan kemenyang. Bagaimana Dia bisa wangi di hadapan Bapa? Kematiannya. Oleh sebab itu, minyak itu harus di tuang sampai habis/di kosongkan. Di kosongkan artinya Dia harus mengambil rupa seorang Hamba, Fil 2:6 artinya minyak itu sekarang bisa di curahkan/semprot. Kalau Dia tidak jadi manusia maka wewangian itu tidak akan terpancar. Minyak yang di tumpahkan ini merupakan symbol inkarnasi Kristus.

            Di katakan sehingga semua para Gadis mengasihimu. Ibarat seorang pria tampan yang memakai wewangian yang menarik hati setiap wanita yang di lewatinya. Ini menandakan bahwa Kristus itu merupakan wewangian yang menarik setiap orang. Wewangian ini di sebut sebagai kedatangannya, penebusannya, kasihnya dan itu yang membuat menarik semua orang. Ketika tiba kedatangannya maka kita harus menyambutnya dengan berlari/semangat 1 Kor 9:24 larilah mengikuti pewangian itu. pewangian itu menarik kesukaan orang karena harumnya. Pertanyaanya, apakah kita bisa mencium bau harum Kristus itu? 2 Kor 2:15-16 wewangian itu adalah wewangian kehidupan karena dari Roh Kudus.

Ayat 4:

  מָשְׁכֵ֖נִי אַחֲרֶ֣יךָ נָּר֑וּצָה הֱבִיאַ֙נִי הַמֶּ֜לֶךְ חֲדָרָ֗יו נָגִ֤ילָה וְנִשְׂמְחָה֙ בָּ֔ךְ נַזְכִּ֤ירָה דֹדֶ֙יךָ֙ מִיַּ֔יִן מֵישָׁרִ֖ים אֲהֵבֽוּךָ׃ (Cant. 1:4 WTT)

Terjemahan Literal: bergegas, tariklah aku kedalam kamarmu ya Raja. aku bersukacita karenamu. cintamu lebih baik dari anggur, sehingga gadis-gadis mencintaimu.

Draw me after you, let us make haste. The king has brought me into his chambers. We will exult and rejoice in you; we will extol your love more than wine; rightly do they love you. (Cant. 1:4 RSV)

Origen mengatakan bahwa Nama-Mu adalah seperti bau wangi salep yang sudah di tumpahkan/di kosongkan/keluar. Oleh karena itu, gadis-gadis itu mencintaimu, mereka telah di tarik oleh bau wangimu. Kami hendak lari setelah engkau ke dalam wangi dari salep anda. Perkataan ini suatu nubuatan tertentu, yang diucapkan oleh mempelai perempuan sendiri mengenai Kristus, yang menyatakan bahwa pada kedatangan Tuhan dan Juruselamat kita, nama-Nya harus tersebar di seluruh dunia, sehingga menjadikannya sebuah bau rasa manis di setiap tempat;  sebagaimana Rasul juga berkata: kami adalah bau yang baik dari Kristus di setiap tempat; yang satu memang bau kematian sampai mati, dan kepada yang lain bau hidup kepada kehidupan. Apa maksudnya? Kristus telah mengosongkan diriNya sebagai bukti kasihnya, para gadis itu telah melakukan bagiannya sehingga mereka mengatakan mereka telah di perbahariu dari hari kehari karena mereka mengenakan manusia baru. kapan mereka mengenakan manusia baru itu? Setelah bertobat dan di babtis. Di ikutkan di kubur dan kebangkitan Kristus.

Allah mengosongkan dirinya. Saat itu namaNya salep. Salep itu guna untuk mengobati. Dan kita ketahui bahwa Allah tidak hanya berdiam dalam terang yang tidak terhampiri  dan tinggal dalam rupa Allah. tetapi Allah sendiri datang kedunia dan menjadi daging, itulah bukti kasihNya, dan kebaikan jiwa kita dan kita menerima Firman Allah itu menurut ukuran kapasitas dan imannya. Dikatakan gadis-gadis itu tertarik padaNya artinya mereka berebut untuk menarik bau wangiNya yang adalah Firman Allah untuk memulihkan jiwa mereka dan di katakan “kedalam kamar” artinya mereka menarik Firman itu dan membawanya kedalam pikiran sehingga mereka mengalami kenikmatan bau wangi yang rasanya manis.

ketika mereka telah menerima wangi dari salep-Nya dan menggenggamnya sehingga pada akhirnya itulah alasan untuk kedatangan-Nya; motif penebusan dan nafsu, dan kasihNya tidak berubah bahkan sampai mati di salib bagi keselamatan semua orang, maka jiwa yang ditarik oleh semua ini karena bau yang ilahi dan bau parfum dan menjadi penuh dengan semangat dan kita harus berlari mengejar-Nya dan bergegas mengejar bau rasa manis, bukan pada kecepatan lambat, atau dengan langkah tertinggal, tetapi dengan cepat dan dengan semua kecepatan yang mereka bisa; seperti Paulus mengatakan berlari-lari untuk mendapatkan salep yang dikosongkan itu. itu sebabnya di katakan “karena bau wanginya gadis-gadis itu jatuh cinta dan mereka menarik bau wangian itu.

Kata gadis-gadis ini merujuk pada Gereja yang merupakan satu Gereja yang di sempurnakan. Kemudian, Gereja menarik Kristus melalui Iman. Tetapi Kristus mengatakan dalam Matt. 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Di Tarik oleh Iman mereka dan di panggil oleh kesatuan pikiran mereka. Jadi, kalau kita interpretasikan bahwa mereka mengambil bagiannya yang mengacu pada jiwa yang telah di perintahkan dalam etika dan kemudian mempraktekkan filsafat alam. Demikian Firman Allah ditarik di bawa kedalam pikiran (Nous). Di katakana dalam Matius 18:20 di katakana tadi Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Artinya apa? Yesus/Firman bersedia untuk di Tarik dan ketika satu dua orang berkumpul dalam namaNya, Ia akan datang dengan senang hati untuk menginstruksikan jiwa. Pertanyaan bagi kita, jika Nama-Nya adalah seperti bau wangi salep yang sudah di tumpahkan/di kosongkan/keluar. Origen mengatakan ketika mereka mendapatkannya di bawa oleh kebajikan. Apa yang membuat gadis ini begitu semangat? Karena adanya kerinduan dan cinta dan kerinduan mereka yang membuat mereka semangat untuk berlari mendapatkan bau wangian itu. mereka berusaha mengikatkan diri mereka dengan-Nya dengan ikatan cinta sehingga mereka Bersatu. Seperti yang di katakana Yesus bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; Jn. 14:11 ITB artinya adanya sinergi sehingga mereka menjadi satu. Jadi ini merupakan bagaimana Gereja mengikatkan dirinya dengan Kristus sehingga mereka merasakan keharuman dari salep mempelai laki-laki itu sehingga mereka di sempurnakan. Ia mengakui bahwa Gadis/Gereja itu perlu berlari dan mengambil langkah maju, supaya setiap yang hidup di bawah hukum taurat di bawa kepada hukum Kristus sehingga mereka yang tidak memiliki hukum taurat, selamat (menerima aromanya). Apa yang di lakukan ketika mereka mendengar Firman Allah dengan pendengaran, pandangan, sentuhan mereka? Itu sesuai kapasitas mereka.  Dengan Firman yang hidup kita telah melihat kemuliaanNya dan mendapat keselamatan ketika telah mencicipi Firman Allah, dagingNya, dan roti yang turun dari sorga. Dan dengan cara ini dia yang telah mencapai puncak kesempurnaan dan ucapan akan senang dengan Firman Allah dalam segala Indra-nya.

kepada mereka yang dilahirkan kembali dari benih yang tidak dapat binasa, dia membuat susu tanpa polos; sementara bagi mereka yang lemah dalam rasa hormat dia menawarkan dirinya seperti penyembuhan herbal dalam ramah dan keramahan yang ramah Rasul Paulus mengatakan indra/batin (Nous) ini harus di latih untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat. Di katakana jika matamu terang maka teranglah seluruh tubuhmu demikian sebaliknya jika matamu gelap maka gelaplah seluruh tubuhmu.

Aroma yang di cium oleh para gadis dari mempelai laki-laki merupakan aroma Ilahi yang di sebut manusia interior. Manusia adalah bau yang baik bagi Kristus, kehidupan ke kehidupan, tetapi kepada orang lain bau kematian kepada Kematian. Aroma bau wangi salep Kristus ini terpancar ketika Dia mati dan bangkit naik ke surga. Bagi seorang bisnis mengatakan mengatakan bahwa ada medikamen tertentu pada bau yang beberapa hewan mati seketika; sedangkan yang lainnya dengan bau yang sama segar dan diberi kehidupan. saleb merupakan obat luka begitu juga Yesus datang untuk memberi salep bagi manusia yang terluka (berdosa), sekaligus Dia yang menjadi salep tersebut.

            Efek dari bau ini dari Kidung Agung dari kematian sampai mati-dari kematian ketidakpercayaan, yaitu untuk mengatakan, sampai kematian penghakiman Tetapi bagi mereka yang mengikuti terkemuka mereka halus rohani dan merasakan bahwa ada kebenaran yang lebih besar ini adalah cara memahami kebenaran yang menuntun pada Allah. Dan di katakana lagi: barang siapa yang memiliki telinga hendaklah ia mendengar! Mendengar ini maksudnya adalah mendengar Firman Kristus, Karena oleh kejahatan ini perselisihan dan membual tidak hanya penglihatan batin dibutakan, tetapi indera penciuman juga tertutup dan kekuatan pendengaran berhenti, ada yang baik alasan untuk ketidakmampuannya baik untuk mendengar dan melihat hal-hal rohani, atau untuk memahami bau Kristus yang gadis cium dengan indera penciuman Sehat dan kuat, dirasakan, yang sekarang berjalan setelah dia ke arah bau salep-nya dan, ketika mereka berlari, dikuatkan oleh bau manisnya.

            Jika Dia tidak mengosongkan salep/diriNya yaitu kepenuhan Roh ilahi dan merendahkan diriNya bahkan bentuk hamba, tidak ada seorangpun yang dapat menerima Dia dalam kepenuhan Ketuhanan.

Aplikasi:

Dari pembahasan di atas, setelah saya pelajari baik-baik sangatlah menarik. Secara personal bahwasanya bagian ini berbicara kedekatan hubungan Gereja dengan Kristus. Namun menyadarkan saya bagaimana hubungan saya dengan Kristus karena saya adalah bagian dari Gereja itu sendiri. Dimana mempelai perempuan itu sangat menantikan sang Kristus. Lalu saya aplikasikan dalam diri saya bahwa selama ini hubungan dengan Kristus tidak begitu intim, bukan seperti mempelai perempuan tersebut. Dari sini saya belajar untuk memperbaiki keintiman saya dengan Kristus karena di dalam Kristus ada kepenuhan. Saya akan menariknya dan membawa ke dalam Nous saya sehingga saya di sempurnakan melalui Diaa dan saya terus di perbaharui olehnya sehingga sampai pada Theosis.

Aplikasinya, marilah kita terus menantikan Kristus sama seperti yang di lakukan oleh mempelai perempuan itu dan hendaklah ketika kita mendengar FirmanNya maka kita menariknya kedalam Nous kita karena di dalam Dia ada keselamatan. Kristus telah mati magi kita dan menyebarkan keharumannya dan mari kita berlari-lari dengan semangat dan kerjakan bagian kita untuk memperoleh mahkota seperti yang di katakan oleh Rasul Paulus. Amin

Nous Allah dan Kristus

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VIII

M.K                 : Studi PB 5 (Ibrani-Wahyu)

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Catatan 3-4 (02-03-20)

Nous Allah dan Kristus

1 Kor 2:16

Lapisan pertama adalah Sarkic: di buat syntactic Formnya supaya kita tahu subject dan predicatenya

Subject & Predicate:

τίς ἔγνω νοῦν

     κυρίου

ὃς συμβιβάσει αὐτόν

ἡμεῖς ἔχομεν νοῦν

Χριστοῦ.

Kedua subject & predicate ini di hubungkan oleh δὲ

Terjemahan literal:

τίς γὰρ ἔγνω νοῦν κυρίου, ὃς συμβιβάσει αὐτόν; ἡμεῖς δὲ νοῦν Χριστοῦ ἔχομεν. (1 Cor. 2:16 GNT)

  • teks ini ibarat tubuh kita di mana ada Roh dan jiwa lalu menuntun kita kepada Kristus (anagogic).

Siapakah yang mengetahui nous Tuhan

            Yang menasehati Dia

RSV: sebab siapa mengetahui Nous Tuhan sehingga memberi perintah kepada Dia? tetapi kami memiliki Nous Kristus.

NKJ: sebab siapakah menasehati Dia, telah (aorist/lampau) mengetahui Nous Tuhan (artinya dari dulu sampai sekarang tidak tahu pikiran Allah). Tetapi kami memiliki Nous Kristus. Kata memiliki ini merupakan instantaneous present (nyata).

Untuk lebih mengerti, contoh: Roma 1:17

NKJ: Orang benar akan hidup

                                       Oleh/karena iman

RSV: orang yang di benarkan akan hidup

                        Karena imannya

Terjemahan kita tergantung pada syntactic formnya.

Syntactic Point:

  1. sebab siapakah yang menasehati telah mengetahui Nous Tuhan
  2. tetapi kami memiliki Nous Kristus

content historinya dalam 1 Kor 2:6-16 gereja di korintus itu sedang mengalami perpecahan sebab kesalah pahaman pemberitaan injil. Rasul Paulus menuliskan untuk meluruskan kesalah pahaman

konteks yang di bicarakan Paulus adalah:

  1. kesalahpahaman tentang pesan Injil 1:18—3:4
  2. kesalahpahaman tentang Injil Rasul 3:5—4:5
  3. kesalahpahaman tentang pelayanan Paulus 4:6–21.

Penulis kitab ini adalah St. Paulus, rasul kepada orang bukan Israel dan pendiri gereja di Korintus (Kis. 18:1 – 11), adalah penulis yang tak terbantahkan dari surat ini.

Tanggal pertama Korintus mungkin ditulis dari Efesus di sekitar AD 55, selama perjalanan misionaris ketiga Paulus (Kis. 19:1 – 20:1).

Tema utama persekutuan dengan Allah versus persekutuan dengan kegelapan. Kita diciptakan untuk persekutuan (gr. koinonia) dengan Allah dan satu sama lain. Koinonia secara konkret berpengalaman dalam kehidupan gereja, yang merupakan tubuh Kristus dan Bait Suci Roh Kudus. Tapi Komuni tidak otomatis; kita mengejarnya. Dan sementara kita dapat bekerja sama dengan kejahatan, kita diciptakan untuk bekerja sama dengan Allah dan dengan satu sama lain.

Subtema dari surat ini ditemukan di bagian yang Paulus tulis untuk menjawab masalah atau keprihatinan spesifik di gereja.

  1. Factionalism (1:10–3:23)
  2. Civil lawsuits (4:1–216:1–8)
  3. Sexual immorality (5:1–136:9–7:40)
  4. Meat sacrificed to idols (8:1–9:27)
  5. Eucharistic theology and practice (10:1–11:34)
  6. Spiritual gifts (12:1–14:40)
  7. Resurrection life (15:1–16:24)

Latar belakang terdapat beberapa masalah di dalam jemaat Korintus yang mana Paulus menanggapi dalam Surat ini. Masalah ini meliputi:

(a) perpecahan gereja. Banyak orang Kristen Korintus telah dipecah menjadi beberapa faksi berdasarkan kesetiaan yang tidak patut kepada para pemimpin Kristen tertentu (1:12).

(b) spekulasi doktrinal. Ajaran yang keliru berkembang di Korintus, terutama yang dari berbagai Gnostik.

(c) kegagalan moral. Gereja Korintus, bebas dari penganiayaan, menjadi lemah secara rohani dan menyerah pada kegagalan moral kota ini terkenal.

(d) berurusan dengan agama pagan. Orang Kristen di Korintus tidak dapat menyepakati bagaimana menanggapi penyembahan berhala.

(e) mementingkan diri sendiri dan karunia rohani. Korintus dianugerahi dengan cemerlang karunia rohani, mungkin sebagai kontra Roh Kudus kepada hedonisme di sana. Tetapi mementingkan diri sendiri dari mereka yang berbakat mendatangkan aib kepada Allah.

Bukti internal 1 dan 2 Korintus mengindikasikan Paulus awalnya menulis dua Surat tambahan kepada jemaat Korintus yang sekarang telah hilang: satu sebelum 1 Korintus (Lihat 5:9 – 11) dan satu di antara 1 dan 2 Korintus (surat yang “penuh dukacita”; Lihat 2Co 2:4 – 11; 7:8). Masalah di Korintus tidak cepat atau mudah dipecahkan.

Lapisan kedua adalah Noetic: Roh dan Jiwa dari teks tersebut.

Semantic content:

  1. (Christ centered) à interaksi dengan teks lain = the bible punya satu skophos à karena semua kitab suci datang dari satu pengarang, satu tujuan dimana Roh Kudus yang menyelesaikan teks ini sehingga semua bagian kitab suci saling berkaitan. Waktu kitab ini di tulis walaupun ada tujuan yang berbeda-beda tapi punya satu pesan yang sama maka untuk mengerti satu bagian yang khusus maka kita bisa kembali lagi ayat itu bisa di interpretasikan dengan teks-teks lainnya. Pertama, Fungsinya alkitab menafsirkan alkitab.
  2. (Ecclesial) à alkitab ini hadir untuk kepentingan gereja. Mengapa gereja? Karena Gereja yang punya alkitab misalnya gereja Roma ataupun gereja korintus dulu baru ada surat. Lalu gereja inilah yang berkonsultasi dalam 1 Pet 1:20-21 nubuat itu berasal dari Allah bukan di tafsirman oleh manusia.
  3. sebab siapakah yang menasehati telah mengetahui Nous Tuhan

τίς γὰρ ἔγνω νοῦν κυρίου, ὃς συμβιβάσει αὐτόν; Di kutip oleh Rasul Paulus dari Kitab Yesaya 40:13. Di LAI di katakana Roh Tuhan tapi dalam septuaginta di terjemahkan sebagai Nous Tuhan. Dalam Roma 11:34. Kutipan ini hendak menjelaskan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui nous Allah sebab Allah itu jauh melampauhi kapasitas nous manusia. Tidak ada yang dapat mengetahui pikiran Allah sebab Allah adalah misteri. Dalam Yoh 1:18 Rasul Yohanes mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang melihat Allah kecuali Anak yang menyatakannya. Evagrius mengatakan Allah tidak dapat dipahami oleh pikiran. Jika Dia bisa di pahami maka Dia bukan Allah. itu sebabnya Dia di katakan Allah yang misteri.

  1. tetapi kami memiliki Nous Kristus

apa itu Nous Kristus? Allah Bapa itu tidak bisa di kenal kecuali melalui Sang Anak yaitu Yesus Kristus. Apa yang di katakana Yesus itu keluar dari Bapa karena Bapa dan Anak satu substansi.

pikiran Kristus itu menunjukkan Bapa artinya kita memiliki Bapa dalam Kristus di dalam Kristus. Walaupun Allah itu misteri namun di lain sisi dekat karena kita memiliki Nous Kristus. Allah yang misteri itu bisa kita tahu sebagian melalui Kristus tetapi apa yang kita ketahui itupus sebuah misteri.

Ware mengatakan, “Allah ini misteri pada saat yang sama secara unik dekat dengan kita, mengisi segala sesuatu, sekarang di mana-mana di sekitar kita dan dalam diri kita. Dan Ia hadir, bukan hanya sebagai atmosfer atau tak bernama kekuatan, tetapi dengan cara pribadi. Allah yang jauh melampaui pemahaman kita menyatakan diri-Nya kepada kita sebagai orang: Dia memanggil kita masing-masing dengan nama kita dan kita menjawabnya. Antara diri kita dan Allah yang transenden ada hubungan kasih, serupa dalam jenis yang antara kita masing-masing dan manusia lain itu tersayang kepada kita. Kita mengenal manusia lain melalui kasih kita bagi mereka, dan melalui mereka bagi kita. Demikianlah juga dengan Allah “

St. John Chrysostom menyatakan bahwa hal-hal yang berasal dari Allah dinyatakan oleh Kristus kepada orang percaya namun tidak semua hal ilahi melainkan hal-hal spiritual saja (Catena Aurea). Rasul Paulus menyatakan, “Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Kor 2:9). Rasul Yohanes menyatakan bahwa hal-hal spiritual ini adalah hal-hal yang menuntun manusia kepada hidup kekal yaitu bagaimana manusia bisa bersekutu atau menyatu dengan Bapa dan Anak (lihat 1 Yoh 1:1-4). Jadi, ketika Rasul Paulus menulis kami memiliki Nous Kristus ini artinya kami memiliki Nous Allah yaitu hal-hal yang menuntun kepada hidup kekal atau menyatu dengan Dia dan ini adalah sesuatu yang masih misteri karena belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga kita (lihat juga 1 Kor 13:12). St. Oecumenius menyatakan, “Pikiran Kristus” merujuk pada Bapa. Paulus mengatakan bahwa kita memiliki Bapa Kristus di dalam kita ” (Catena Aurea).

      Kita memiliki Nous Kristus melalui Roh Kudus. Ware menyatakan ini adalah pengenalan akan Allah yang seimbang antara apa yang misteri dan yang disingkapkan kepada kita: “untuk menunjuk pada tremendum mysterium, kita perlu menggunakan negatif serta pernyataan afirmatif, mengatakan apa yang Allah bukan bukan apa yang dia. Tanpa menggunakan cara negasi, dari apa yang disebut pendekatan apophatic, pembicaraan kita tentang Allah menjadi sangat menyesatkan. Semua yang kita menegaskan mengenai Allah, betapapun benar, jatuh jauh dari kebenaran yang hidup. Jika kita mengatakan bahwa dia baik atau adil, kita harus sekaligus menambahkan bahwa kebaikan atau keadilan-nya tidak diukur oleh standar manusia kita. Jika kita mengatakan bahwa dia ada, kita harus memenuhi syarat ini segera dengan menambahkan bahwa dia bukan satu objek yang ada di antara banyak orang, bahwa dalam kasusnya kata “ada” memiliki signifikansi yang unik. Jadi cara penegasan diimbangi dengan cara negasi ” (the Orthodox way) berbicara tentang Allah sebagai misteri, kita dibawa ke kedua “kutub.” Allah tersembunyi dari kita, tetapi ia juga diungkapkan kepada kita: diungkapkan sebagai orang dan sebagai kasih yaitu Yesus Kristus.

Personalnya sebab itu belajar teologi (mengenal Allah) adalah untuk mengalami pertobatan setiap hari yaitu pengudusan hidup untuk menjadi semakin serupa dengan Anak-Nya.

God As Trinity

Nama               : Suriani Waruwu

Semester         : VIII

M.K                 : Dogmatika 5

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Ke 3 & 4

God As Trinity

Bapalah harapan saya, Anak dan Roh Kuduslah perlindungan saya, Holy Trinity, kemuliaan bagimu. (doa dari St. Ioannikios)

Trinitas, yang tidak diciptakan dan tanpa awal, tak terbagi kesatuan, tiga dan satu, Bapa, anak dan Roh, satu Allah: Terimalah ini nyanyian pujian kita dari lidah dari tanah liat seolah-olah dari mulut api. (From the Lenten Triodion)

Allah sebagai saling mengasihi

Allah yang kita imani adalah yang menyatakan dirinya dan penyataan diri Allah itulah energiNya. Kalau dia person and love maka adanya personal relationship. Dan kita menemukan Allah yang misteri itu dalam iman.

Kalau kita percaya pada satu Allah. kita percaya bahwa Allah itu satu adalah pada kepercayaan. Sehingga Allah yang kita percaya itu satu tapi tiga. Ini menunjukkan bahwa Allah yang kita percaya, bukan hanya satu kesatuan tapi satu kesatuan di dalam komunitas. Dia bukan satu pribadi tunggal tapi satu komunitas. Dia tiga dalam satu kesatuan, tiga pribadi yang setara atau seimbang dimana satu mendiami yang lain. Ngapain? Untuk saling mengasihi. Makanya di katakan Allah itu kasih. Salah satu puisi “aku berpikir maka aku ada. Tapi aku kasih maka aku ada. Sehingga di dalam tiga pribadi dalam satu kesatuan ada hubungan kasih (perichoresis) contoh dalam Yoh 17:21. Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Satu pertanyaan mengapa kita percaya bahwa Allah itu satu tapi tiga. Kalau kita pikir secara logika maka lebih mudah bagi kita Allah itu satu dan satu dari pada Allah itu satu tapi tiga. Kebanyakan orang tersesat karena mereka tidak percaya pada Allah itu satu tapi tiga. Seperti orang muslim, mereka tidak dapat terima dengan akal mereka.

Tritunggal merupakan salib yang kita pikul yang kamu harus jelasin kepada semua orang. Karena menjelaskan ini tidak gampang. Namun were berkata kita butuh pertobatan. Sebelum kita menjelaskan kepada orang lain maka kita terlebih dahulu kita mengalaminya dari sisi kacamata iman kita. Sebab Allah itu misteri dan bisa saja kita salah menjelaskan, oleh karena itu kita perlu berhati-hati.

  1. Kalau dia sebagai person jangan di artikan sebagai pribadi seperti diri kita, bukan. Karena itu yang di namakan kasih yang egosentris
  2. Ke dua tentang kasih. Kalau Allah itu person lalu tiga person itu ngapain? Saling mendiami. Namun kalau dia di bilang Allah itu kasih maka ini dalam bentuk hubungan. Yang Namanya kasih itu ada relasi dengan orang lain. Oleh sebab itu kalau Allah di katakan 3 person and love maka harus saling mengasihi. Kalau Allah itu hanya tunggal bukan tiga maka tidak ada kasih karena memerlukan hubungan.      

Bapa gurun mengatakan salah seorang saudara pernah datang untuk berbicara dengan Abba Joseph dari Panepho. Dan mengatakan Abba, “kata para pengunjung”, menurut kekuatan saya, saya mengamati aturan sederhana doa dan puasa, membaca dan membungkam, dan sejauh yang saya dapat saya jaga diri saya murni dalam pikiran saya. Apa lagi yang bisa saya lakukan? ‘ Sebagai jawaban, Abba Joseph bangkit ke kaki-Nya dan mengangkat tangannya ke arah langit; dan jari-jarinya menjadi sepuluh obor yang menyala-nyala. Dan pria tua itu berkata kepadanya: ‘ jika Anda menginginkannya, Anda dapat menjadi sepenuhnya seperti nyala api. ‘ Jika gambar dari nyala api hidup ini membantu kita untuk memahami sifat manusia pada puncaknya, Dapatkah itu tidak juga diterapkan kepada Allah? Ketiga pribadi Tritunggal adalah sepenuhnya seperti nyala api. Tapi pada akhirnya yang paling menyesatkan ikon adalah untuk ditemukan, bukan di dunia fisik di luar kita, tetapi dalam hati manusia. Analogi terbaik adalah bahwa dengan yang kita mulai: pengalaman kita peduli intens untuk orang lain, dan mengetahui bahwa cinta kita dikembalikan.

Three Persons in One Essence

Tiga pribadi dalam satu esensi

Kata person ini jangan samakan dengan individu kita. Ini bukan person secara psikologi. Dalam Yoh 10:30 Aku dan Bapa satu. menariknya kalau di lihat di Bahasa Yunaninya bahwa kata satu itu neuter artinya beragam, bandingkan 1 Kor 8:6 disini dikatakan fungsinya masculine. Bagi kita satu Allah sebab hanya ada satu Bapa. Jadi Allah itu Esa. Kenapa? Eis itu satu (eis theos) satu Allah yaitu Bapa. Allah yang Esa itulah yang di sebut one essence. Eis itu menunjuk kepada Bapa dan personnya adalah Bapa. Dalam Yoh 10:30 tadi mengatakan Aku dan Bapa adalah satu. Kata satu ini adalah neuter dan kata Aku ini adalah Kristus. Kata satu ini menunjukkan essenceNya. Di dalam Allah yang Esa itu adalah Bapa. Bapa itu adalah Allah yang Esa. Dalam Bahasa aslinya kata satu eis dan masculine menunjuk pada Bapa yang satu pribadi dan juga Allah yang satu.dan Allah yang satu itulah yang di sebut God head. Jadi three persons itu adalah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Sedangkan one essence yaitu God head yang kita sebut Bapa atau Allah yang Esa.

Menurut gereja timur dan barat: Orang latin memulai dari esensi Allah yang satu, dan dalam esensi Allah yang satu ini terdapat, Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang kadang-kadang di ilustrasi bahwa satu payung melindungi 3 orang. Atau satu rumah yang memiliki 3 penghuni. Sedangkan umat Gereja timur memulai dengan hypostasis. Jadi umat latin memulai dari kesatuan esensi (Allah itu Esa sebab ada esensi yang satu) umat Orthodox pula memulai dari ke Esa’an Hypostasis Sang Bapa (Allah itu Esa sebab Bap aitu satu). Dan hubungan Hypostasis Firman dan Roh Allah dengan Sang Bapa yang Esa ini. Jadi dalam Allah yang Esa ini: Bapa, terdapat Firman dan Roh yang kekal.

Personal Characteristics

Dari Bapa itu muncul Anak dan Roh Kudus. Allah Bapa itulah Allah yang Esa seperti pemahaman Rasul Paulus yang mengatakan Bapa itu satu. Karena Bapa itu satu maka Allah itu satu demikian juga esensinya satu dan Allah yang satu itu sumber dari Firman. Sehingga dalam iman nicea itu mengatakan kata kuncinya adalah Bapa dengan Anak sebagai begothes love sedangkan Bapa dengan Roh Kudus sebagai proceed. Sehingga ketiganya adalah God one in essence. Father adalah sumbernya. Bapa, Anak dan Roh Kudus itu beda tapi tidak pernah terpisah (There is distinction, but never separation). Mengapa tidak terpisah? Karena mereka berbagi esensi yang sama.

Perlu kita ketahui bahwa Anak itu lahir dari manusia karena Allah bukan manusia yang dapat melahirkan. St. Gregory of Nissa mengatakan semua itu adalah Bapa dan segala sesuatu berasal dari Dia tetapi kita melihat pewahyuan itu dalam Anak. Sehingga apa yang di miliki oleh Bapa maka anak juga memilikinya. Seluruh keberadaan Anak tinggal di dalam Bapa begitu juga dengan sebaliknya. Dalam Kolose 2:9 di dalam Yesus berdiam sejarah jasmani seluruh kepenuhan ke Allahan artinya Anak tidak pernah terpisah dengan Bapa. Sekalipun Firman sudah jadi manusia maka tidak pernah terpisah dari Bapa begitu juga dengan Roh Kudus karena mereka satu kesatuan. Tritunggal itu bukan konsep tapi keberadaan diri Allah yang di Wahyukan kepada Para Rasul kepada Gereja. Tidak ada yang dapat mengajarkan tentang Allah selain Yesus dan Para Rasul yang di berikan otoritas.

Di antara yang ketiganya tetap satu nature tapi berbeda tiga pribadi. Tiga pribadi dalam satu essence tapi berbeda dala tiga pribadi tapi tidak pernah terpisah karena tiga-tiganya saling mendiami. Irenius berkata the son and the spirit two hands. Bagaimana kita merasakannya?

  1. Penciptaan. Dalam Maz 33:6 logos itu satu tangan yang satu dan nafas dari mulutnya.
  2. Inkarnasi Luk 1:35
  3. Baptisan Kristus Mat 3:16-17
  4. Transfigurasi Yesus, Mat 17:5 dan Luk 9:34
  5. Di dalam perjamuan kudus.
  6. Dalam doa

Living the trinity

Doa adalah tindakan (Tito Colliander). Apakah doa yang murni itu? Doa yang singkat dalam kata tetapi berlimpah dalam tindakan. Para Bapa padang gurun mengatakan jika tindakan Anda tidak melebihi permohonan Anda, maka doa Anda adalah perkataan belaka, dan benih keturunan tangan tidak ada di dalam mereka. Jika doa harus ditransmutasikan menjadi tindakan, maka iman Trinitarian ini yang memberitahu semua doa kita, juga dinyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Segera sebelum membaca syahadat dalam liturgi Ekaristi, kita mengatakan perkataan ini: marilah kita saling mengasihi, sehingga kita boleh dengan satu pikiran mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus, Trinitas yang satu pada intinya dan tidak terbagi. Pengakuan iman yang tulus kepada Tuhan Tritunggal dapat dibuat hanya oleh mereka yang telah serupa dengan Trinitas, menunjukkan kasih yang saling berhadapan satu sama lain. Ada hubungan integral antara kasih kita satu sama lain dan iman kita di dalam Trinitas: yang pertama adalah prasyarat untuk yang kedua, dan kedua memberikan kekuatan penuh dan makna yang pertama. Amin.

Allah itu misteri

Nama               : Suriani Waruwu

Matakuliah      : Dogmatika Lima

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya, S.S

Tugas               : Catatan Pertama & kedua

PERTEMUAN PERTAMA:

ALLAH ITU MISTERI

Tidak dikenal dan belum terkenal.

Apa artinya misteri, Rasul Paulus mengatakan dalam 2 Korintus 6: 9 Tuhan tidak bisa ditangkap oleh pikiran. Jika Dia bisa dipahami, Dia tidak akan menjadi Tuhan. Evagrius dari Pontus mengatakan suatu hari beberapa saudara seiman datang untuk menemui Abba Antony, dan di antara mereka adalah Abba Joseph. Ingin menguji mereka, orang itu menyebutkan sebuah kutipan teks dari Kitab Suci, dan mulai dengan yang termuda ia bertanya kepada mereka apa artinya. Masing-masing menjelaskannya sebaik mungkin. Tetapi untuk masing-masing lelaki tua itu berkata, “Anda belum menemukan jawabannya.” Terakhir, ia berkata kepada Abba Joseph, “Dan menurut Anda apa arti teks itu?” Dia menjawab, ‘Saya tidak tahu. Lalu Abba Antony berkata, “Sungguh, Abba Joseph telah menemukan jalan, karena dia berkata: Aku tidak tahu.” The Sayings of the Father Desert

Salah seorang teman yang berbicara dengan temannya, manusia berbicara dengan Allah, dan mendekat dengan percaya diri dia berdiri di depan Dia yang diam dalam cahaya yang tidak dapat didekati. St Symeon theologia mengatakan ketika kita semakin dekat kepada Allah maka wajah Allah tidak bisa dikenal, orang bisa semakin dekat dengan Allah tetapi Dia semakin tidak di mengerti.  “Allah itu sesuatu yang jauh tetapi dekat”.

Apa atau siapa itu Allah?

Para pengembara yang menempuh Jalan spiritual, semakin ia maju, menjadi semakin sadar akan dua fakta yang bertolak belakang tentang keberbedaan namun kedekatan dengan yang Abadi. Pertama-tama, ia semakin menyadari bahwa Allah adalah misteri. Allah itu tidak terlihat, tidak dapat dibayangkan, secara radikal transenden, melampaui semua kata, melampaui semua pemahaman. ‘Tentunya si bayi yang baru lahir’, tulis George Tyrrell, seorang Katolik Roma, ‘tahu sebanyak mungkin dunia dan cara-caranya sebagaimana yang paling bijaksana dari kita dapat ketahui tentang cara-cara Allah, yang goyangannya membentang di atas langit dan bumi, waktu dan keabadian. ‘ Seorang Kristen dalam tradisi Ortodoks akan setuju dengan ini sepenuhnya. Sebagaimana ditekankan oleh para Bapa Yunani, ‘Seorang Allah yang dapat dipahami bukanlah Allah.’ Artinya, Allah, yang kita klaim pahami secara lengkap melalui sumber daya dari otak kita yang berpikir ternyata tidak lebih dari seorang idola, yang diciptakan menurut citra kita sendiri. ‘Allah’ seperti itu secara empati bukan Allah yang benar dan hidup dari Alkitab dan Gereja.

Man is man in God’s Image

Manusia diciptakan menurut gambar Allah, tetapi kebalikannya tidak benar. Namun, di tempat kedua, Allah yang Misteri ini sekaligus unik dekat dengan kita, mengisi semua hal, hadir di mana-mana di sekitar kita dan di dalam diri kita. Dan Dia hadir, tidak hanya sebagai atmosfer atau kekuatan tanpa nama, tetapi secara pribadi. Allah yang jauh di luar pemahaman kita menyatakan dirinya kepada kita sebagai pribadi:. Dia memanggil kita masing-masing dengan nama kita dan kita menjawabnya. Antara diri kita dan Allah yang transenden ada hubungan kasih, serupa dengan hubungan antara kita masing-masing dan orang-orang lain yang paling kita sayangi. Kita mengenal manusia lain melalui kasih kita untuk mereka, dan melalui kasih mereka untuk kita. Begitu juga dengan Allah.

Dalam kata-kata Nicolas Cabasilas, Allah yang kita sembah lebih penuh kasih sayang daripada teman mana pun, lebih dari penguasa mana pun, lebih penuh kasih daripada ayah mana pun, lebih merupakan bagian dari kita daripada anggota tubuh kita sendiri, lebih penting bagi kita daripada hati kita sendiri. Maka, inilah dua ‘kutub’ dalam pengalaman manusia tentang Yang Ilahi. Allah jauh dari kita, dan lebih dekat dengan kita, daripada yang lainnya. Dan kami menemukan, secara paradoks, bahwa kedua kutub ini tidak saling membatalkan: sebaliknya, semakin kita tertarik pada satu ‘kutub’, semakin jelas kita menjadi sadar akan satu sama lain pada saat yang sama. Tuhan tumbuh semakin intim dan semakin jauh, terkenal dan belum diketahui – dikenal oleh anak terkecil, dan tidak dapat dipahami oleh para teolog paling cemerlang. Allah berdiam di ‘cahaya yang tidak dapat didekati’, namun manusia berdiri di hadapannya dengan keyakinan penuh kasih dan memanggilNya sebagai teman. Allah adalah titik akhir dan titik awal. Dia adalah tuan rumah yang menyambut kita pada akhir perjalanan, namun Dia juga teman yang berjalan di sisi kita di setiap langkah. Seperti dikatakan Nicolas Cabasilas, “Dia adalah tempat penginapan kita untuk beristirahat selama satu malam dan akhir dari perjalanan kita.” Misteri, namun pribadi: mari kita perhatikan dua aspek ini. Allah sebagai Misteri Kecuali kita memulai dengan perasaan kagum dan takjub – dengan apa yang sering disebut rasa numinus – kita akan membuat sedikit kemajuan di Jalan. Ketika Samuel Palmer pertama kali mengunjungi William Blake, orang tua itu bertanya kepadanya bagaimana ia mendekati karya melukis. ‘Dengan rasa takut dan gemetar,’ jawab Palmer. “Kalau begitu kamu akan lakukan,” kata Blake. Para Bapa Yunani menyamakan pertemuan manusia dengan Allah dengan pengalaman seseorang berjalan di atas gunung di dalam kabut: ia mengambil langkah maju dan tiba-tiba menemukan bahwa ia berada di tepi jurang, tanpa tanah yang kokoh di bawah kakinya tetapi hanya tanpa dasar. neraka. Atau mereka menggunakan contoh seorang lelaki yang berdiri di malam hari di ruangan yang gelap: dia membuka penutup jendela, dan ketika dia melihat ke luar ada kilatan petir yang tiba-tiba, menyebabkannya terhuyung mundur, sesaat buta. Itulah efek dari berhadapan muka dengan misteri Allah yang hidup: kita diserang oleh pusing; semua pijakan yang akrab lenyap, dan sepertinya tidak ada yang bisa kita pahami; mata batin kita dibutakan, asumsi normal kita hancur. Para Bapa Gereja juga mengambil, sebagai simbol Jalan spiritual, dua tokoh Perjanjian Lama dari Abraham dan Musa. Abraham, yang masih tinggal di rumah leluhurnya di Kasdim, diberitahu oleh Allah: ‘Keluarlah dari negerimu, dan dari sanak saudaramu, dan dari rumah ayahmu, ke tanah yang akan kutunjukkan kepadamu’ (Kejadian 12: 1). Menerima panggilan ilahi, ia mencabut dirinya dari lingkungan yang sudah dikenalnya dan pergi ke tempat yang tidak diketahui, tanpa konsepsi yang jelas tentang tujuan akhirnya. Dia hanya diperintahkan, ‘Pergilah.’, dan dengan iman dia menaati.

Musa menerima dalam tiga penglihatan tentang Allah secara berurutan:

  1. Pertama ia melihat Allah dalam penglihatan cahaya di Semak Bakar (Kel. 3: 2);
  2. Melalui cahaya dan kegelapan yang bercampur,
  3. Dalam ‘tiang awan dan api’ yang menyertai orang-orang Israel melalui padang pasir (Kel. 13:21); dan kemudian: akhirnya dia bertemu dengan Tuhan dalam ‘tanpa penglihatan’, ketika dia berbicara dengannya dalam ‘kegelapan tebal’ di puncak Gunung Sinai (Kel 20:21) Abraham bepergian dari rumahnya yang akrab ke negara yang tidak dikenal; Musa berkembang dari terang ke gelap. Dan demikianlah terbukti untuk setiap orang yang mengikuti Jalan spiritual. Kita keluar dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, kita maju dari terang ke kegelapan. Kita tidak hanya melanjutkan dari kegelapan ketidaktahuan ke dalam cahaya pengetahuan, tetapi kita melangkah maju dari cahaya pengetahuan parsial menjadi pengetahuan yang lebih besar yang jauh lebih mendalam sehingga hanya dapat digambarkan sebagai ‘kegelapan ketidaktahuan’. Socrates mengatakan, kita mulai menyadari betapa sedikitnya yang kita pahami. Kita melihat bahwa bukanlah tugas agama Kristen untuk memberikan jawaban yang mudah untuk setiap pertanyaan, tetapi untuk membuat kita semakin sadar akan suatu misteri. Allah bukanlah objek dari pengetahuan kita sebagai penyebab keajaiban kita. Mengutip Mazmur 8: 1, ‘0 Allah kami, betapa indahnya nama-Mu di seluruh bumi’, Santo Gregorius dari Nyssa menyatakan: ‘Nama Allah tidak dikenal; itu heran. ‘ Menyadari bahwa Allah jauh lebih besar daripada apa pun yang dapat kita katakan atau pikirkan tentang Dia, kita merasa perlu untuk merujuk kepadanya tidak hanya melalui pernyataan langsung tetapi melalui gambar.

Teologi kita sebagian besar bersifat simbolis. Namun simbol saja tidak cukup untuk menyampaikan transendensi dan ‘kelainan’ Allah. Untuk menunjuk pada misteri yang super, kita perlu menggunakan pernyataan negatif dan afirmatif, Tanpa menggunakan cara negasi ini, tentang apa yang disebut pendekatan apophatic, pembicaraan kita tentang Allah menjadi sangat menyesatkan. Semua yang kita tegaskan tentang Allah, betapapun benarnya, jauh dari kebenaran yang hidup. Jika kita mengatakan bahwa dia baik atau adil, kita harus segera menambahkan bahwa kebaikan atau keadilannya tidak diukur dengan standar kemanusiaan kita. Jika kita mengatakan bahwa dia ada, kita harus segera memenuhi syarat ini dengan menambahkan bahwa dia bukan satu objek, bahwa dalam kasusnya kata ‘ada’ memiliki makna yang unik. Jadi cara afirmasi diimbangi dengan cara negasi. Seperti yang dikatakan Kardinal Newman, kita terus-menerus ‘mengatakan dan tidak menunjukkan dampak positif’. Setelah menegaskan tentang Allah, kita harus melampauinya: pernyataan itu tidak benar, namun baik kata-kata itu maupun bentuk kata-kata lainnya tidak boleh mengandung kepenuhan Allah yang transenden. Jadi Jalan spiritual terbukti menjadi jalan pertobatan dalam arti yang paling radikal Metanoia, kata Yunani untuk pertobatan, secara harfiah berarti ‘perubahan pikiran’. Dalam mendekati Allah, kita harus mengubah pikiran kita, melepaskan semua cara berpikir kebiasaan kita. Kita harus bertobat bukan hanya dalam kehendak kita tetapi juga dalam kecerdasan kita. Kita perlu membalikkan perspektif interior kita, untuk berdiri piramida di atas kepalanya. Namun ‘kegelapan tebal’ yang kita masuki bersama Musa ternyata adalah kegelapan yang terang atau mempesona. Cara apofatik untuk ‘tidak tahu’ membawa kita bukan pada kekosongan tetapi pada kepenuhan. Negasi kita pada kenyataannya adalah super-afirmasi. Merusak dalam bentuk lahiriah, pendekatan apophatic adalah afirmatif dalam efek akhirnya: itu membantu kita untuk menjangkau, melampaui semua pernyataan positif atau negatif, melampaui semua bahasa dan semua pemikiran, menuju pengalaman langsung dari Allah yang hidup. Ini tersirat, memang oleh kata ‘misteri’. Dalam pengertian religius yang tepat dari istilah itu, ‘misteri’ tidak hanya menandakan persembunyian tetapi juga pengungkapan. Kata benda Yunani mysterion dikaitkan dengan kata kerja myein, yang berarti ‘menutup mata atau mulut’. Calon inisiasi ke dalam agama-agama misteri kafir pertama kali ditutup matanya dan dipimpin melalui labirin lorong; lalu tiba-tiba matanya tidak terbuka dan dia melihat, memajang sekelilingnya, lambang rahasia kultus. Jadi, dalam konteks Kristen, kita tidak memaksudkan ‘misteri’ hanya apa yang membingungkan dan misterius, sebuah teka-teki atau masalah yang tak terpecahkan. Sebaliknya, sebuah misteri adalah sesuatu yang diungkapkan untuk pemahaman kita, tetapi yang tidak pernah kita pahami secara mendalam karena itu mengarah ke kedalaman atau kegelapan Tuhan. Mata tertutup – tetapi juga terbuka. Jadi, dalam berbicara tentang Tuhan sebagai misteri, kita dibawa ke ‘tiang’ kedua kita. Allah tersembunyi dari kita, tetapi dia juga dinyatakan kepada kita: dinyatakan sebagai pribadi dan sebagai cinta. Iman kepada Tuhan sebagai Pribadi

Faith in god as person

Dalam Pengakuan Iman kita tidak mengatakan, ‘Saya percaya bahwa ada Allah’; kita berkata, ‘Saya percaya pada satu Allah’. Antara keyakinan itu dan keyakinan, ada perbedaannya yaitu mungkin bagi saya untuk percaya bahwa seseorang atau sesuatu ada, namun kepercayaan ini tidak memiliki efek praktis pada kehidupan saya. Saya dapat membuka direktori telepon untuk Wigan dan memindai nama-nama yang terekam di halaman-halamannya; dan ketika saya membaca, saya siap untuk percaya bahwa beberapa (atau bahkan sebagian besar) dari orang-orang ini benar-benar ada. Tetapi saya tidak mengenal satupun dari mereka secara pribadi, saya bahkan belum pernah mengunjungi Wigan, dan kepercayaan saya bahwa mereka ada tidak membuat perbedaan khusus bagi saya. Sebaliknya, ketika saya berkata kepada seorang teman yang sangat saya cintai, ‘Saya percaya padamu’, saya melakukan lebih dari sekadar mengekspresikan keyakinan bahwa orang ini ada. ‘Aku percaya padamu’ berarti: Aku berpaling kepadamu, aku mengandalkanmu, aku menaruh kepercayaan penuh padamu dan aku berharap padamu. Dan itulah kepercayaan kepada Allah dalam Pengakuan Iman. Jadi, iman kepada Tuhan sama sekali tidak sama dengan jenis kepastian logis yang kita dapatkan dalam geometri Euclidean. Tuhan bukanlah kesimpulan dari proses penalaran, solusi untuk masalah matematika. Percaya kepada Allah tidak berarti menerima kemungkinan keberadaannya karena hal itu telah ‘dibuktikan’ kepada kita oleh beberapa argumen teoretis, tetapi untuk menaruh kepercayaan kita pada Seseorang yang kita kenal dan cintai.

Iman bukanlah anggapan bahwa sesuatu mungkin benar, tetapi keyakinan bahwa seseorang ada di sana. Karena iman bukanlah kepastian yang logis tetapi suatu hubungan pribadi, dan karena hubungan pribadi ini masih sangat tidak lengkap dalam diri kita masing-masing dan perlu terus dikembangkan, tidak berarti mustahil bagi iman untuk hidup berdampingan dengan keraguan. Keduanya tidak saling eksklusif. Mungkin ada beberapa orang yang dengan anugerah Tuhan mempertahankan iman mereka sebagai anak kecil, memungkinkan mereka untuk menerima tanpa mempertanyakan semua yang telah diajarkan kepada mereka. Namun, sebagian besar mereka yang tinggal di Barat saat ini, sikap seperti itu tidak mungkin seseorang disana. Karena iman bukanlah kepastian yang logis tetapi suatu hubungan pribadi, dan karena hubungan pribadi ini masih sangat tidak lengkap dalam diri kita masing-masing dan perlu terus dikembangkan, untuk percaya maka kita harus membuat tangisan kita sendiri, ‘Tuhan, aku percaya: tolong ketidakpercayaanku (Markus 9:24). Bagi banyak dari kita, ini akan tetap menjadi doa terus menerus kita sampai ke gerbang maut. Namun keraguan itu sendiri tidak menandakan kurangnya iman. Ini bisa berarti sebaliknya bahwa iman kita hidup dan bertumbuh. Karena iman menyiratkan tidak berpuas diri tetapi mengambil risiko, tidak menutup diri dari hal yang tidak diketahui tetapi maju dengan berani untuk menghadapinya. Seorang Kristen Ortodoks mengutip kata-kata Uskup J.A.T. Robinson: ‘Tindakan iman adalah dialog yang konstan dengan keraguan.’ Seperti yang dikatakan dengan tepat oleh Thomas Merton, ‘Iman adalah prinsip mempertanyakan dan berjuang sebelum itu menjadi prinsip kepastian dan kedamaian.’ Maka, iman menandakan hubungan pribadi dengan Allah; hubungan yang belum lengkap dan goyah, namun tidak ada yang kurang nyata. Mengenal Allah bukan sebagai teori atau prinsip abstrak, tetapi sebagai pribadi. Mengenal seseorang jauh lebih dari sekadar mengetahui fakta tentang orang itu. Mengenal seseorang pada dasarnya adalah mengasihi dia; tidak akan ada kesadaran sejati dari orang lain tanpa kasih timbal balik. Di katakan lagi kami tidak memiliki pengetahuan asli tentang orang-orang yang kami benci. Jadi, inilah dua cara paling tidak menyesatkan untuk berbicara tentang Allah yang melampaui pemahaman kita: Dia adalah pribadi, dan Dia adalah kasih. Dan inilah dasarnya adalah dua cara untuk mengatakan hal yang sama. Cara kita masuk ke dalam misteri Allah adalah melalui kasih pribadi. Seperti kata Awan Ketidaktahuan, ‘Dia mungkin dicintai, tetapi tidak dipikirkan. Dengan kasih Dia bisa ditangkap dan dipegang, tetapi dengan berpikir tidak pernah. ‘ Sebagai indikasi samar dari kasih pribadi yang berlaku antara orang percaya dan Subjek imannya, mari kita ambil tiga contoh atau ikon verbal yang pertama adalah dari kisah martir St Polycarpus abad kedua. Para prajurit Romawi baru saja tiba untuk menangkap Uskup Polycarp yang sudah tua, dan untuk membawanya ke tempat yang dia tahu pasti kematiannya: Ketika dia mendengar bahwa mereka telah tiba, dia turun dan berbicara dengan mereka. Mereka semua kagum pada usianya yang besar dan ketenangannya, dan mereka bertanya-tanya mengapa pihak berwenang sangat ingin untuk menangkap orang tua seperti dia. Seketika itu juga dia memberi perintah agar makanan dan minuman harus diletakkan di hadapan mereka, sebanyak yang mereka inginkan, meskipun terlambat; dan dia meminta mereka untuk memberinya waktu satu jam untuk berdoa tanpa gangguan. Ketika mereka setuju, dia berdiri dan berdoa, dan dia dipenuhi dengan rahmat Allah sehingga selama dua jam dia tidak bisa diam. Ketika mereka mendengarkan mereka dipenuhi dengan keheranan, dan banyak dari mereka menyesal bahwa mereka datang untuk menangkap orang tua yang suci. Dia ingat nama semua orang yang pernah dia temui, besar dan kecil, dirayakan atau tidak dikenal, dan seluruh Gereja Katolik di seluruh dunia. Jadi semua yang memakan adalah kasihnya kepada Allah, dan untuk seluruh umat manusia di dalam Allah, bahwa pada saat krisis ini, St Polycarp hanya memikirkan orang lain dan bukan tentang bahaya bagi dirinya sendiri. Ketika gubernur Romawi mengatakan kepadanya untuk menyelamatkan hidupnya dengan memungkiri Kristus, dia menjawab: ‘Delapan puluh enam tahun saya telah menjadi pelayannya, dan dia tidak melakukan kesalahan kepada saya. Lalu bagaimana saya bisa menghujat Raja saya, siapa yang menyelamatkan saya? ‘

Kedua, inilah St. Symeon, Teolog Baru pada abad ke-11, yang menggambarkan bagaimana Kristus mengungkapkan diri-Nya dalam sebuah penglihatan cahaya: Anda bersinar kepada saya dengan cahaya yang cemerlang dan sepertinya, Anda menampakkan diri kepada saya dalam keutuhan Anda seperti halnya dengan seluruh diri saya. Aku menatapmu dengan terbuka. Dan ketika saya berkata, ‘Tuan, siapa kamu?’ maka Anda senang berbicara untuk pertama kalinya dengan saya yang hilang. Dengan kelembutan apa anda berbicara kepada saya, ketika saya berdiri heran dan gemetar, ketika saya sedikit merenung dalam diri saya dan berkata: ‘Apa arti kemuliaan dan kecerahan yang menyilaukan ini? Bagaimana mungkin saya dipilih untuk menerima berkat yang begitu besar? ‘ ‘Aku adalah Allah’, jawabmu, ‘siapa yang menjadi manusia demi dirimu; dan karena kamu telah mencari Aku dengan segenap hatimu, lihatlah sejak saat ini dan seterusnya kamu akan menjadi saudaraku, pewarisku, dan temanku. ‘

Ketiga di sini adalah doa oleh seorang uskup Rusia abad ketujuh belas, St Dimitrii dari Rostov:

Datang, Terang saya, dan menerangi kegelapan saya. Datang, Hidupku, dan hidupkan aku dari kematian. Ayo, Tabibku, dan sembuhkan lukaku. Datang, Nyala api kasih ilahi, dan bakar duri dosaku, nyalakan hatiku dengan nyala api kasihmu. Ayo, Rajaku, duduklah di atas takhta hatiku dan berkuasa di sana. Karena Engkau sendiri adalah Rajaku.

PERTEMUAN KEDUA

Perjalanan Spiritual kepada Pertobatan

Perjalanan spiritual menuju pada pertobatan (metanoia) artinya perubahan dari nous. Waktu kita belajar mengenal Allah kita mengalami metanoia. Kita bertobat bukan hanya intelek saja tetapi hati kita juga. Allah yang penuh misteri itu membuat kita semakin kagum sama Dia. Allah yang melampauhi semua stepmen pikiran positif dan negatif membawa kita kepada Allah yang hidup. Allah yang kita sembah adalah Allah yang menyatakan diri sehingga kita bisa melihat dan itu membuat kita semakin kagum dengan perbuatannya. Misteri itu memang tersembunyi tapi di nyatakan/mengwahyukan diriNya dan itu sebagai wujud kasihNya.

Three “pointers”

Bagi Rasul Paulus memiliki pengalaman langsung direct experience. Pengalaman-pengalaman seperti ini semua orang mengalaminya di sekeliling kita.

Bukti kalau Allah ada:

  1. Lihatlah dunia sekelilingmu.
  2. Kita menemukan Allah itu di dalam diri kita sendiri, di dalam hati kita. Di dalam hati manusia ada satu kedalaman yang manusia cari yang melampauhi dari kekauatan Allah.
  3. Allah itu tidak bisa di buktikan dengan hubungan sesama manusia. Contohnya mengatakan I love you. Relationship menghasilkan kasih. Kasih itu timbul dari Allah. kasih itu kelihatan kalau berelasi dengan sesama.

Essence & Energies

Esensi Allah itu tidak kelihatan tapi di nyatakan namun di sisi lain energiNyalah yang beroperasi. Segala hal yang menyangkut esensiNya Allah, kita tidak bisa pahami tetapi kita dapat memahamiNya dari energiNya. St. Basil mengatakan bahwa tidak seorangpun melihat Allah atau esensiNya Allah. tetapi kita percaya karena kita mengalami energiNya.

Berbicara tentang energi ilahi, ini bukan bicara energi yang keluar dari Allah, energi Allah kayak sinar matahari, didalam diri Allah ada energi Allah dan energi itu adalah Allah, berbeda dengan manusia bahwa energi yang keluar dari diri kita bukanlah kita, Jangan membayangkan energi Allah, sepeerti mencurahkan energinya bagi manusia.

Kata maximus dari semua itu yang paling penting adalah relasi kita dengan Allah mengasihi dan di kasihi, kita tidak tahu Allah dalam esensi hanya kita tahu dalam pemeliharaannya kepada kita dengan cara ini kita bisa lihat kedalaman diri kita. 

Ketika manusia berpartisipasi di dalam Allah Dia sangat tahu. Ketika Allah pemilik kita maka kita juga tidak bisa mengatakan saya milik Allah.  Allah itu simple tidak punya bagian-bagian, Allah itu esensi dan energi juga. Allah itu tersembunyi dan mewahyukan. Hanya Allah yang dapat menyatakan keberadaanNya melalui energiNya dan Yesus Kristus. Allah itu bertindak hadir, makanya adanya kita di katakan semua itu karena kasih karunia Allah, anugerah Allah. jadi kita mengenalNya bukan dari esensiNya tapi dari energiNya dan energiNya itu berada dalam hati setiap makhluk hidup. sehingga esensi Allah itu yang kita sebut otherness sedangkan energinya di sebut nearness. Amin.

Tugas ke 9 Ibrani 1

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Ibrani 1

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-9

  1. Yer 29:7

  וְדִרְשׁ֞וּ אֶת־שְׁל֣וֹם הָעִ֗יר אֲשֶׁ֙ר הִגְלֵ֤יתִי אֶתְכֶם֙ שָׁ֔מָּה וְהִתְפַּֽלְל֥וּ בַעֲדָ֖הּ אֶל־יְהוָ֑ה כִּ֣י בִשְׁלוֹמָ֔הּ יִהְיֶ֥ה לָכֶ֖ם שָׁלֽוֹם׃ פ

But seek the welfare of the city where I have sent you into exile, and pray to the LORD on its behalf, for in its welfare you will find your welfare. (Jer. 29:7 RSV)

 But seek (  וְדִרְשׁ֞וּ) the welfare (ֶת־שְׁל֣וֹם) of the city (הָעִ֗יר) where (אֲשֶׁ֙ר) I (הִגְלֵ֤יתִ) have sent you (אֶתְכֶם֙) into exile (הִגְלֵ֤יתִ), and pray (וְהִתְפַּֽלְל֥וּ) to the LORD (אֶל־יְהוָ֑ה) on its behalf (בַעֲדָ֖הּ), for (כִּ֣י) in its welfare you (בִשְׁלוֹמָ֔הּ) will find (יִהְיֶ֥ה) your (לָכֶ֖ם) welfare (שָׁלֽוֹם). (Jer. 29:7 RSV)

Terjemahan Literal:

Dimana aku mengutus kamu dalam pembuangan disana dan berdoalah kepada kota itu kepada Tuhan sebab kedamaian itu kesejahteraan kamu juga.

  1. Kejadian. 16:5

וַתֹּ֙אמֶר שָׂרַ֣י אֶל־אַבְרָם֘ חֲמָסִ֣י עָלֶיךָ֒ אָנֹכִ֗י נָתַ֤תִּי שִׁפְחָתִי֙ בְּחֵיקֶ֔ךָ וַתֵּ֙רֶא֙ כִּ֣י הָרָ֔תָה וָאֵקַ֖ל בְּעֵינֶ֑יהָ יִשְׁפֹּ֥ט יְהוָ֖ה בֵּינִ֥י וּבֵינֶֽי֗ךָ׃

 And Sarai said to Abram, “May the wrong done to me be on you! I gave my maid to your embrace, and when she saw that she had conceived, she looked on me with contempt. May the LORD judge between you and me!” (Gen. 16:5 RSV)

And said (ַתֹּ֙אמֶר) Sarai (שָׂרַ֣י) said to Abram (ֶל־אַבְרָם֘), “May the wrong (חֲמָסִ֣י) done to me (אָנֹכִ֗י) be on you (עָלֶיךָ֒)! I gave (נָתַ֤תִּי) my maid (שִׁפְחָתִי֙) to your embrace (בְּחֵיקֶ֔ךָ), and when she saw (וַתֵּ֙רֶא֙) that (כִּ֣י) she had conceived (הָרָ֔תָה), she looked on me (וָאֵקַ֖ל) with contempt (בְּעֵינֶ֑יהָ). May the LORD judge (יִשְׁפֹּ֥ט) between you and (וּבֵינֶֽי֗ךָ) me (בֵּינִ֥י)!” (Gen. 16:5 RSV)

  1. Kej 31:44

וְעַתָּ֗ה לְכָ֛ה נִכְרְתָ֥ה בְרִ֖ית אֲנִ֣י וָאָ֑תָּה וְהָיָ֥ה לְעֵ֖ד בֵּינִ֥י וּבֵינֶֽךָ׃

 Come now, let us make a covenant, you and I; and let it be a witness between you and me.” (Gen. 31:44 RSV)

 Come now (וְעַתָּ֗ה), let us (לְכָ֛ה) make (נִכְרְתָ֥ה) a covenant (בְרִ֖ית), you and (וָאָ֑תָּה) I (אֲנִ֣י); and let it be (וְהָיָ֥ה) a witness (לְעֵ֖ד) between me (בֵּינִ֥י) you and (וּבֵינֶֽךָ) me.” (Gen. 31:44 RSV)

Terjemahan literal:

Marilah kita mengikat satu perjanjian, dan jadilah saksi antara aku dan kamu.

  1. Neh 2:17

  וָאוֹמַ֣ר אֲלֵהֶ֗ם אַתֶּ֤ם רֹאִים֙ הָרָעָה֙ אֲשֶׁ֣ר אֲנַ֣חְנוּ בָ֔הּ אֲשֶׁ֤ר יְרוּשָׁ֙לִַם֙ חֲרֵבָ֔ה וּשְׁעָרֶ֖יהָ נִצְּת֣וּ בָאֵ֑שׁ לְכ֗וּ וְנִבְנֶה֙ אֶת־חוֹמַ֣ת יְרוּשָׁלִַ֔ם וְלֹא־נִהְיֶ֥ה ע֖וֹד חֶרְפָּֽה׃

Then I said to them, “You see the trouble we are in, how Jerusalem lies in ruins with its gates burned. Come, let us build the wall of Jerusalem, that we may no longer suffer disgrace.” (Neh. 2:17 RSV)

Then I said (וָאוֹמַ֣ר) to them (אֲלֵהֶ֗ם), “You (אַתֶּ֤ם) see (רֹאִים֙) the trouble (הָרָעָה֙) we (אֲנַ֣חְנוּ) are (אֲשֶׁ֣ר) in (בָ֔הּ), how (אֲשֶׁ֤ר) Jerusalem (יְרוּשָׁ֙לִַם֙) lies in ruins (חֲרֵבָ֔ה) with its gates (וּשְׁעָרֶ֖יהָ) burned (נִצְּת֣וּ). Come, let (בָאֵ֑שׁ) us build (וְנִבְנֶה֙) the wall (אֶת־חוֹמַ֣ת) of Jerusalem (  יְרוּשָׁלִַ֔ם ) that we may no (  וְלֹא־נִהְיֶ֥ה ) longer (  ע֖וֹד ) suffer disgrace (  חֶרְפָּֽה׃).” (Neh. 2:17 RSV)

Terjemahan literal:

  1. 2 Raj. 1:6

  וַיֹּאמְר֙וּ אֵלָ֜יו אִ֣ישׁ׀ עָלָ֣ה לִקְרָאתֵ֗נוּ וַיֹּ֣אמֶר אֵלֵינוּ֘ לְכ֣וּ שׁוּבוּ֘ אֶל־הַמֶּ֣לֶךְ אֲשֶׁר־שָׁלַ֣ח אֶתְכֶם֒ וְדִבַּרְתֶּ֣ם אֵלָ֗יו כֹּ֚ה אָמַ֣ר יְהוָ֔ה הַֽמִבְּלִ֤י אֵין־אֱלֹהִים֙ בְּיִשְׂרָאֵ֔ל אַתָּ֣ה שֹׁלֵ֔חַ לִדְרֹ֕שׁ בְּבַ֥עַל זְב֖וּב אֱלֹהֵ֣י עֶקְר֑וֹן לָ֠כֵן הַמִּטָּ֞ה אֲשֶׁר־עָלִ֥יתָ שָּׁ֛ם לֹֽא־תֵרֵ֥ד מִמֶּ֖נָּה כִּֽי־מ֥וֹת תָּמֽוּת׃

And they said to him, “There came a man to meet us, and said to us, `Go back to the king who sent you, and say to him, Thus says the LORD, Is it because there is no God in Israel that you are sending to inquire of Baalzebub, the god of Ekron? Therefore you shall not come down from the bed to which you have gone, but shall surely die.'” (2 Ki. 1:6 RSV)

And they said (וַיֹּאמְר֙וּ) to him (אֵלָ֜יו), “There came (עָלָ֣ה) a man  (אִ֣ישׁ׀) to meet us (לִקְרָאתֵ֗נוּ), and said (  וַיֹּ֣אמֶר ) to us (  אֵלֵינוּ ), `Go (  לְכ֣וּ) back (    שׁוּבוּ) to the king (אֶל־הַמֶּ֣לֶךְ ) who sent (אֲשֶׁר־שָׁלַ֣ח) you (  אֶתְכֶם ), and say to him (  וְדִבַּרְתֶּ֣ם), Thus says (  כֹּ֚ה אָמַ֣ר ) the LORD (  יְהוָ֔ה ), Is it because there is no God (  אֵין־אֱלֹהִים ) in Israel (  בְּיִשְׂרָאֵ֔ל ) that you are (  אַתָּ֣ה ) sending (  שֹׁלֵ֔חַ ) to inquire ( לִדְרֹ֕שׁ) of Baalzebub (    בְּבַ֥עַל זְב֖וּב), the god (  אֱלֹהֵ֣י ) of Ekron (  עֶקְר֑וֹן ) ? Therefore you shall not come down (  לֹֽא־תֵרֵ֥ד) from him (  מִמֶּ֖נָּה) the bed (  הַמִּטָּ֞ה ) to which you have gone (  אֲשֶׁר־עָלִ֥יתָ ), but shall surely die (  כִּֽי־מ֥וֹת תָּמֽוּת׃ ).'” (2 Ki. 1:6 RSV)

  1. Bil 11:13

מֵאַ֤יִן לִי֙ בָּשָׂ֔ר לָתֵ֖ת לְכָל־הָעָ֣ם הַזֶּ֑ה כִּֽי־יִבְכּ֤וּ עָלַי֙ לֵאמֹ֔ר תְּנָה־לָּ֥נוּ בָשָׂ֖ר וְנֹאכֵֽלָה׃

Where am I to get meat to give to all this people? For they weep before me and say, `Give us meat, that we may eat.’ (Num. 11:13 RSV)

 Where (  מֵאַ֤יִן ) am I to (  לִי֙ ) get meat (  בָּשָׂ֔ר ) to give (  לָתֵ֖ת) to all this people? ( לְכָל־הָעָ֣ם הַזֶּ֑ה  ) For they weep (  כִּֽי־יִבְכּ֤וּ ) before me (  עָלַי) and say (  לֵאמֹ֔ר), `Give us (  תְּנָה־לָּ֥נוּ ) meat (  בָשָׂ֖ר ) that we may eat (  וְנֹאכֵֽלָה׃  ).’ (Num. 11:13 RSV)

  1. Maz 34:15

  ס֣וּר מֵ֭רָע וַעֲשֵׂה־ט֑וֹב בַּקֵּ֖שׁ שָׁל֣וֹם וְרָדְפֵֽהוּ׃

Depart from evil, and do good; seek peace, and pursue it.

Depart (  ס֣וּר ) from evil (  מֵ֭רָע ), and do good (  וַעֲשֵׂה־ט֑וֹב ); seek (  בַּקֵּ֖שׁ ) peace (  שָׁל֣וֹם ), and pursue it (וְרָדְפֵֽהוּ׃)

  • 2 Tawarik 20:17

  לֹ֥א לָכֶ֖ם לְהִלָּחֵ֣ם בָּזֹ֑את הִתְיַצְּב֣וּ עִמְד֡וּ וּרְא֣וּ אֶת־יְשׁוּעַת֩ יְהוָ֙ה עִמָּכֶ֜ם יְהוּדָ֣ה וִֽירוּשָׁלִַ֗ם אַל־תִּֽירְאוּ֙ וְאַל־תֵּחַ֔תּוּ מָחָר֙ צְא֣וּ לִפְנֵיהֶ֔ם וַיהוָ֖ה עִמָּכֶֽם׃

RSV  2 Chronicles 20:17 You will not need to fight in this battle; take your position, stand still, and see the victory of the LORD on your behalf, O Judah and Jerusalem.’ Fear not, and be not dismayed; tomorrow go out against them, and the LORD will be with you.”

You will not need (לֹ֥א לָכֶ֖ם) to fight (לְהִלָּחֵ֣ם) in this battle (  הִתְיַצְּב֣וּ עִמְד֡וּ) take your position, stand still (הִתְיַצְּב֣וּ עִמְד֡וּ) and see (וּרְא֣) the victory/the salvation (אֶת־יְשׁוּעַת) of the LORD on your behalf (יהוָ֙ה עִמָּכֶ֜ם) O Judah and Jerusalem (  יְהוּדָ֣ה וִֽירוּשָׁלִַ֗ם) Fear not  (  אַל־תִּֽירְאוּ) and be not dismayed (וְאַל־תֵּחַ֔תּוּ) tomorrow  (  מָחָר) o out against them (  צְא֣וּ לִפְנֵיהֶ֔ם) and the LORD will be with you (  וַיהוָ֖ה עִמָּכֶֽם׃)

  1. לֹ֥א לָכֶ֖ם à You will not need à diikuti oleh suffix (kamuà plural
  2. לְהִלָּחֵ֣ם à to fight diikuti particle preposition
  3.   בָּזֹ֑את à in this battle
  4.   הִתְיַצְּב֣וּ עִמְד֡וּ à take your position, stand still à qal imperative (perintah langsung
  5.   וּרְא֣וּ à and see à qal imperative (perintah langsung
  6.   אֶת־יְשׁוּעַת à the victory
  7.   יהוָ֙ה עִמָּכֶ֜ם à of the LORD on your behalf à diikuti suffix (your)
  8.   יְהוּדָ֣ה וִֽירוּשָׁלִַ֗ם à O Judah and Jerusalem
  9.   אַל־תִּֽירְאוּ֙ וְאַל־תֵּחַ֔תּוּ à Fear not, and be not dismayed à qal imperative
  10.   מָחָר֙ צְא֣וּ לִפְנֵיהֶ֔ם à tomorrow go out against them à diikuti oleh qal imperative (perintah langsung) dan suffix (them-plural)
  11.     וַיהוָ֖ה עִמָּכֶè and the LORD will be with you
  • Maz. 19:14

  גַּ֤ם מִזֵּדִ֙ים׀ חֲשֹׂ֬ךְ עַבְדֶּ֗ךָ אַֽל־יִמְשְׁלוּ־בִ֣י אָ֣ז אֵיתָ֑ם וְ֜נִקֵּ֗יתִי מִפֶּ֥שַֽׁע רָֽב׃  (Ps. 19:14 WTT)

back thy servant also from presumptuous sins; let them not have dominion over me! Then I shall be blameless, and innocent of great transgression. (Ps. 19:13 RSV)

also from presumptuous sins (  גַּ֤ם מִזֵּדִ֙ים׀) back thy servant  (  חֲשֹׂ֬ךְ עַבְדֶּ֗ךָ) let them not have dominion over me (  אַֽל־יִמְשְׁלוּ־בִ֣י) I shall be blameless (  אֵיתָ֑ם) and innocent (  וְ֜נִקֵּ֗יתִי) of great transgression (  מִפֶּ֥שַֽׁע רָֽב)

  1.   מִזֵּדִ֙ים à from presumptuous sinsà diikuti oleh article preposition dan kata adjective masculine singular
  2.   חֲשֹׂ֬ךְ עַבְדֶּ֗ךָ à back thy servant à kata abeodekh diikutioleh suffix à your, kata
  3. חֲשֹׂ֬ךְ  merupakan perintah langsung à diikuti qal imperative
  4.   אַֽל־יִמְשְׁלוּ־בִ֣י àlet them not have dominion over me diikuti suffix à me.  אָ֣ז merupakan kata keterangan/tambahan (adverb ) at that time
  5.   אֵיתָ֑ם à I shall be blameless à aku menjadi suci
  6.   וְ֜נִקֵּ֗יתִי èand innocent à sedang berlangsung karena diikuti waw consenc perfect
  7.   מִפֶּ֥שַֽׁע רָֽב à of great transgression
  1. Yeremia 11:6

וַיֹּ֤אמֶר יְהוָה֙ אֵלַ֔י קְרָ֙א אֶת־כָּל־הַדְּבָרִ֤ים הָאֵ֙לֶּה֙ בְּעָרֵ֣י יְהוּדָ֔ה וּבְחֻצ֥וֹת יְרוּשָׁלִַ֖ם לֵאמֹ֑ר שִׁמְע֗וּ אֶת־דִּבְרֵי֙ הַבְּרִ֣ית הַזֹּ֔את וַעֲשִׂיתֶ֖ם אוֹתָֽם׃

RSV  Jeremiah 11:6 And the LORD said to me, “Proclaim all these words in the cities of Judah, and in the streets of Jerusalem: Hear the words of this covenant and do them.

And the LORD said  (וַיֹּ֤אמֶר יְהוָה  ) to me (  אֵלַ֔י) Proclaim (  קְרָ֙א) all these words

(  אֶת־כָּל־הַדְּבָרִ֤ים הָאֵ֙לֶּה) in the cities (  בְּעָרֵ֣י) of Judah (  יְהוּדָ֔ה) and in the streets (  וּבְחֻצ֥וֹת) of Jerusalem   (יְרוּשָׁלִַ֖ם לֵאמֹ֑ר) Hear (שִׁמְע֗) the words of  (אֶת־דִּבְרֵי) covenant (  הַבְּרִ֣ית) this

 (  הַזֹּ֔את) and do them (and do them)

  1.  וַיֹּ֤אמֶר יְהוָה  à And the LORD said  à telah selesai, karena diikuti waw consenc imperfect
  1.   אֵלַ֔י à to me à diikuti oleh particle preposition suffix à me
  2.   קְרָ֙א à Proclaim à perintah lansung karena diikuti qal imperative
  3.     אֶת־כָּל־הַדְּבָרִ֤ים הָאֵ֙לֶּה à all these words
  4. בְּעָרֵ֣יà  in the cities
  5. יְהוּדָ֔הà of Judah
  6. וּבְחֻצ֥וֹתà  and in the streets
  7. יְרוּשָׁלִַ֖ם לֵאמֹ֑רà  of Jeruselem
  8.   שִׁמְע֗וּ à Hear à perintah langsung karena diikuti qal imperative
  9.   אֶת־דִּבְרֵי à the words of
  10.   הַבְּרִ֣ית à  covenant
  11.   הַזֹּ֔את à this à adjective yang berfungsi sebaga attributive
  12.   וַעֲשִׂיתֶ֖ם אוֹתָֽם à and do them à sedang berlangsung karena diikuti wawa consec perfect dan suffix (themà plural)

tugas ke 8 Ibrani 1

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Ibrani 1

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Ke 8

  1. Bilangan 22: 35

וַיֹּאמֶר֩ מַלְאַ֙ךְ יְהוָ֜ה אֶל־בִּלְעָ֗ם לֵ֚ךְ עִם־הָ֣אֲנָשִׁ֔ים וְאֶ֗פֶס אֶת־הַדָּבָ֛ר אֲשֶׁר־אֲדַבֵּ֥ר אֵלֶ֖יךָ אֹת֣וֹ תְדַבֵּ֑ר וַיֵּ֥לֶךְ בִּלְעָ֖ם עִם־שָׂרֵ֥י בָלָֽק׃

RSV  Numbers 22:35 And the angel of the LORD said to Balaam, “Go with the men; but only the word which I bid you, that shall you speak.” So Balaam went on with the princes of Balak.

Terjemahan:

  וַיֹּאמֶר֩ fayomer(And said)  מַלְאַ֙ךְ malead(the angel) yehfah יְהוָ֜ה (Lord) elbbileam אֶל־בִּלְעָ֗ם (to Balaam) led לֵ֚ךְ (go) im haanashim עם־הָ֣אֲנָשִׁ֔ים (with the men)  וְאֶ֗פֶס (but only)  אֶת־הַדָּבָ֛ר (the word)  אֲשֶׁר־אֲדַבֵּ֥ר (which I bid you)  אֵלֶ֖יךָ (that)  אֹת֣וֹ (shall)  תְדַבֵּ֑ר (you speak)  וַיֵּ֥לֶךְ (so went)  לְעָ֖ם (Balaam)  עִם־שָׂרֵ֥י (with the prince)  בָלָֽק׃  (of Balak).

  וַיֹּאמֶר֩ מַלְאַ֙ךְ יְהוָ֜ה (Num. 22:35 WTT) And the angel of the LORD

I walk  (  אֶ֭תְהַלֵּךְ ) before (  לִפְנֵ֣י ) the LORD (  יְהוָ֑ה ) in the land (  בְּ֜אַרְצ֗וֹת ) of the living (  הַֽחַיִּֽים׃)

  • Kej 17:5

וְלֹא־יִקָּרֵ֥א ע֛וֹד אֶת־שִׁמְךָ֖ אַבְרָ֑ם וְהָיָ֤ה שִׁמְךָ֙ אַבְרָהָ֔ם כִּ֛י אַב־הֲמ֥וֹן גּוֹיִ֖ם נְתַתִּֽיךָ׃

 No longer shall  be called your name Abram, but your name shall be fehayah Abraham; for I have made you netatika   אַב־הֲמ֥וֹן (Gen. 17:5 WTT) the father of a multitude of nations. (Gen. 17:5 RSV)

וְלֹא־יִקָּרֵ֥א And No longer (sebab menjelaskan nama lengkap atau nama panjang) shall ע֛וֹד אֶת־שִׁמְךָ֖ your name be Abram אַבְרָ֑ם Abram   וְהָיָ֤ה שִׁמְךָ but your name shall be אבְרָהָ֔ם Abraham   כִּ֛י for נְתַתִּֽיךָ׃ I have made you אַב־הֲמ֥וֹן the father of a multitude גּוֹיִ֖ם of nations

  • Yesaya 56: 7

  וַהֲבִיאוֹתִ֞ים אֶל־הַ֣ר קָדְשִׁ֗י וְשִׂמַּחְתִּים֙ בְּבֵ֣ית תְּפִלָּתִ֔י עוֹלֹתֵיהֶ֧ם וְזִבְחֵיהֶ֛ם לְרָצ֖וֹן עַֽל־

מִזְבְּחִ֑י כִּ֣י בֵיתִ֔י בֵּית־תְּפִלָּ֥ה יִקָּרֵ֖א לְכָל־הָעַמִּֽים׃

RSV Isaiah 56:7 these I will bring to my holy mountain, and make them joyful in my house of prayer; their burnt offerings and their sacrifices will be accepted on my altar; for my house shall be called a house of prayer for all peoples.

Terjemahan:

  וַהֲבִיאוֹתִ֞ים (and I will bring) קָדְשִׁ֗י  אֶל־הַ֣ר (to my holy mountain)  וְשִׂמַּחְתִּים֙ (and make them joyful)  בְּבֵ֣ית (In house)  תְּפִלָּתִ֔י (of my prayer)  תְּפִלָּתִ֔י (their burnt offerings korban bakaran mereka)  וְזִבְחֵיהֶ֛ם (and their sacrifices)  לְרָצ֖וֹן (will be)  עַֽל־מִזְבְּחִ֑י (accepted on my altar)  כִּ֣י (for)  בֵיתִ֔י (my house)  בֵּית־תְּפִלָּ֥ה   (of prayer)  יִקָּרֵ֖א (shall be called)  לְכָל־הָעַמִּֽים׃ (for all peoples)

  • Kej 5:24

  וַיִּתְהַלֵּ֥ךְ חֲנ֖וֹךְ אֶת־הָֽאֱלֹהִ֑ים וְאֵינֶ֕נּוּ כִּֽי־לָקַ֥ח אֹת֖וֹ אֱלֹהִֽים׃ פ (Gen. 5:24 WTT)

Enoch walked with God; and he was not, for God took him. (Gen. 5:24 RSV)

וַיִּתְהַלֵּ֥ךְ = and to walk חֲנ֖וֹךְ = enoch אֶת־הָֽאֱלֹהִ֑ים = with the God וְאֵינֶ֕נּוּ  = and nothing כִּֽי־לָקַ֥ח = becouse to take אֹת֖וֹ = with אֱלֹהִֽים׃ פ = God

dan berjalan henok dengan Allah dan tidak ada apa-apa sebab Allah

  • Mazmur 116:9

  אֶ֭תְהַלֵּךְ לִפְנֵ֣י יְהוָ֑ה בְּ֜אַרְצ֗וֹת הַֽחַיִּֽים׃  (Ps. 116:9 WTT)

 I walk before the LORD in the land of the living. (Ps. 116:9 RSV)

I walk  (  אֶ֭תְהַלֵּךְ ) before (  לִפְנֵ֣י ) the LORD (  יְהוָ֑ה ) in the land (  בְּ֜אַרְצ֗וֹת ) of the living (  הַֽחַיִּֽים׃)

  • Maz 13:2

  עַד־אָ֙נָה אָשִׁ֪ית עֵצ֡וֹת בְּנַפְשִׁ֗י יָג֣וֹן בִּלְבָבִ֣י יוֹמָ֑ם עַד־אָ֓נָה׀ יָר֖וּם אֹיְבִ֣י עָלָֽי׃

How long must I bear pain in my soul, and have sorrow in my heart all the day? How long shall my enemy be exalted over me? (Ps. 13:2 RSV)

How long (  עַד־אָ֙נָה ) must I bear (  אָשִׁ֪ית) pain (  עֵצ֡וֹת ) in my soul (  בְּנַפְשִׁ֗י ), and have sorrow (  יָג֣וֹן ) in my heart (  בִּלְבָבִ֣י) all the day (  יוֹמָ֑ם )? How long (  עַד־אָ֓נָה ) shall my enemy (  אֹיְבִ֣י ) be exalted (  יָר֖וּם ) over me (  עָלָֽי׃)?

Terjemahan Literal:

How long shall i put counsel in my soul, sorrow in my heart daily/ daytime?  How long my anemy he raise over me?

  • Kejadian 8:1

But God remembered (  וַיִּזְכֹּ֤ר אֱלֹהִים֙) Noah (  אֶת־נֹ֔חַ) and (  וְאֵ֤ת ) all the beasts (  כָּל־הַֽחַיָּה ) and all the cattle (   וְאֶת־כָּל־הַבְּהֵמָ֔ה) that were (   אֲשֶׁ֥ר ) with him (  אִתּ֖וֹ ) in the ark (  בַּתֵּבָ֑ה ). And God made (  וַיַּעֲבֵ֙ר אֱלֹהִ֥ים ) a wind (  ר֙וּחַ) blow over the earth (  עַל־הָאָ֔רֶץ ), and the waters subsided (  וַיָּשֹׁ֖כּוּ הַמָּֽיִם׃); (Gen. 8:1 RSV)

  וַיִּזְכֹּ֤ר אֱלֹהִים֙ אֶת־נֹ֔חַ וְאֵ֤ת כָּל־הַֽחַיָּה֙ וְאֶת־כָּל־הַבְּהֵמָ֔ה אֲשֶׁ֥ר אִתּ֖וֹ בַּתֵּבָ֑ה וַיַּעֲבֵ֙ר אֱלֹהִ֥ים ר֙וּחַ֙ עַל־הָאָ֔רֶץ וַיָּשֹׁ֖כּוּ הַמָּֽיִם׃

Terjemahan literal:

And God remembered Noah and all the all the living thing, and all the cattle who with him in the ark. And God made wind over the earth and the waters subsided.

SUFFIX

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Ibrani 1

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Ke 7

SUFFIX

  1. Mazmur 32:4

י׀ יוֹמָ֣ם וָלַיְלָה֘ תִּכְבַּ֥ד עָלַ֗י יָ֫דֶ֥ךָ נֶהְפַּ֥ךְ לְשַׁדִּ֑י בְּחַרְבֹ֖נֵי קַ֣יִץ סֶֽלָה׃

For day and night thy hand was heavy upon me; my strength was dried (perfect) up as by the heat of summer. Selah (Ps. 32:4 RSV)

Terjemahan Literal

For day and night your hand was heavy upon me, my strength was dried (perfect) up as by the heat of summer. Selah

sebab siang dan malam

Keterangan:

  1. was overturn (niphal perfect)
  2. drought (imperfect)
  3. Yehezkiel 20:33

חַי־אָ֕נִי נְאֻ֖ם אֲדֹנָ֣י יְהוִ֑ה אִם־לֹ֠א בְּיָ֙ד חֲזָקָ֜ה וּבִזְר֧וֹעַ נְטוּיָ֛ה וּבְחֵמָ֥ה שְׁפוּכָ֖ה אֶמְל֥וֹךְ עֲלֵיכֶֽם׃

 (Ezek. 20:33 WTT)

“As I live, says the Lord GOD, surely with a mighty hand and an outstretched arm, and with wrath poured out, I will be king over you. (Ezek. 20:33 RSV)

Terjemahan Literal

As I live, says the Lord my God: if not with mighty hand and with stretched arm and with wrath poured out, I will be king over you.

As I live = dari independent 1st person singular

The Lord my God = dari suffix 1st person singular

If not with mighty = “if not” conjuction dan particle negative dan “with mighty” adjective attributive.

  1. Yesaya 65:9

וְהוֹצֵאתִ֤י מִֽיַּעֲקֹב֙ זֶ֔רַע וּמִיהוּדָ֖ה יוֹרֵ֣שׁ הָרָ֑י וִירֵשׁ֣וּהָ בְחִירַ֔י וַעֲבָדַ֖י יִשְׁכְּנוּ־שָֽׁמָּה׃

 (Isa. 65:9 WTT)

I will bring forth descendants from Jacob, and from Judah inheritors of my mountains; my chosen shall inherit it, and my servants shall dwell there. (Isa. 65:9 RSV)

Terjemahan Literal:

And I will bring a descendants from Jacob. And from Judah inherit my mountains. And my chosen shall inherit it. And my servants shall dwell there.

  הָרָ֑י à my mountains = הַר noun common masculine plural construct suffix 1st person common singular 

  וִירֵשׁ֣וּהָ à shall inherit it =  particle conjunction   ירשׁ verb qal waw consec perfect 3rd person common plural suffix 3rd person feminine singular 

  1. Kejadian 31:53

  אֱלֹהֵ֙י אַבְרָהָ֜ם וֵֽאלֹהֵ֤י נָחוֹר֙ יִשְׁפְּט֣וּ בֵינֵ֔ינוּ אֱלֹהֵ֖י אֲבִיהֶ֑ם וַיִּשָּׁבַ֣ע יַעֲקֹ֔ב בְּפַ֖חַד אָבִ֥יו יִצְחָֽק׃

 The God of Abraham and the God of Nahor, the God of their father, judge between us.” So Jacob swore by the Fear of his father Isaac,

 Terjemahan Literal:

The God of Abraham and the God of Nahor, my judge between us, the God their Father. “And Jacob swore by fear his father Isaac”.

  יִשְׁפְּט֣וּ à judge us = שׁפט verb qal imperfect 3rd person masculine plural jussive in meaning, but no unique form for jussive

  וַיִּשָּׁבַ֣ע à and swore us = וְ particle conjunction   שׁבע verb niphal waw consec imperfect 3rd person masculine singular

  1. Mazmur 15:1

  מִזְמ֗וֹר לְדָ֫וִ֥ד יְ֭הֹוָה מִי־יָג֣וּר בְּאָהֳלֶ֑ךָ מִֽי־יִ֜שְׁכֹּ֗ן בְּהַ֣ר קָדְשֶֽׁךָ׃

A Psalm of David. O LORD, who shall sojourn in thy tent? Who shall dwell on thy holy hill?

 (Ps. 15:1 RSV)

Terjemahan Literal:

A melody of David. Lord, who shall sojourn in thy tent? Who shall dwell he in your holy mountain?      

  מִי־יָג֣וּר à who shall sojournà מִי pronoun interrogative no gender no number   גור verb qal imperfect 3rd person masculine singular homonym 1  

tugas ke 6 Ibrani 1

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Ibrani 1

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Ke 6

1. Kejadian 3:12

וַיֹּ֖אמֶר הָֽאָדָ֑ם הָֽאִשָּׁה֙ אֲשֶׁ֣ר נָתַ֣תָּה עִמָּדִ֔י הִ֛וא נָֽתְנָה־לִּ֥י מִן־הָעֵ֖ץ וָאֹכֵֽל׃

 (Gen. 3:12 WTT)

The man (  הָֽאָדָ֑ם) said (  אמר), “The woman (  הָֽאִשָּׁה֙ ) whom (  אֲשֶׁ֣ר) thou gavest (  נָתַ֣תָּה) to be with me (  עִמָּדִ֔י), she (  הִ֛וא) gave me (  נָֽתְנָה־לִּ֥י) fruit of the tree (  מִן־הָעֵ֖ץ), and I ate.” (  וָאֹכֵֽל׃) (Gen. 3:12 RSV).

Cara baca:

Vayomer ha’adam ha’ishah aser natatah imadi hiv natenah-li min-ha’es na’okel

Terjemahan Literal:

Dan Adam berkata: perempuan itu yang telah kamu berikan kepadaku, dia memberikannya kepadaku dari buah pohon itu, dan ku makan.

וַיֹּ֖אמֶר = וְ particle conjunction   אמר verb qal waw consec imperfect 3rd person masculine singular homonym 1

2. Kejadian 1:1

בְּרֵאשִׁ֖ית בָּרָ֣א אֱלֹהִ֑ים אֵ֥ת הַשָּׁמַ֖יִם וְאֵ֥ת הָאָֽרֶץ׃

 (Gen. 1:1 WTT)

Cara baca: Bereshit bara Elohim et hasamayim ne’et ha’ares

In the beginning (  בְּרֵאשִׁ֖ית) God (  אֱלֹהִ֑ים) created (  בָּרָ֣א) the heavens (  הַשָּׁמַ֖יִם) and (  וְאֵ֥ת) the earth. (  הָאָֽרֶץ׃)(Gen. 1:1 RSV)

Terjemahan Literal:

Pada mulanya Allah menciptakan langit-langit dan bumi

3. Kejadian 21:1

  וַֽיהוָ֛ה פָּקַ֥ד אֶת־שָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֣ר אָמָ֑ר וַיַּ֧עַשׂ יְהוָ֛ה לְשָׂרָ֖ה כַּאֲשֶׁ֥ר דִּבֵּֽר׃

 (Gen. 21:1 WTT)

Cara baca: Vahvah pakad et-sarah kaesar amar vaya’as yehovah lesarah kaesar diber

The LORD (  וַֽיהוָ֛ה) visited (  פָּקַ֥ד) Sarah (  אֶת־שָׂרָ֖ה) as (  כַּאֲשֶׁ֣ר) he had said (  אָמָ֑ר), and (וְ) the LORD (  יְהוָ֛ה) did (עשׂה) to Sarah (  לְשָׂרָ֖ה) as (  כַּאֲשֶׁ֥ר) he had promised. (  דִּבֵּֽר׃) (Gen. 21:1 RSV)

Terjemahan Literal:

Dan TUHAN telah mengunjungi Sarah, seperti yang telah Dia katakan. Dan TUHAN melakukannya kepada Sarah seperti yang telah dikatakan-Nya.

4. Yesaya 59:8

  דֶּ֤רֶךְ שָׁלוֹם֙ לֹ֣א יָדָ֔עוּ וְאֵ֥ין מִשְׁפָּ֖ט בְּמַעְגְּלוֹתָ֑ם נְתִיבֽוֹתֵיהֶם֙ עִקְּשׁ֣וּ לָהֶ֔ם כֹּ֚ל דֹּרֵ֣ךְ בָּ֔הּ לֹ֥א יָדַ֖ע שָׁלֽוֹם׃

 (Isa. 59:8 WTT)

Cara baca: Darak shalom lo yadau ve’en mishepas bema’egelotam netibote’ham ikesho laham kol ddorek bbah lo yada shalom.

The way (  דֶּ֤רֶךְ) of peace (  שָׁלוֹם) they know (  יָדָ֔עוּ) not (  לֹ֣א), and (וְ) there is no (אַיִן) justice (  מִשְׁפָּ֖ט) in their paths (  נְתִיבֽוֹתֵיהֶם֙); they (  לָהֶ֔ם) have made their (  בָּ֔הּ) roads crooked (  עִקְּשׁ֣וּ), no (  לֹ֥א) one who goes in them knows (  יָדַ֖ע) peace. (  שָׁלֽוֹם׃) (Isa. 59:8 RSV)

Terjemahan Literal:

mereka tidak mengenal jalan damai, dan di dalam mereka tidak ada keadilan di jalan mereka; mereka mengambil jalan yang bengkok, dan tak seorangpun mereka mengetahui jalan damai.

5. Keluaran 31:16

  וְשָׁמְר֥וּ בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל אֶת־הַשַּׁבָּ֑ת לַעֲשׂ֧וֹת אֶת־הַשַּׁבָּ֛ת לְדֹרֹתָ֖ם בְּרִ֥ית עוֹלָֽם׃

 (Exod. 31:16 WTT)

Cara baca: Nesamero beney’yisera’el et-hashabat la’asot et- hashabbat ledorotam beriyt olam

Therefore (וְ) the people of Israel (  בְנֵֽי־יִשְׂרָאֵ֖ל) shall keep (שׁמר) the Sabbath (  אֶת־הַשַּׁבָּ֑ת), observing  (  לַעֲשׂ֧וֹת) the sabbath throughout (  אֶת־הַשַּׁבָּ֛ת) their generations (  לְדֹרֹתָ֖ם), as a perpetual (  עוֹלָֽם׃) covenant. (  בְּרִ֥ית) (Exod. 31:16 RSV)

Terjemahan Literal

Sebab itu bangsa Israel akan memelihara sabbat itu, untuk melakukan sabbat itu, pada generasi mereka, seperti sebuah perjanjian kekal.

6. Kejadian 47:30

  וְשָֽׁכַבְתִּי֙ עִם־אֲבֹתַ֔י וּנְשָׂאתַ֙נִי֙ מִמִּצְרַ֔יִם וּקְבַרְתַּ֖נִי בִּקְבֻרָתָ֑ם וַיֹּאמַ֕ר אָנֹכִ֖י אֶֽעֱשֶׂ֥ה כִדְבָרֶֽךָ׃

 (Gen. 47:30 WTT)

Cara baca: Veshakabeti im-abota onesatani mimmi’erayim okebaretani bikeburatam vayomar anoki e’esheh kidebarak

But let me lie (וְשָֽׁכַבְתִּי֙) with my fathers (  עִם־אֲבֹתַ֔י); carry me (  וּנְשָׂאתַ֙נִי֙) out of Egypt (  ממִּצְרַ֔יִם) and bury me (  וּקְבַרְתַּ֖נִי) in their burying (  בִּקְבֻרָתָ֑ם) place.” He answered (  וַיֹּאמַ֕ר), “I (  אָנֹכִ֖י) will do (  אֶֽעֱשֶׂ֥ה) as you have said.” (  כִדְבָרֶֽךָ׃) (Gen. 47:30 RSV).

Terjemahan Literal

Dan aku mendapat perhentian bersama bapa-bapaku dan bawalah aku dari Mesir dan kuburkan aku dipekuburan merekan dan dia berkata: saya melakukan seperti yang kamu katakan.

Menentukan Suffix

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : VII

M.K                 : Ibrani 1

Dosen              : Dr. Hendi S.S

Tugas               : Ke 5

Menentukan suffix

  1. 2 Samuel 5:10

So David went on and became great, and the LORD God of hosts was with him.

 (2 Sam. 5:10 NKJ)

  וַיֵּ֥לֶךְ דָּוִ֖ד הָל֣וֹךְ וְגָד֑וֹל וַיהוָ֛ה אֱלֹהֵ֥י צְבָא֖וֹת עִמּֽוֹ׃ פ         (2 Sam. 5:10 WTT)

Cara baca: Vayyelek David halok vagadol vayhvah elohey sabaot imo

Terjemahan literal: dan semakin lama semakin bertumbuh sebab Allah bersama dia.

עִמּֽוֹ׃ : article preposition suffix 3rd person masculine singular. With him. Kenapa him karena suffixnya 3rd person masculine singular. Jadi objective

Suffixnya: holem waw וֹ masculine singular with him

  • Yesaya 45:22

“Look to Me, and be saved, All you ends of the earth! For I am God, and there is no other. (Isa. 45:22 NKJ)

           פְּנוּ־אֵלַ֥י וְהִוָּשְׁע֖וּ כָּל־אַפְסֵי־אָ֑רֶץ כִּ֥י אֲנִי־אֵ֖ל וְאֵ֥ין עֽוֹד׃ (Isa. 45:22 WTT)

Cara baca: Penu-elay vehivvaseo kol-apsey-ares kiy aniy-el veen od

Terjemahan literal: berpalinglah kepada-Ku dan untuk menyelamatkan semua yang beristrahat di bumi. Sebab Aku Allah dan tidak ada yang lain

אֵלַ֥י : particle preposition suffix 1st person common singular to me

Suffixnya: hirreq yod masculine singular to meImamat 5:15

“If any one commits a breach of faith and sins unwittingly in any of the holy things of the LORD, he shall bring, as his guilt offering to the LORD, a ram without blemish out of the flock, valued by you in shekels of silver, according to the shekel of the sanctuary; it is a guilt offering. (Lev. 5:15 RSV)

 נֶ֚פֶשׁ כִּֽי־תִמְעֹ֣ל מַ֔עַל וְחָֽטְאָה֙ בִּשְׁגָגָ֔ה מִקָּדְשֵׁ֖י יְהוָ֑ה וְהֵבִיא֩ אֶת־אֲשָׁמ֙וֹ לַֽיהוָ֜ה אַ֧יִל תָּמִ֣ים מִן־  הַצֹּ֗אן בְּעֶרְכְּךָ֛ כֶּֽסֶף־שְׁקָלִ֥ים בְּשֶֽׁקֶל־הַקֹּ֖דֶשׁ לְאָשָֽׁם׃     

 (Lev. 5:15 WTT)

Terjemahan literal: Apa bila seseorang tidak setia dan berbuat dosa dengan tidak sengaja/keliru kepada Tuhan dan dia datang kepada Tuhan membawa domba yang sempurna

אֵת particle direct object marker homonym 1   אָשָׁם noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular

Suffixnya masculine singular = with him guilt

בְּ particle preposition   עֵרֶךְ noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular 

Suffixnya feminime singular = in you

  • Mazmur 8:2

To the choirmaster: according to The Gittith. A Psalm of David. O LORD, our Lord, how majestic is thy name in all the earth! Thou whose glory above the heavens is c (Ps. 8:1 RSV)

           יְהוָ֤ה אֲדֹנֵ֗ינוּ מָֽה־אַדִּ֣יר שִׁ֭מְךָ בְּכָל־הָאָ֑רֶץ אֲשֶׁ֥ר תְּנָ֥ה ה֜וֹדְךָ֗ עַל־הַשָּׁמָֽיִם׃ (Ps. 8:2 WTT)

Terjemahan literal: dan Tuhan Allah kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi yang telah mengatasi keagunganMu di atas langit-langit

  אֲדֹנֵ֗ינוּ : noun common masculine plural construct suffix 1st person common plural à dalam ayat ini terdapat suffix first masculine plural à our Lord  

  שִׁ֭מְךָ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1 à dalam ayat ini terdapat suffix second masculine singularà  your name

  ה֜וֹדְךָ֗ : noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1  à dalam ayat ini terdapat suffix second masculine singularà  your glory

  • Kejadian 27:32

His father Isaac said to him, “Who are you?” He answered, “I am your son, your first-born, Esau.” (Gen. 27:32 RSV)

  וַיֹּ֥אמֶר ל֛וֹ יִצְחָ֥ק אָבִ֖יו מִי־אָ֑תָּה וַיֹּ֕אמֶר אֲנִ֛י בִּנְךָ֥ בְכֹֽרְךָ֖ עֵשָֽׂו׃        (Gen. 27:32 WTT)

Terjemahan literal: Dan berkata kepadanya Isak, ayahnya “Siapa kamu?” dan dia menjawab “Aku anakmu, kelahiran pertama/ anak sulung Esau”.

לְ particle preposition suffix 3rd person masculine singular = di dalam ayat ini terdapat suffix holem waw, masculine singular = to him  

אָב noun common masculine singular construct suffix 3rd person masculine singular = di dalam ayat ini terdapat suffix waw, masculine singular = His Fathers.

בֵּן noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular homonym 1 = di dalam ayat ini terdapat suffix final foam kaf second masculine singular = Your Son

בְּכֹר noun common masculine singular construct suffix 2nd person masculine singular = Di dalam ayat ini terdapat suffix final kaf secon masculine singular = your first born.

Nous

Nama               : Suriani Waruwu

Semester        : VII

M.K                 : Etika Kristen

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-14

Nous

Gimana kita memiliki nous? Mengosongkan dengan di isi oleh Kristus. Apa yang terjadi dengan nous jika tidak di jaga? Begitu lengah/nous tidak di jaga maka jatuhnya pada hukum daging yang merupakan penyakit jiwa (Phatos), Paulus mengatakan supaya kita mematikan hawa nafsu itu, jangan kita biarkan merajalela, dalam kolose 3:5; Roma 1:26 kata phatos itu selalu artinya hawa nafsu yang selalu negatif.  1 Tes 4:5  ephitumia itu keinginan tapi keinginan yang phatos.

Kita itu seperti pemahat patung yang sudah punya contoh di tangan kita. Di agama kita itu tidak perlu mencari, tinggal mengerjakan keselamatan itu. Kalau kamu kerjakan maka kamu seperti pemahat kayu dimana gambarnya sudah ada di tanganmu. Memahat itu sebagai kerjaan kita untuk mengubah gambar menjadi rupa Allah yang adalah rupa Kristus. Yang perlu kita pahat adalah nafsu daging sesuai di kolose 3:5. Dalam Gal 5:24 di katakan menyalibkan sarkos. Kata menyalibkan daging ini dalam bentuk spiritual. Ketika kita memahat daging kita maka akan semakin serupa dengan Kristus. Nafsu ini kata Bapa Gereja “menggelapkan dan melumpuhkan dan mengaburkan keindahan Allah itu”.

Tuhan tidak menyebabkan kejahatan, kita yang membuat natural passion misalnya marah. Nafsu adalah sejenis penyakit bagi jiwa. Neilos mengatakan dosa itu penyakit yang kelihatan tapi penyakit itu sendiri adalah passion. St. Anthoni mengatakan penyakit terbesar bagi jiwa kita adalah ketidak mau tahuan tentang Allah, sombong, suka di puji. Pikiran-pikiran tentang hal yang sia-sia adalah pikiran yang duniawi. St. Makarios mengatakan bahwa phatos itu adalah penyakit dari iblis. Gregori palamas mengatakan ada passion natura dan unatural. Karena passion ini merupakan penyakit, maka kita harus menyembuhkannya dengan kerjanya Allah dan kehendak bebas kita. Terapi jiwa itu bisa di lakukan dengan meditasi, disiplin, doa, jesus prayer, dll. Berdoa puja Yesus dan berjaga-jaga atas nous kita adalah pahatan yang akan membuang bagian potongan kayu yang tidak berguna dan menjadikan kita Kristus-kristus kecil. amin

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai