eksegesis Kolose 2:16-17 & Wahyu 3:20

Kolose 2:16-17

Syntactic Form:

 Μὴ οὖν τις (sebagai subject) ὑμᾶς κρινέτω (kata inilah intinya sebab dia imperative, present) ἐν βρώσει καὶ ἐν πόσει ἢ ἐν μέρει ἑορτῆς ἢ νεομηνίας ἢ σαββάτων· ἅ ἐστιν σκιὰ τῶν μελλόντων, τὸ δὲ σῶμα τοῦ Χριστοῦ. (sebagai Predicate) (Col. 2:16-17 GNT)

Subject utamanya dari predicate adalah κρινέτω = jangan menghakimi. Kemudian κρινέτω di bantu oleh tiga frasa/dative yaitu ἐν βρώσει, ἐν πόσει, ἐν μέρει. Kemudian ke tiga genitive ἑορτῆς, ἢ νεομηνίας, ἢ σαββάτων· menjelaskan ke-3 dative tadi seperti gambar di bawah ini

 Kemudian ada dua anak kalimat yaitu ἅ ἐστιν σκιὰ τῶν μελλόντων dan τὸ δὲ σῶμα τοῦ Χριστοῦ menjelaskan ke tiga genitive = ἑορτῆς, ἢ νεομηνίας, ἢ σαββάτων· perhatikan gambar di bawah ini:

Terjemahan literal:

janganlah ada seorangpun menghakimi engkau tentang makanan, minuman, hari raya, bulan baru dan sabat. Itu semua hanya bayangan yang akan datang tetapi wujudnya adalah Kristus.

Syntactic Content:

  1. Jangan ada seorangpun menghakimi engkau
  2. Tentang makanan
  3. Tentang minuman
  4. Tentang hari-hari raya, bulan baru dan sabat
  5. Semuanya itu hanyalah bayangan
  6. Wujudnya Kristus.

Ibr 10:1 ini menegaskan bahwa bayangan tidak bisa menyelamatkan hanya pada wujudnya yaitu Yesus Kristus yang menyelamatkan. Ibr 9:11.

Wahyu 3:20

Terjemahan Literal:

Lihatlah aku berdiri di depan pintu dan mengetuk

Syntactic Content:

Dari konteks ini berbicara tentang Yesus bersinergi dengan manusia. Yesus melakukan pekerjaannya yaitu berdiri dan mengetok pintu sedangkan bagian manusia adalah mendengar dan membuka. Hubungan antara penjelasan kedua ini adalah kata “jika” manusia mendengar dan membuka pintu maka Yesus masuk dan berfellowship dengan mereka.

Kata Aku berdiri di depan pintu artinya Yesus selalu hadir di depan rumah kita (hati) tapi di rumah kita ada pintu sebagai jaga/pelindung. Penjaga hati kita adalah Nous. Tuhan Yesus masuk dalam hati kita jika kita membuka Nous kita. Tapi di sisi lain Yesus mengatakan Aku adalah pintu dan Aku adalah gembala yang baik. Gembala yang baik lewat pintu. Jadi tujuan Yesus mengetuk supaya gembala yang baik masuk ke dalam kandang domba. Kalau Yesus adalah pintu artinya Dia menjadi jalan masuk, jalan masuk ini adalah nous kita sebagai jalan masuk bertemu dengan Yesus. Ini adalah suatu kesatuan. Berdiri dan mengetuk maksudnya adalah Yesus membangunkan kita dari kematian kepada kehidupan. Berarti Kristus datang untuk membangunkan manusia yang sedang tertidur. Hanya saja manusia harus mendengar dan membuka maksudnya kasih Allah yang harus kita responi dengan iman Ef 2:8 iman dan perbuatan itu satu paket. (iman: mendengar; perbuatan: membuka dengan meresponi) Mat 7 mendengar dan melakukan.

Kalau makan kita ingat kita sedang melakukan perjamuan kawin. Dengar injil menghasilkan iman lalu iman itu di sertai tindakan.

Ketukan ini adalah pemberitaan injil kemudian kita mendengar dan meresponi. Jadi keselamatan itu adalah sinergi antara iman dan sinergi antara anugrah; sinergi antara dan tubuh; sinergi antara Allah dengan manusia; sinergi antara usaha manusia dengan usaha Allah.

Kesimpulan: Dia ada di depan pintu dan mengetuk (Karya Kristus) dan berdiri di depan pintu untuk membangkitkan. Kemudian kita dengar dan meresponi dengan iman dan pada akhir zamannya adalah bersekutu dengan Allah/Yesus atau berfellowship dengan Yesus.

Obedience: saya terus berjaga-jaga supaya saat Tuhan Yesus mengetok pintu saya langsung terbangun dan menyambutnya masuk kedalam hati. Sebab penentu Yesus berfellowship dengan saya adalah saya apakah saya meresponi atau tidak. Akan tetapi keputusanku adalah menerima Yesus masuk dalam hati saya sehingga saya terus bersinergi dengan Yesus.

Roman Catholicism

Roman Catholicism ini adalah gereja yang ada di roma pada mulanya yang temasuk gereja ini
buah dari misi pararasul misalnya Rasul Paulus dan Rasul Petrus. Gereja ini bukan gereja
yang baru melainkan Gereja purba, gereja mula-mula yang ada di wilayah barat atau di eropa
barat. Tetapi gereja ini sekarang bukan hanya ada di kota Roma tetapi gereja ini semakin
berkembang keseluruh dunia hingga sekarang. Gereja Roma ini di juluk dengan nama katolik
untuk membedakan dengan gereja yang ada di timur yaitu gereja Orthodox.
Ketika Kristus naik ke surga lalu terjadi pentakosta kemudian para rasul menerima
karunia Roh Kudus lalu mereka memberitakan injil di Yudea, Yerusalem, Samaria sampai ke
Asia Kecil sampai Eropa. Eropa inilah kota Roma yang di anggap ibu kota dari kerajaan
Romawi, injil sampai disana dan gereja ada disana makanya kita baca ada surat Roma. Tapi
gereja-gereja bukan ada di roma, ada di Yudea, Yerusalem, kemudian di Antiokia, dan
berkembang lagi ke Alexandria di Mesir. Jadi pada abad pertama sudah ada perkembangan
injil dan gereja-gereja sudah di dirikan misalnya Rasul Paulus sudah mendirikan gereja
dimana-mana seperti di Yunani sampai di wilayah asia kecil, Turki. Kemudian Rasul Markus
merintis ke kola Aleksandria di mesir, rasul Petrus jadi bishop di Antiokia. Jadi sekarang
sudah ada pusat-pusat kekristenan mula-mula (Yerusalem, Antiokia, Roma, Aleksandria,
Konstatinopel yang ada di daerah turki sekarang). Semuanya ini punya pengajaran yang
sama, doktrinnya sama, ibadahnya sama, kitab sucinya sama, liturginya sama termasuk di
kota roma katolik.
16 Juli 1054, pada tahun ini sering kali di sebut masa yang kelam bagi gereja karena
terjadi The Great Schism/perpecahan antara gereja roma yang di sebut katolik dengan gereja-
gereja di timur, makanya ada istilah gereja barat dan gereja timur. Tahun 1054 pecah dalam
perngertian mereka tidak lagi saling mengakui dan menjalin komuni. Latar belakang
terjadinya perpecahan:
Pada tanggal 16 Juli tahun 1054, tepat saat doa dimulai di gereja besar Hagia Sophia di
Konstantinopel, kemudian ibu kota Kekaisaran Romawi, tiga wakil Paus Roma, dipimpin
oleh Kardinal Humbert dari Mar moutiers, memasuki gedung tersebut. Bersama Humbert
adalah Uskup Agung Peter dari Amalfi dan Kardinal Diakon Frederick dari Lotharingia (yang
pada tahun 1057 akan menjadi Paus Stephen IX). Ketiga prelatus itu adalah pemimpin utama
dalam reformasi belakangan yang memperluas kekuasaan kepausan, mulai dari dominasi

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
politik sekuler (dalam apa yang disebut “Kontroversi Penobatan”) dan bersiap
untuk pembungaannya nanti di bawah Paus Gregorius VII (memerintah 1073-1089).
 
Ketiganya berjalan langsung ke altar suci di tempat kudus dan melemparkan ke atasnya
seekor banteng kepausan, sebuah dokumen yang mengucilkan Michael Cerularius, Patriark
Konstantinopel. Mereka segera keluar. Saat meninggalkan gereja, Humbert mengibaskan
debu dari kakinya dan berkata, “Biarlah Tuhan melihat dan menilai.” Salah satu diaken
gereja mengejar utusan kepausan dan memohon kepada mereka untuk mengubah apa yang
telah mereka lakukan. 
 
Ironisnya, paus sendiri telah meninggal pada tanggal 19 April tahun itu, sehingga
secara teknis otoritas wakilnya batal. Tetapi perbuatan itu telah dilakukan, dan sejarawan
sering menunjuk pada peristiwa-peristiwa ini pada tahun 1054 sebagai penanda utama dalam
Skisma Besar antara dua kelompok Kristen yang kemudian diidentifikasi sebagai Orthodoks
Timur dan Katolik dari Barat 

Meskipun tindakan-tindakan pada bulan Juli di Konstantinopel abad kesebelas itu bukanlah
satu-satunya atau momen penting dalam Skisma Besar, namun tindakan-tindakan
itu telah menjadi ikon dalam kehancuran yang paling tragis dan menyakitkan dari
semua kehancuran yang melanda Susunan Kristen. Perkembangan berabad-abad mengarah
pada momen itu, dan baru pada awal abad ketiga belas perpecahan yang bisa dikenali
selesai, ketika bahasa Latin terakhir yang diketahui dikomunikasikan di Antiokhia. Berabad –
 abad setelah hari itu pada tahun 1054 telah menghasilkan dua visi yang berbeda tentang
apa artinya menjadi Kristen dan apa artinya menjadi Gereja. Perbedaan ini tidak hanya dalam
hal pola pikir dan visi, tetapi juga dalam doktrin inti yang diajarkan seperlunya untuk
keselamatan itu sendiri.

Perbedaan-perbedaan antara Gereja Timur dan Barat: Perbedaan Visi
 
Ada tiga bidang utama di mana Katolik Roma berbeda dari Ortodoks dalam hal visi
keseluruhan, budaya teologis dan spiritualnya. Ketiga bidang ini adalah pengembangan
doktrin, hubungan antara iman dan akal, dan jenis spiritualitas yang berbeda.

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3

  1. Perkembangan Doktrin (Development of Doctrine)
    Bagi Roma menerima development of doctrine. doktrin itu bisa berkembang dan
    bisa di revisi. Development of doctrine artinya gereja bisa memiliki satu progres pengertian
    dan ekspresi doktrin di sepanjang jaman. Sedangkan bagi Orthodoks doktrin itu tidak dapat
    berubah, sudah solid, sudah benar, tidak dapat di revisi lagi.
    The classic Catholic text on doctrinal development is John Henry Newman’s An
    Essay on the Development of Christian Doctrine. Cardinal Newman ini adalah seorang
    mualaf abad kesembilan belas ke Roma dari Gereja Anglikan (dan sekarang di jalur untuk
    kanonisasi oleh Roma), berusaha untuk mempertahankan gereja melawan Anglikan dan
    Protestan serangan terhadap doktrin-doktrin Roma Katolik. Newman mengatakan dia tidak
    menerima ada dogma yang benar-benar baru yang di definisikan gereja tetapi dogma yang
    berkembang. Kalau dogma yang baru itu benar-banar dogma baru dimana di sepanjang masa
    itu belum pernah ada. Kalau ada maka periksa terlebih dahulu apakah itu Orthodoxi atau
    Heterodoxi. Tetapi di katolik itu dia mengatakan tidak ada dogma baru tetapi development
    artinya dogma yang berkembang dan bisa di revisi.
    Semua bidat dan kesesatan sudah pernah muncul cuman di development, jadi kalau
    ada yang mengklaim bahwa ada doktrin yang benar-benar baru, benar-benar alkitabiah maka
    jangan telan saja tetapi saring dulu, periksa apakah ada di sepanjang sejarah, ajarannya itu
    seperti apa, sebab tidak ada ajaran yang benar-benar baru sebab sudah ada sejak dulu hanya
    saja sudah di development. Kalau ada orang yang mengatakan ada doktrin yang benar-benar
    baru itu karena Dia tidak belajar sehingga ia tidak mengetahui.
    Roman katolicism tidak memiliki dogma yang baru hanya saja terus berkembang.
    Development of doktrin mereka percaya ada progresnya. Contohnya, pada abad 14-15 di
    katolik itu mengatakan bahwa keselamatan itu ada di gereja katolik. Lalu di tahun 1870
    konsili kedua di ubah lagi dengan mengatakan keselamatan itu bisa di luar katolik.
    Tanggapan Orthodox terhadap development of doktrin yaitu sebetulnya adalah bukan
    kontennya tetapi of the expression of Christian dogmanya itu yang bisa berkembang. Jadi
    meaning and substance dari dogma itu tidak bisa di tawar, kebenaran absolute. Contoh
    dogma yang benar dan tidak berubah adalah yesus itu adalah Allah dan manusia sekaligus
    dalam satu pribadi (sampai selama-lamanya tidak bisa di ubah-ubah). Kalau ada yang
    mencoba mengubah maka itu menjadi heterodoxi. Perubahan bukan pada meaning dan
    substancenya tetapi ekspresinya, cara menyampaikannya tetapi hati-hati dengan konten yang
    sama tapi di sampaikan dengan cara berbeda maka itu juga jatu pada heterodoxi, ajaran yang

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
keliru. Misalnya di budaya cina itu taw sama dengan firman, ajaran ini keliru. Hati-hati
jangan samakan taw dengan firman. Apa yang di ajarkan dalam tawlism ada kemiripan
dengan firman/logos itu tetapi taw itu bukan Firman/Logos. Jadi kita jangan kompromi
dengan konten atau meaning tetapi di expression mungkin kita sama/bisa berkembang tapi
not the content. Kita harus mengerti misalnya dengan inkarnasi. Kalau baca buku Orthodox
way, ada pertanyaan tentang inkarnasi. Inkarnasi, Allah tritunggal misal yang lainnya tentang
keselamatan dan anugrah, tentang dosa itu adalah konten-konten yang mesti kita paham betul
bahwa ini tidak boleh di ubah-ubah.
Ex: kenapa Kristus itu harus lahir dari perawan Maria? Pada dunia kedokteran itu tidak bisa
terima bahwa ada orang perawan bisa melahirkan, kalau menurut dokter kandungan itu tidak
mungkin sebab dia perawan tanpa bersetubuh dengan laki-laki bagaimana mungkin bisa
mengandung lalu melahirkan? Sangat tidak mungkin. Tetapi kalau kita kompromi bahwa
Maria bukan perawan buktinya dia bisa melahirkan. Ini adalah salah satu contoh konten yang
di ubah. Konten yang di ubah maka itu sudah heterodoxy.
Kita sangat perlu belajar mengapa Yesus lahir pada seorang perawan? Kita harus bisa jawab
dengan pertanyaan- pertanyaan seperti begitu. Jawaban ini adalah kalau Dia lahir dari
seorang perawan maka tidak ada campur tangan orang lain/campur dari benih laki-laki
(sperma), yang ada hanya benih perempuan. Benih laki-lakinya dimana? Tidak ada, hanya di
gantikan benih Roh Kudus. Mengapa? Karena memang Tuhan itu turun jadi manusia jadi
bukan orang yang baru. kalau benih laki-laki dan perempuan bersatu maka itu new person
dan bukan Firman Allah lagi. Jadi dalam rencana Allah tidak ada the new person, yang ada
hanya Anak-Nya sendiri yang berinkarnasi jadi manusia. Dia bukan orang lain tetapi
Logosnya Allah sendiri. Jadi kita harus percaya bahwa hanya di dalam Kristus ada
keselamatan dan perlu kita pahami bahwa kalau Maria perawan berarti Dia mengambil
kemanusiaan Maria. Kemanusiaan Maria berasal dari mana? Dari kemanusiaan Adam yang
sudah jatuh ke dalam dosa. Kenapa Dia harus jadi manusia? supaya Dia bisa memperbaharui
kemanusiaan yang rusak itu karena Dia datang untuk menyelamatkan manusia, kalau Dia
tidak jadi manusia maka Dia tidak bisa menyelamatkan. Ini adalah contoh development of
doktrin.
The apostolic Father di katakan had a higher level of underestanding than the apostles
tentu kita akui. Bapa-bapa gereja ini adalah murid pertama dari para rasul itu, punya level of
underestanding atau the medieval Scholastics understood better than the Fathers, yang lebih

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
dari pada apostle dan lebih baik dari pada bapa gereja yang sebelumnya. Ini adalah
pengertian yang tidak mengubah the content tapi di expressions. Kita percaya bahwa dari
generasi ke generasi, orang yang mempelajari doktrin itu akan semakin pintar dan semakin
mahir dalam menjelaskan tentang doktrin itu. Tetapi the development itu tidak boleh
mengubah the formulanya, the contentnya.

  1. Iman dan Rasio (Faith and Reason)
    Di dalam gereja Roman catolicism perkembangan doktrin, ini terjadi karena iman dan akal.
    Misalnya salah salah satu teolog terkenal di roma katolik yakni Tomas Aquinas. Dia banyak
    memakai tentang Aristotelian logic. Sebenarnya ini tidak jadi masalah karena di timur banyak
    yang memakai metode aristoteles yaitu John Damascus, banyak juga bapa-bapa Gereja yang
    memakai istilah-istilah filsafat Yunani untuk menjelaskan tentang doktrin atau teologi. Tetapi
    tulisan aquinas mengatakan merger dengan aristoteles dalam usahanya untuk membuktikan
    existence Allah yang sangat logical dan scientific lalu kegenerasi-generasi berikutnya setelah
    aquinas sangat mengedepankan yang namanya reason misalnya dari Pope John Paul II in his
    1998, ia mengatakan “Faith and reason are like two wings on which the human spirit rises to
    the contemplation of truth; and God has placed in the human heart a desire to know the
    truth—in a word, to know Himself—so that, by knowing and loving God, men and women
    may also come to the fullness of truth about themselves.” Jadi ajaran katolik sangat
    menekankan yang namanya reason atau metode-metode filsafat Aristoteles di dalam
    menjelaskan tentang teologi di dalam iman. Kritikan dari kita bahwa mereka cenderung
    menjadi subjected to the demands of human rationality. Akhirnya tidak hanya jadi tool tapi
    juga kriteria kebenaran. Jadi kalau tidak sesuai reason kita maka itu bukan kebenaran. Ini
    bahayanya kalau rasionalis seperti contoh dari atas “seorang perawan bisa melahirkan” kalau
    secara reason tidak mungkin karena tidak bisa di terima oleh reason, akal budi maka kita
    tolak kebenaran itu, hal ini tidak bisa di percaya juga. Human reason becomes not merely a
    tool but rather the very criterion of truth. It is also the reason much of Roman Catholic
    spiritual life is legalist, because it is often concerned more with satisfying legal, philosophical
    categories than with addressing and healing spiritual realities. Perlu kita ketahui bahwa
    dokma atau teologi dari katolik di bangun sejak aquinass yang sangat mengedepankan
    rasional. Bagi kita, pikiran yang rasional memang benar tool untuk mendukung cara
    mengenal kebenaran tapi bukan reason yang memimpin kepada iman “kalau tidak sesuai

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
dengan akal budi maka iman itu di tolak” tapi yang benar adalah reason hanya sebagai tool
untuk support the means of knowing the truth: faith in cooperation with God’s grace. Reason,
though useful, is not a necessary element in Christian life. Mengenal inkarnasi, keselamatan
itu bisa di jelaskan oleh reason. Misalnya, mengapa Kristus harus mati dan bangkit dari
kematian? Sebab dengan Dia mati maka Roh-Nya, tubuhnya terpisah (tubuhnya di kubur dan
Roh-Nya turun ke dalam dunia orang mati lalu disitu Ia memberitakan Injil, menyelamatkan
orang-orang berdosa sejak adam dan hawa sampai ke generasi, Dia menghancurkan alam
maut itu dengan cara Dia membawa mereka ke firdaus seperti pencuri yang di samping Yesus
lalu Dia bangkit berarti alam maut itu tidak bisa mencegah Dia. Ketika Yesus bangkit berarti
maut, hades dan dosa sudah di kalahkan. Ini bisa di jelaskan rasional tool. Jadi rasional kita
mendukung kita bagaimana kita mengenal kebebaran yang misteri itu. Ini bukan berarti kita
anti intelektual, kita memakai intelektual kita untuk mendukung kita bagaimana menjelaskan
tentang kebenaran, bagaimana kita menjelaskan tentang sebuah yang misteri itu. Akhirnya
apa yang di ajarkan oleh Tuhan Yesus? Dia pakai cerita. Dia mengajarkan kerajaan surga
yang belum pernah di lihat oleh manusia, Dia menjelaskan siapa Allah itu dan kerajaan surga
itu bagaimana, menjelaskan sesuatu yang manusia sendiri belum pernah lihat. Ini bukan
berarti Tuhan Yesus mengajar tidak punya cara mengajar, Dia menggunakan rasionya, ia
jelaskan bahwa kerajaan surga itu seperti seorang raja yang mengundang orang untuk datang
di pesta untuk anaknya tapi orang-orang yang di undang itu tidak mau datang, Dia suruh lagi
tapi gk mau datang lagi dan pada akhirnya Ia alihkan kepada orang-orang yang di pinggir
jalan, orang-orang itupun datang masuk ikut perjamuan tapi ada seorang yang tidak
berpakaian pesta sehingga ia di usir dan di buang kedalam kegelapan. Ini contoh Yesus
memakai reason tapi reasonnya di pakai untuk menjelaskan dan mendukung iman tadi bukan
reason yang jadi kriteria tentang kebenaran itu.

  1. Kerohanian (Spirituality)
    Apa yang paling di tekankan oleh gereja katolik? Karena mereka terlalu menekankan tentang
    reason maka pada akhirnya The overemphasis on reason may lead to an imbalanced
    spirituality (the everyday spiritual life of the Christian), tubuh, pikiran dan jiwa terpecah
    tidak integral. Tubuh tidak lagi integrasi dengan pikiran, ini yang terjadi dalam spiritualitas
    roman catholicism. Aliran spiritualitas Roma Katolik  cenderung antroposentris dan terfokus
    secara material. Alih-alih mengalihkan pandangan jiwa dari dunia ini, jenis spiritualitas ini
    cenderung berfokus pada gambaran dan sensasi bumi yang spesifik.

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
Dalam seni religius, beberapa contoh visual semacam ini penekanan
termasuk Renaissance dan Baroque seni, dengan mereka yang sangat sensual (dan bahkan
erotis) karakter, dan realistis, tiga patung dimensi yang menjadi standard di ornamen
gereja. Sebaliknya, ikonografi Orthodox sengaja dibuat non-realistis untuk membawa
pemirsa menjauh dari dunia ini dan dunia luar. While statuary exists in the Orthodox
tradition, it tends to be in relief (flattened rather than three-dimensional) and much less
realistic).
Roma Katolik juga (setidaknya sebelum diperkenalkannya musik pop dan folk
bergaya Protestan di tahun 1970-an) telah menjadi rumah bagi gaya musik yang rumit yang
fokusnya bukan pada teks yang disampaikan tetapi pada hiasan harmoni dan daya cipta para
composer, seringkali mengubah ibadah menjadi sebuah pertunjukan. Ortodoksi juga
menderita masalah in some quarters (seringkali melalui pengaruh dari gereja-gereja di bawah
Roma), though both the East and the West have traditions of ascetical, modal chant. (The
primary traditional chant of the ancient West is Gregorian.) Students of church music history
will recall that harmony was canonically forbidden in the early Church, precisely because of
its emotionally manipulative appeal.
Dalam latihan spiritual pribadi, kita mungkin berpikir tentang stigmata (pendarahan
di tubuh di lokasi luka Kristus), yang sering didoakan oleh tokoh-tokoh seperti Fransiskus
dari Assisi, pendiri Fransiskan. Atau consider latihan spiritual imajinatif Ignatius Loyola
(yang pendiri jesuit), menyalahi diri, dan bentuk-bentuk ekstrim lain dari asceticism Semua
ini mewakili pendekatan sensualistik yang berdaging terhadap kehidupan spiritual. Mereka
berfokus pada daging dan imajinasi.
Agar adil, pendekatan spiritualitas semacam itu tidak universal dalam Katolik (orang
berpikir tentang monastisisme yang lebih keras dan terkendali dari Gereja Benedik,
misalnya), tetapi itu pasti ada, dan ia menemukan ekspresi dalam kesalehan populer dan
bahkan dalam film. seperti The Passion of the Christ karya Mel Gibson.
Spiritualitas Katolik Roma dalam praktiknya seringkali juga legalis. Untuk contoh,
diadakan sebagai dosa tidak cepat, sedangkan Ortodoks memberikan pengakuan puasa hanya
sebagai alat. Seseorang juga dapat menemukan daftar rinci tentang bagaimana mendapatkan
indulgences dari api penyucian, uang kuantitatif (“Katakanlah sepuluh Salam Maria dan
satu Bapa Kami “), supaya dosa-dosanya terhapus dan pembatalan pernikahan sebagai cara
untuk menghindari larangan terhadap perceraian. Ini adalah ajaran roma katolik. Mengapa?
Karena legalis spirituality. Di dalam katolicism itu memang ada sistem-sistemnya ada yang

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
sangat mystical, contemplative sensibilities on the one hand and the more legalistic kinds on
the other. Contohnya tadi antara jesuit dan fransiska (jesuit itu sangat mystical sedangkan
fransiska itu sangat antroposentris) jadi, di dalam katolik sendiri ada grup-grup spiritual yang
memang kontradiksi.

Masalah Dogmanya:
Di dalam katolik, issue yang paling membuat perpecahan antara gereja barat dan
timur adalah:

Papal Supremacy
Papal Supremacy mengajarkan bahwa pemimpin gereja yang di roma yang sering
kita sebut adalah Paus (sekarang paus fransikus) dari roma adalah supreme, immediate,
ordinary, universal jurisdiction over every Christian, that he is the head of the Church. Dialah
satu-satunya penguasa di seluruh gereja kristen (sebagai kepala gereja yang mewakili
Kristus). Jadi seluruh Yuridiksi harus takluk di bawa roma tapi yuridiksi yang lain tidak mau.
Papal Supremacy inilah yang paling menbahayakan iman dan keselamatan seseorang.
Papal Supremacy ini berada pada konsili pertama vatican tahun 1870 roma katolik
satu-satunya yang bisa menguasai semua gereja dari berbagai maca yuridisi karena dia satu-
satunya kepala gereja yang sah dari Rasul Petrus yang di tunjuk oleh Yesus sendiri sebagai
pemimpin atas gereja. Itu sebabnya mereka menganggap satu-satunya gereja yang katolik dan
gereja-gereja lain itu harus tunduk. Dalam konsili vatikan yang pertama jelas dia memberi
satu pernyataan dari universal jurisdiction.
Di tahun 1439 ada konsili likal namanya konsili Florence bertemu dalam upaya untuk
menyatukan kembali Gereja Ortodoks dengan Roma melalui ketundukan Ortodoks, tentu
gereja Orthodox tidak mau dengan alasan pemimpin gereja di roma itulah wakil Kristus yang
sejati, kepala seluruh gereja dan bapa dan guru dari semua Kristen; dan kepadanya
telah dilakukan dalam Petrus yang diberkati, oleh Tuhan kita Yesus Kristus, kuasa penuh
untuk merawat, memerintah dan mengatur seluruh gereja. Pengajaran tentang yuridiksi yang
universal sering di sebut ultramontanism artinya apa? Beyond the montains. Ajaran seperti ini
tentu yuridiksi lain tidak terima. Vatikan yang kedua tahun 1965 menuliskan bahwa Roma itu
satu-satunya sukses.

Alasan mengapa dogma ini muncul:

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
Yang di ajarkan oleh Orthodox ini, tentu kita menolak papal spremacy karena yang
pertama bahwa kepala gereja bukan bishop tetapi Kristus itu sendiri (Ef 1:22; 5:23; Kol
1:18). Dia tidak perlu vikar (paus yang di tunjuk sebagai wakilnya Kristus, tidak) karena Dia
selalu hadir di dalam gerejanya. Lalu permasalahannya ada di Mat 16:19 kunci jamak ini di
berikan plural subject yang lain misalnya di dalam Yoh 20:23 bukan hanya Petrus saja. The
Lord also describes Himself (not Peter) as having the “keys of hell and of death” in
Revelation 1:18. The idea that Peter’s sole successor is the Roman pope, who has exclusive
access to the “keys,” is not in Scripture. Memang benar Petrus itu pemimpin dari para Rasul
bersama dengan Rasul Paulus.

Papal Infability

Ini berarti Paus itu tidak bisa salah apa pun yang di ajarkan karena dia sebagai wakil Kristus.

Tuhan yang Berbeda?
 
Umat ​​Kristen Ortodoks yang memandang serius dogma Katolik Roma
mungkin mempertanyakan apakah kita beriman kepada Tuhan yang sama. Saran seperti itu
tidak dibuat dengan mudah. Ada tiga doktrin Katolik Roma yang mungkin membedakan
pandangan Vatikan tentang Tuhan dari Ortodoksi: filioque, kesederhanaan ilahi mutlak, dan
rahmat ciptaan. Seperti yang akan kami jelaskan nanti, untuk ketiga doktrin ini, ada teolog
Ortodoks yang percaya bahwa mereka dapat dipahami dengan cara Ortodoks.
 

The Filioque
Ini masalah yang sulit sebab di dalam pengakuan iman nicea bahwa Roh Kudus itu
proceeds from the Father sedangkan di gereja di Roma di tambahkan bahwa Roh Kudus itu
keluar dari Bapa dan Putra atau Anak Yohanes 15:26. ini jadi suatu masalah yang kompleks
sedangkan di Orthodox tidak menerima ada “and the Son” bahasa latinnya Filioque. Ini
menambah doktrin sendiri, tidak sesuai dengan pengakuan iman nicea konstantinople.

Absolute Divine Simplicity

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
Ini maksudnya The Orthodox faith teaches that God is both unknowable essence and
knowable energies, language that goes back at least to the fourth century. Bahwa Allah itu
secara esensi tidak bisa di ketahui hanya melalui energinya Allah dapat di ketahui. Di dalam
Roman Catholicism mereka menekankan the absolute divine simplicity jadi tidak ada yang
namanya esensi dan energi. Allah itu substance misalnya di dalam konsilinya four lateran
tahun 1215 mengatakan We firmly believe and openly confess that there is only one true
God, eternal and immense, omnipotent, unchangeable, incomprehensible, and ineffable,
Father, Son, and Holy Ghost; three Persons indeed but one essence, substance, or nature
absolutely simple; the Father (proceeding) from no one, but the Son from the Father only, and
the Holy Ghost equally from both, always without beginning and end. God itu absolute
simple tidak ada yang namanya energi dan esence yang ada absolute simple.
Perbedaan ini penting supaya kita memikirkan tentang Allah itu dengan perspektif
bahwa Dia punya energi yang bisa di pahami tetapi Dia juga punya esensi yang mungkin kita
tidak pahami. Kalau konsep di agama di timur seperti budism, tawsm menganggap bahwa
Allah itu sesuatu yang kekal tapi kita percaya bahwa walaupun Dia tidak bisa di mengerti tapi
Dia juga punya energi yang artinya Dia bisa berbicara kepada manusia, berfirman bahkan
berinkarnasi itu Allah yang bisa kita jangkau (trasenden di lain sisi Dia juga Imanen)
misalnya dalam Yoh 1:18; 1 Yoh 4:12 mengatakan tidak seorangpun pernah melihat Allah
(itu esensinya) tapi waktu kita melihat Kristus kita melihat energi of God tapi bukan berarti
dua Allah (Allah substance dan Allah energi) tidak. Istilah ini hanya di pakai untuk
menyatakan bahwa Allah di satu sisi Ia tidak di ketahui tetapi di satu sisi Ia turun jadi
manusia supaya kita bisa mengambil bagian dari natur ilahi 2 Pet 1:4 sampai kita serupa
dengan Kristus dalam bentuk energinya, kita tidak berubah jadi Allah seperti ajaran mormon
mereka percaya bahwa nati kita jadi sepeti Allah, tidak. Kita berubah jadi Allah bukan dalam
bentuk substasinya tapi dalam energinya. Kalau substansi kita tetap manusia tetapi kita
menjadi manusia ilahi oleh kuat kuasa energi-Nya tadi sehingga absotute Divine Simplicity
ini menjadi basis bagi roma katolik. Kalau kita menjadi theosis berarti kita semakin jadi ilahi
seperti Kristus oleh energi-Nya.

Aplikasi: Roman Catolicism bukanlah agama yang yang baru tetapi sudah ada sejak mula-
mula yang berada di Roma dan gereja-gereja tidak hanya di Roma, tapi ada di Yudea,
Yerusalem, kemudian di Antiokia, dan berkembang lagi ke Alexandria di Mesir. Jadi pada
abad pertama sudah ada perkembangan injil dan gereja-gereja sudah di dirikan misalnya
Rasul Paulus sudah mendirikan gereja dimana-mana seperti di Yunani sampai di wilayah asia

Orthodoxy & Heterodoxy Suriani Waruwu/Tugas ke-3
kecil, Turki. Banyak orang yang mengklaim bahwa ajaran mereka sesat tetapi sebenarnya
tidak. Orang-orang yang mengklaim seperti ini karena mereka tidak belajar. Jadi marilah
rajin-rajin belajar supaya kita dapat menguasai doktrin sebab banyak orang yang memakai
sumber yang sama tetapi karena penyampaiannya berbeda maka bisa saja menjadi
Heterodoxi. Belajar tentang doktrin supaya kita dapat mempertanggungjawabkan kepada
mereka yang Heterodoxi.

Obedience: saya harus benar-benar belajar banyak hal tentang doktrin supaya saya tidak
menyesatkan orang tetapi memberi pemahaman bagi mereka yang Heterodoxi. Jangankan
orang lain tetapi bagaimana supaya bukan saya sendiri yang di sesatkan.

KARAKTER SEORANG PENGIKUT YESUS

(penjala ikan jadi penjala manusia)

Lukas 5:1-11

Ini adalah sebuah narasi (historical narrative) yang terjadi pada masa itu. Cerita ini adalah injil (pelayanan Yesus), itu sebabnya fokus dari cerita ini adalah Kristus. di balik cerita ini ada spiritual meaning yang mesti kita pelajari.

Lukas menulis apa yang terjadi pada waktu itu lalu Yesus berpesan 10b “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” (Lk. 5:10 ITB). Yesus tidak hanya menolong Petrus menangkap ikan yang banyak tetapi Ia mengatakan bahwa Petrus menjadi pejala manusia.

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. (Lk. 5:1 ITB) Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. (Lk. 5:2 ITB). = terjadi ini di waktu pagi hari di waktu mereka pulang dari nelayan sebab para nelayan kerjanya di waktu malam hari. Lalu Yesus ngapain? Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. (Lk. 5:3 ITB). Kemudian setelah Ia mengajar, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (Lk. 5:4 ITB). Kemudian Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Lk. 5:5-11 ITB). Peristiwa yang terjadi ini bukan hanya sekedar cerita tetapi ada spirituanya. Misalnya ada homily dari Daniel Kovalak, Bapa Gereja beranggapan bahwa ini suatu cerita yang di genapioleh para murid Yesus sendiri. Misalnya Petrus dan cerita ini akan di genapi di hari pentakosta ketika ia berkhotbah tiga ribu orang bertobat. Itu sebabnya jalanya sampai koyak. Petrus tangkap ikan ini di tengah danau dan tengah danau ini dalam. Tepi pantai menunjukkan Yesus mengajar kepada orang-orang Yahudi. Memang injil pertama kali di beritakan kepada mereka yang ada di pantai itu. ketika Yesus berkata sekarang kamu ke tengah laut untuk menangkap ikan. Pada waktu itu Simon, Yohanes, Andeas, Yakobus masih belum jadi murid ketika mereka melaut mereka tidak menangkap apa-apa (nihil) pada hal Yesus nyuruh mereka lagi untuk menjala tapi Petrus menjawab “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.  dari peristiwa ini sebagai spiritual meaningnya adalah the humility and obedience of the fishermen (perkataan Daniel Kovalak). Yesus bukan seorang pelaut hanya seorang anak tukang kayu tentunya Ia tidak mengerti dunia nelayan tapi yang profesinya nelayan adallah Simon Petrus tetapi Simon mau taat dengan perintah Yesus (inilah yang di sebut obedience dan satu kerendahan hati). Jadi kalau mau taat perlu kerendahan hati karena kalau tidak ada kerendahan hati mana bisa taat pada perintah. Dalam cerita ini juga berbicara tentang iman karena sudah jelas ketika simon dan teman-temannya menjala di malam hari mereka tidak mendapat apa-apa/nihil tapi di siang hari ketika Yesus menyuruhnya pergi ke tengah laut dan menebarkan jala malah mereka mendapat ikan banyak. Kalau secara logika tidak mungkin karena bagi seorang nelayan ikan tidak di dapat di siang hari tetapi karena imannya pada perkataan Yesus sehingga mereka mengalami misteri, mujizat yaitu mendapat ikan banyak. Disisi lain yang Yesus panggil bukan murid yang nganggur tapi murid yang bekerja keras seperti di ayat 2 yang menyatakan bahwa Simon ini seorang pekerja nelayan bukan penganggur tapi pekerja keras namun saat itu tidak ada hasilnya. Sebagai spiritual meaningnya adalah sebuah pekerjaan tanpa pertolongan Tuhan memang nol hasilnya tapi ketika Tuhan campur tangan seperti dalam cerita ini maka yang terjadi adalah mendatangkan hasil yang melimpah (memang ini sangat kontras).

Pekerjaan tanpa Kristus sia-sia Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Jn. 15:5 ITB) ini sangat jelas bahwa pekerjaan tanpa di sertai Tuhan maka hasilnya nol. Mendengar perkataan Yesus yang Simon lakukan adalah ia taat, rendah hati dan memiliki iman lalu menebarkan jalanya maka hasilnya snagat luar bisa seperti di katakan perahu hamper tenggelam akibat banyaknya ikan yang mereka dapat. Jadi sebagai spiritual meaning kita kepada Petrus adalah, taat, rendah hati dan imannya karena di aitu seorang pelaut dan pintar menangkap ikat tapi ia taat dengan perkataan Yesus dan tentunya seorang pelaut tahu kalau di siang hari itu gk ada ikan, malam saja tidak dapat apalagi di siang hari tapi karena dia punya iman dan percaya kepada guru/Yesus maka ia kerjakan. Karakter seperti inilah yang Yesus cari sebagai murid.

Jala adalah injil itu sendiri Kis 1:8 injil itu harus sampai kedalam lautan artinya tidak hanya di pantai saja atau kepada orang-orang Israel saja tetapi kepada yang lain juga di mana di katakana tadi pergi ke tengah laut baru bisa tangkap ikan yang banyak. Ikan di tepi pantai ikannya sedikit-sedikit tapi di tengah laut ikannya bermacam-macam ada yang besar dan kecil. Ini artinya jala sebagai injil dan di beritakan di segala bangsa. Waktu Yesus panggil Petrus ini suatu gambaran dimana mereka menjadi penjala ikan yang menebarkan jalanya (pemberitaan injil sampai ke ujung bumi) itulah sebabnya Yesus menyuruh Petrus bertolak ke tengah laut. Supaya tidak hanya di tepi laut saja ikan yang di tangkap akan tetapi Yesus mau menangkap ikan yang ada di tengah laut. Ikan di tengah laut itu menunjukkan orang-orang yang bukan Yahudi kalau ikan yang di tepi laut adalah orang-orang Israel dan Yahudi. Tetapi untuk menangkap ikan di tengah laut tapi perlu ketaatan, kerendahan hati dan iman. Kapan itu di peroleh? Ketika Yesus hadir di perahu hidupmu. Artinya apa? Ketika Yesus hadir jadi juru mudi kehidupan kita.

Di ayat 5 sebagai rasionalnya “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa,sebagai imannya adalah tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Antara rasional dan iman dalam cerita ini sangat bertentangan. Tetapi yang Petrus turuti adalah bukan rasionalnya tetapi imannya. Jadi imanlah yang menuntun kepada satu reason yang di perbaharui.

Yesus datang di perahu hidup kita dan untuk memiliki relasi dengan-Nya dan taat dengan perkataan-Nya perlu kerendahan hati dan iman. Kalau kita tidak memiliki kedua ini mana mungkin bisa taat tetapi yang muncul adalah pemberontakan. Seperti dalam cerita ini seandainya Petrus tidak memiliki kerendahan hati dan iman mana mungkin dia taat dengan perkataan Yesus seorang anak tukang kayu tetapi karena dia memiliki kerendahan hati sehingga ia taat dengan perkataan Yesus ketika Yesus menyuruhnya menjala lagi di siang hari di tengah laut. Iman yang benar mendatangkan perbuatan ketaatan (punya iman kalau punya kerendahan hati). Maksud dari kerendahan hati dalam ayat ini adalah mau di perintah oleh Yesus. Kita tidak akan jadi murid Yesus kalau kita tidak memiliki kerendahan hati lalu taat dan kemudian beriman.

Ketika Petrus mengatakan “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” (Lk. 5:8 ITB) artinya ini menghasilkan the new reason dan inilah yang di sebut the new man. Menjadi manusia baru reasonnya/akal budi harus di perbaharui oleh Tuhan melalui iman dan perbuatan dan hasilnya menjadi manusia baru.

Ketika Yesus mengatakan “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” (Lk. 5:10 ITB) di saat inilah mereka menjadi murid Yesus Kristus. Tugasnya bukan lagi menjala ikan tetapi menjala manusia dengan perah, jala, dan dengan new reason mereka. Tuhan pakai materi juga spiritual. Materinya adalah perahu, jala untuk tangkap ikan sedangkan materi yang di gunakan untuk menjala manusia adalah injil yaitu Yesus yang menderita di kayu salib, mati, di kubur lalu bangkit. Itulah hal pokok yang di beritakan (1 Kor 15) kristus yang mati dan bangkit. Kemudian yang di pakai oleh para rasul untuk memberitakan injil adalah perahu. Paulus memakai perahu untuk memberitakan injil sampai ke Roma, sampai kepulau siprus dsb. Pada konteks yang sekarang tanpa iman, kerendahan hati, taat dan iman kita tidak dapat menjadi pengikut Yesus seperti Simon Petrus.

Perahu adalah hidup kita dan jala adalah injil. Jadi kehidupan kita tidak boleh yang hanya di tepi laut/pantai saja tetapi pergi ke tengah laut untuk menangkap ikan yang banyak. Berlayar di tengah laut tentu bahaya kita temukan dimana kita tidak ketahui kapan kita tenggelam oleh ombak yang besar. Sebuah cerita tentang Yohanes anak Zebedeus sebagai penjala manusia.

Ex: Yohanes

Yohanes ini adalah orang yang Bersama Petrus di perahu yang hampir tenggelam (Luk 5:7). Yohanes ini di sebut sebagai Rasul karena dia di pilih oleh Yesus sendiri lalu di sebut sebagai penginjil karena dia menginjil anak Zebedeus dan Salome. Salome ini adalah salah satu anak perempuan Yusuf penjaga Theotokos Bersama saudara laki-lakinya Yakobus, mereka di panggil oleh Tuhan di dalau Genezaret untuk menjadi Rasul-rasul Kristus.

Ia disebut “Terkasih” oleh Sang Juruselamat dan merupakan salah satu dari 3 Rasul yang dekat kepada-Nya dan juga menjadi saksi mata langsung peristwa pemuliaan atau Transfigurasi Yesus di Gunung Tabor.

Di atas salib, Tuhan mempercayakan ibu-Nya Maria sebagai Theotokos kepada Rasul Yohanes. Dia juga salah seorang tiang penopang Gereja dan setelah wafatnya bunda Maria, dia pindah ke kota Efesus Bersama muridnya untuk mewartakan injil. Dalam perjalanannya, kapal mereka karam oleh badai hebat dan semua penumpangnya terdampar di pantai kecuali Rasul Yohanes. Meratap pahit dan sedih, Prokhorus meneruskan perjalanan di Efesus sendirian. Pada hari ke-14 perjalanannya, Prokhorus berdiri menuju orang itu dan dia mengenali bahwa orang itu adalah Rasul Yohanes, gurunya yang telah di jagai oleh TUhan tetap hidup selama 14 hari di tengah samudera.

Di kota Efesus, Rasul Yohanes mewartakan injil kepada orang-orang pagan (penyembah berhala) dan di sertai banyak tanda dan mukjizat besar sehingga setiap hari jumlah umat percaya terus bertambah. Pada masa itu Kaisar Nero (56-68) memulai penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Rasul Yohanespun di bawa ke pengadilan di Roma. Ia di jatuhi hukuman mati namun Allah menjaganya. Dia meminum cawan berisi racun mematikan tanpa tersakiti dan keluar hidup tanpa terbakar dari kuali yang penuh minyak mendidih. Setelah itu mereka mengasingkan Yohanes ke pulau Patmos dimana oleh Ilham Ilahi Roh Kudus, dia menulis kitab Wahyu. Dia mengerjakan banyak mukjizat dan menerangi banyak orang dengan terang injil Kudus. Ia mengusir iblis-iblis dari kuil-kuil pagan dan menyembuhkan sejumlah besar orang sakit. Penyihir-penyihir yang menguasai kuasa roh-roh jahat melawannya, namun kepala mereka yang bernama kinos membual hendak menghancurkan Yohanes, tapi malah dia binasa tenggelam di tengah samudera.

Setelah kematian Kaisar Nero, Rasul Yohanes kembali ke kota Efesus untuk meneruskan pelayanan ke uskupan dan menulis injil. Gereja menyebutnya sebagai “Rasul kasih” dan “sang Teolog”

Ketika tiba waktunya wafat, Rasul Yohanes pergi keluar batas kota Efesus Bersama keluarga para muridnya. Dia meminta mereka mempersiapkan kuburan berbentuk salib dimana dia akan terbaring. Dia memberitahu murid-muridnya bahwa mereka harus menutupi tubuhnya dengan tanah. Para murid dengan berlinang air mata mencium guru mereka yang terkasih dan mereka memenuhi permintaannya. Mereka menutupi wajah orang suci dengan kain dan meletakkan jasadnya ke dalam kuburan. Mengetahui hal ini, murid Rasul Yohanes lainnya datang ke tempat penguburannya. Ketika mereka membuka kuburan, mereka menemukannya kosong.

Rasul Yohanes wafat ketika dia berusia lebih dari 100 tahun. Dia hidup jauh lebih lama dari pada saksi mata Tuhan yang lain dan dalam jangka waktu yang lama dia tetap menjadi satu-satunya saksi mata yang tersisa akan kehidupan Juruselamat di dunia. Kematian Rasul Yohanes di peringati setiap tanggal 8 Mei dan setiap tanggal ini keluar debu halus dan ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Tuhan menganugrahkan kepada murid-Nya yang terkasih, Yohanes dan saudaranya Yakobus dengan julukan “putra-putra petir” yang bersimbol sebagai Rasul luar biasa yang di sertai kuasa penyucian api surgawi. Dan tepatnya dengan ini sang Juruselamat hendak menunjukkan karakter kasih orang percaya yang menyala-nyala, berapi-api, dan penuh pengorbanan yang pengkhotbahnya adalah Rasul Yohanes Sang Teolog. Burung elang menunjukkan symbol yang tinggi dari pemikiran teologisnya dan burung elang ini menjadi symbol ikonografi rasul dan penginjil Yohanes. Sebutan sang teolog di berikan oleh gereja hanya kepada Rasul Yohanes di antara para murid dan Rasul Kristus karena dialah yang melihat penghakiman misterius Allah di pulau patmos.

Gereja memperingati wafatnya Rasul Yohanes setiap tanggal 26 September.

Kesimpulan:

Menjadi murid Yesus maka kita harus mebiarkan Yesus sebagai juru mudi kehidupan kita sehingga akal kita terus di perbaharui oleh ketaatan dan iman kita. Menjadi murid Yesus harus memilki karakter seperti Petrus dimana dia taat, memilkikerendahan hati dan iman dengan perkataan Yesus. Tanpa memiliki kerendahan hati maka kita tidak mungkin taat dengan perintah Yesus apalagi untuk mengimaninya tapi yang lebih tinggi adalah reason tadi. Akan tetapi sebagai pengikut Yesus harus memiliki tiga hal ini sehingga kita menjadi menusia baru.

Yesus menjadikannya sebagai juru mudi kehidupan kita berarti membiarkan Dia untuk mengatur kehidupan kita. Karena tanpa terlibatnya Yesus dalam kehidupan kita maka hidup kita menjadi sia-sia dan dalam segala usaha pekerjaan kita tanpa campur tangan Tuhan maka hasilnya nol (nihil) akan tetapi melibatkan yesus dalam kehidupan kita dan pekerjaan kita maka yang terjadi adalah mendatangkan hasil.

Obedience: mengikis ego, harus rendah hati, taat dan beriman kepada Yesus. Saya adalah penjala manusia yang harus pergi ke tengah laut untuk menjala.

Minyak Wangi

Kidung Agung 1:12

Terjemahan literal:

  עַד־שֶׁ֤הַמֶּ֙לֶךְ֙ בִּמְסִבּ֔וֹ נִרְדִּ֖י נָתַ֥ן רֵיחֽוֹ׃

 (Cant. 1:12 WTT)

Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku. (Cant. 1:12 ITB)

Raja (subject) ada di sebelah mejanya

Sementara raja itu di sekitar mejanya, minyak narwatuku itu memancar harum.

Syntactic content:

  1. Sementara raja berada di sekitar mejanya
  2. Minyak narwastuku memancar bau haru

Tipologi dari ayat ini adalah Yesus Kristus dan di dalamnya ada meaning karena di dalamnya ada Roh Kudus. lalu Apa kaitannya dengan kristus dan kita sebagai gerejanya?

Alegoris ini adalah suatu metafora di balik itu selalu ada meaningnya. Hal-hal yang di sampaikan mengandung makna yang lain bisa figuratif (ex, Raja tipologinya Kristus), cerita dll.  

Contoh figurative:

  • Markus 14:3; Mat 26:6-7 injil Matius dan Markus tidak menyebut nama dari perempuan itu tetapi kalau di bandingkat dalam Yoh 12:3 jelas bahwa Yohanes menyebutkan nama perempuan itu adalah Maria. Ini adalah suatu peristiwa yang terjadi sebagai tipologi dari Kidung Agung 1:12.
  • Dalam Luk 7:37 bd Yoh 11:2; Yoh 12:3. Siapa Maria? Saudara marta dan Lazarus. Kedua kakak ini menolong Lazarus untuk menginjil di berbagai pulau. Marta dan Maria pada akhirnya mengalami mati martir bersama Lazarus.

Kedua catatan yang menyebutkan maria ini menyatakan bahwa Maria mulai menyeka sampai di kaki.

Origen mengatakan kita harus bertumbuh dengan memakan makanan keras.

Obediencenya kita ingat bahwa kita bau harum Kristus dan kamu sendiri punya kepekaan mencium kehadirat Tuhan

Anagogicnya adalah bau harum itulah mempersiapkan kita waktu mempelai laki-laki datang. Secara secara eskatologi….

Tiga bersaudara ini mereka memberitakan injil sampai pada cyprus di daerah Yunani dan mereka meninggal disana.  Sebelum ia meninggal Lazarus sendiri jadi bishob pertama di gideon.

Origen mengajarkan bahwa kidung agung ini di genapi dalam hidupnya Maria dari betania. Apa maksud maria mengurapi kepala Yesus. Yesus di sebut sebagai Kristus/hamasiah. Orang yang di urapi yang memiliki 3 jabatan yaitu Raja, Imam dan Nabi. Maria mengurapi Yesus lalu ruangan itu penuh dengan bau harum. Apa spiritual meaningnya ketika Yesus di urapi? Pertama menegaskan bahwa dia adalah mempelai laki-laki. Origen mengatakan memperoleh satu minyak yang harus secara natural untuk mengurapinya oleh gereja. Ini artinya gereja memang betul-betul mempersiapkan diri menyambut kedatangan mempelai laki-laki. Sama seperti gadis-gadis bija dan bodoh yang menunggu kedatangan mempelai laki-laki. Dalam cerita ini juga berbicara tentang minyak. Ini sama maria dari bertania mengantisipasi bahwa ada mempelai laki-laki datang.

Kristus inilah raja yang di urapi sedangkan maria mengantisipasi. Seperti dalam Mat 26:6-7 ini adalah suatu antisipasi dengan kedatangan Kristus. Minyak itu suatu antisipasi/berjaga-jaga. Membaca kidung agung 1:12 Kita ingat minyak itu bahwa mengantisipasi diri kita/mempersiapkan diri dengan kedatangan mempelai laki-laki itu. Maka di minggu sensara selalu ada ibadah-ibadah untuk mengingat antisipasi kedatangang mempelai laki-laki dan mempelai wanitanya adalah kita. Sebetulnya minyak itu Kristus sendiri. Dia minyak yang berbau harum. Jadi ketika gereja mengurapi Dia dengan minyak itu maka kita sendiri yang menerima bau harumnya. Dalan 2 Kor 2:15 apa arti teks ini yang jadi minyak adalah Kristus dan baunya adalah kita. Ini secara misteri kok bisa kitab au harum? Karena Kristus ada di dalam kita. Mengurapi mempelai itu lalu kita sendiri yang berbau harum. Bau harum maksudnya apa? Menunjukkan kita di lahirkan dari kristus sehingga kita bisa memancarkan bau harum itu. kita dari gereja yang di penuhi oleh keharuman itu. karena yang mengisi diri kita adalah Roh Kudus maka kita di penuhi dengan aroma yang harum sehingga kita memancarkan keharumannya. Dari aroma itu kita bisa memberi persembahan seperti minyak tadi dan kita menerima balik keharuman dari pengajaran-Nya.

            Pengurapan ini penuh dengan iman dan kasih seperti yang di alami Yesus ketika maria mengurapi. Dalam Mar 14:6 ini artinya ketika kita melakukan seperti apa yang maria lakukan yesus mengatakan dia melakukan satu hal yang baik bagiku. Kita sebagai bau harum Kristus itu di ingatkan lagi untuk melakukan apa yang baik. Bagaimana kita mengantisipasi kedatangan mempelai laki-laki? Kita terus melakukan perbuatan baik yang memang Tuhan siapkan untuk kita Ef 2:10; Ibr 13:21 melakukan hal yang baik kita membutuhkan minyak itu seperti Maria dari betania, dia punya minyak yang mahal makanya Yudas mengatakan ini suatu pemborosan lebih baik di berikan kepada orang miskin tetapi Yesus mengatakan kaumu tidak usah menyusahkan dia, dia justru melakukan yang benar bagiKu.

            Origen mengatakan kalau kita mau memancarkan keharuman Yesus Kristus maka kita perlu memperlakukan Kristus dengan cara memuliakan Dia dan minyak itu sendiri adalah Yesus Kristus. Dalam Maz 104:15 ayat ini tergenapi dalam hidup Kristus bahwa Dia adalah minyak, anggur, roti dan air kehidupan. Dalam Ibr 5:14 makanan keras untuk mendewasakan kita dan ini semua menunjukkan pada Yesus Kristus yang membuat kita penuh Anugerah. Apa artinya makanan yang keras kalau di bandingkan dalam Ibr 6:1-2 ini artinya semakin lama kita hidup berarti kedatangan Yesus semakin dekat, persiapan kita harus sungguh-sungguh. Kita harus memakan makanan yang keras untuk mendewasakan kita.

Aplikasi: Kristus adalah minyak itu sendiri maka kita harus punya kepekaan jiwa untuk mencium bau harumnya Kristus ketia Ia datang dalam arti kita harus siap-siap untuk menyambut kedatangannya dengan terus melakukan perbuatan baik. orang lain dapat melihat Kristus di dalam diri kita karena kita sebagai cerminannya. Jadi kalau kita memakai keharuman dari Firman itu maka orang lain akan mencium bau keharuman Kristus itu. Kata origen kita harus terus bertumbuh jangan makan makanan yang lembek tetapi makanan yang keras untuk mendewasakan kamu.

Obedience: terus melakukan perbuatan baik untuk memancarkan bau harumnya Kristuskarena Kristus itu sendiri yang menjadi minyak wangian.

Martir Sophia dan Ketiga Putrinya & Kidung Agung 1:11

  1. Martir Sophia dan Ketiga Putrinya

Ini adalah sebuah cerita para martir yang di tuliskan oleh Dr. Hendi S.S yang mungkin di dalam cerita ini sangat sadis dan tragis dimana anak Sophia meninggal karena mempertahankan iman dan kepercayaan mereka.

Para Martir Kudus ini berasal dari keluarga saleh di Italia pada masa pemerintahan kaisar Hadrian (117-138). Ibu mereka, Sophia, membesarkan anak-anaknya dalam iman, pengharapan, dan kasih dan itu sekaligus menjadi nama-nama untuk ketiga putrinya.

Kabar tentang cara hidup mereka yang dikagumi telah diketahui oleh kaisar. Pada saat kaisar mendengar bahwa mereka sedang berada di Roma, sang kaisar segera mengutus prajurit-prajuritnya untuk menangkap mereka dan dibawa ke hadapannya. Melihat usia mereka yang masih amat muda, sang kaisar takjub betapa teguh iman anak-anak perempuan Sophia. Sang kaisar mengira mungkin karena mereka selalu bersama untuk saling mendukung, maka dia pun menanyai mereka secara terpisah.

Pistis (Iman), putri pertama St. Sophia, yang baru berusia 12 tahun dibawa masuk terlebih dahulu. Dia dengan berani menolak sanjungan kaisar dan menghina perbuatan-perbuatan kaisar yang tanpa malu dan siasatnya yang sia-sia terhadap orang-orang Kristen. Kaisar pun mengamuk dan memerintahkan prajuritnya untuk melucuti Pistis, dipukuli tanpa ampun, dan buah dadanya dirobek, yang darinya mengalir susu dan bukan darah. Siksaan-siksaan ditanggungnya namun tanpa tersakiti sebab Pistis dilindungi oleh kuasa Allah. Akhirnya para prajurit itu memenggal kepalanya. Sophia menguatkannya untuk menerimanya dengan sukacita akan kematian yang akan menyatukannya dengan Kristus. Elpis (Pengharapan) yang baru berusia 10 tahun selanjutnya dibawa masuk. Karena dia mengakui Kristus dengan keteguhan yang sama seperti kakaknya, dia pun dipukuli dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala namun api itu padam ketika menyentuhnya, yang di dalamnya kasih Allah menyala dengan nyala yang lebih kuat daripada api duniawi.

Setelah disiksa berkali-kali, Elpis juga wafat oleh pedang dengan mengucap syukur kepada Allah. Kemudian anak yang bungsu bernama Agape (Kasih) juga dipanggil menghadap sang kaisar yang telah gila oleh amukannya sendiri. Dia hanya berusia 9 tahun namun sama teguhnya dengan kedua kakaknya. Agape digantung di tiang sula dan dirantai begitu eratnya sampai tangan dan kakinya patah oleh rantai itu. Dia lalu dilemparkan ke dalam perapian, yang darinya dia dilepaskan oleh malaikat, dan akhirnya mati martir dengan dipenggal. St. Sophia bersukacita melihat anak-anak perempuannya dengan begitu mulia menjalani perjalanan mereka menuju Tempat Tinggal Orang-orang Benar namun di sisi lain sebagai seorang ibu, dia dipenuhi ratap tangis yang mendalam. St. Sophia duduk di dekat kuburan putri-putrinya selama tiga hari dan pada akhirnya dia pun menyerahkan jiwanya kepada Allah. Meskipun dia tidak menderita secara daging, dia tidak kehilangan mahkota kemartiran. Sebaliknya, dia sangat menderita di dalam hatinya. Orang-orang percaya di situ menguburkan jasadnya di samping putri-putrinya.

Obedience:

            Dari cerita ini membacanya membuat saya tercengang dan merinding dengan penderitaan yang mereka alami. Keteguhan iman mereka membuat saya terberkati dan saya berpikir bahwa jika saya mengalami penderitaan maka saya tidak goyah karena penderitaan yang ku alami untuk memurnikan iman saya seperti yang di katakan Ignatius emas jika di bakar maka dia akan semakin bercahaya menjadi emas yang murni begitupula dengan penderitaan ibarat seperti emas yang di murnikan dengan nyala api yang panas.

  1. Kidung Agung 1:11 (lanjutan)

Terjemahan Literal:

  תּוֹרֵ֤י זָהָב֙ נַעֲשֶׂה־לָּ֔ךְ עִ֖ם נְקֻדּ֥וֹת הַכָּֽסֶף׃ (Cant. 1:11 WTT)

Kami akan membuat bagimu perhisan-perhiasan emas dengan manik-manik perak.

Septuaginta:

ὁμοιώματα χρυσίου ποιήσομέν σοι μετὰ στιγμάτων τοῦ ἀργυρίου (Cant. 1:11 BGT)

kami akan membuat bagimu figur emas dengan tanda perak

Syntactic Content:

kami akan membuat untukmu ornaments emas dengan manik-manik dari perak.

Origen mengatakan bahwa teman-teman dari sekeliling mempelai laki-laki itu sekarang mempunyai tanda dengan perhiasan. Origen memberi contoh Ketika Kristus di baptis di sungai Yordan Ia di tandai dimana setelah di baptis Dia di cobai oleh iblis di padang gurun tetapi di tandai dengan ada malaikat yang datang dan melayani Dia. Bahkan hukum taurat itu sendiri di tandai/di tahbiskan oleh para malaikat melalui pengantara Musa. Dalam Ibrani 2:2 “Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal.” di tandai dengan malaikat-malaikat, nabi-nabi, dan para leluhur. Galatia 3:19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. (Gal. 3:19 ITB). Ini adalah Guardians yang di tunjuk kepada mempelai perempuan yang masih kecil. Jadi Origen mengatakan bahwa gereja itu sudah ada sejak di perjanjian lama tapi masih kecil itulah di berikan hukum taurat. Dalam Galatia 4:1-2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. (Gal. 4:2 ITB) ini menunjukkan child – until the fullness of the time should come, and God should  send His Son, made of a woman, made under the law sampai genap waktunya Galatia 4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. (Gal. 4:4 ITB). The law itu di anggap kecil tapi nanti pada waktu kegenapannya maka akan datang mempelai laki-laki yang lakir dari seorang perempuan di bawah hukum taurat. Ini suatu gambaran kita, hukum taurat itu di berikan melalui perantara malaikat nanti makin lama makin jelas sehingga wujud hukum taurat itu pada waktunya adalah anak Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Sedangkan Gereja-Nya juga origen mengatakan pada awalnya belum jelas tapi makin lama makin jelas. Mempelai wanita sudah ada sejak dulu tapi masih kecil “she is so called from the beginning of the human race and from the very foundation of the world-indeed. If I may look for the origin of this high mystery under Paul’s guidance, even before the foundation of the world. Dalam Efesus 1:4 Gereja itu bukan berarti baru ada, memang dalam kisah para rasul ada sebutan gereja. Tapi jauh sebelum itu sudah ada gereja bahkan sebelum dunia di jadikan walaupun wujudnya baru nyata setelah inkarnasi. Pasangan manusia itu adalah Kristus (secara spiritual). Dalam Efesus 2:20 para nabi, rasul, malaikat itu kayak ornamen-ornamennya tadi sebagai tanda dari mempelai perempuan. Itu sebabnya di katakan kami akan membuat untukmu ornaments emas dengan manik-manik dari perak artinya kamu akan di layani oleh para malaikat, nabi dan rasul. Dalam Efesus 5:25-26 menyucikannya dengan Firman. Jadi, kalau Kristus pada awalnya Dia sudah mengasihi kita kalau kita tidak exist bagaimana mungkin Ia mengasihi yang tidak exist. Dalam Ibrani 2:14 as the chidren were partakers of flesh and blood, he also Himself in like manner was made a sharer of the same itulah artinya Dia datang kepada mempelai perempuan itu.

            Gregory dari nyssa mengatakan bahwa ayat ini di kaitkan dengan ayat sebelumnya di katakan kuda itu disuncikan baru di beri ornament untuk mempercantik kuda itu sehingga the king may be, not on his seat, but in his bed. Ini gambaran metafora dimana mempelai perempuan itu di percantik dengan emas. Apa yang di maksud the likenesses of gold kata Gregory of Nyssa? Tadi origen itu mengatakan bahwa gereja itu sudah ada dan di layani oleh para nabi, malaikat dan para rasul itulah yang di hiasi atau tandai dengan emas dan perak. Kalau menurut Gregory bahwa di tandai dengan likenesses of gold bukan emas itu sendiri tetapi serupa dengan emas, dia mengutip dari 2 Kor 12:3-6 ada kata-kata dari surga yang tidak bisa di bicarakan yaitu serupa dengan emas tapi bukan emas itu sendiri. Jadi kata the likenesses of gold artinya kita kayak menerima radiance of glory misalnya kalau matahari itu adalah terang, kita menerima sinarnya matahari bukan matahari itu sendiri kalau kita menerima matahari itu sendiri maka kita menjadi gosong tapi kita menerima sinarnya “radiance of Glory”. Sama juga dengan Paulus mengatakan bahwa ada hal-hal yang aku tidak bisa bicarakan. Ibrani 1:3 kita menerima radiance of Glory, stamp of the substance form of God. Pada intinya Nyssa menyimpulkan bahwa mempelai perempuan di tandai dengan kemuliaan Allah dan sinar kemuliaan Allah itu sendiri yang nanti berwujud manusia seperti yang di sebut dalam Ibr 1:3 itulah Yesus Kristus bahwa Dia adalah sinar kemuliaan Allah dan Fil 2:6; Yoh 1:1 “word in the beginning” dan “word divine”. Semuanya ini adalah hal-hal yang seperti emas tapi untuk mereka yang bisa melihat kebenaran itu sendiri. Ketika kita bisa melihat kebenaran itu maka kita kelihatan seperti emas tapi bukan emas. Jadi yang dinamakan orang percaya itu bersinar seperti emas “likenesses of gold”. Lalu apa yang di maksud dengan “di kelilingi dengan tanda-tanda perak? Perak artinya a verbal act of aignyfing tandakan atau kata-kata yang menegaskan. Misalnya dalam Amsal 10: 20 lidah orang benar seperti perak dalam api. Jadi kalau kamu berornamekan seperti emas maka yang menegaskan kamu seperti kata-katamu. Jadi perak itu menegaskan siapa kita.

Kesimpulan

Kita sebagai mempelai perempuan yang seperti likeneses of gold, kita tidak memanivestasikan substansinya dengan kata lainnya kita bukan matahari tetapi kita menerima pancaran matahari itu sehingga tubuh kita berkilau (punya radiance of glory) karena kita adalah likeneses of gold seperti kamu berjemur di bawah matahari sampai mukamu bercahaya. Origen itu mengatakan bahwa gereja itu sudah ada dan di layani oleh para nabi, malaikat dan para rasul itulah yang di hiasi atau tandai dengan emas dan perak. Kalau menurut Gregory bahwa di tandai dengan likenesses of gold bukan emas itu sendiri tetapi serupa dengan emas. Kalau dulu hanya bayang-bayang tetapi sekarang telah nyata melalui inkarnasi.

Pakaian Pesta Mat 22:1-14

Narasi ini adalah suatu cerita yang di sampaikan oleh Yesus sendiri kepada kita semua dan ayat ini merupakan naratif alegori. Alegoris artinya ada sesuatu yang mau di sampaikan di balik teks tersebut yang mengandung satu pengajaran tentang kerajaan surga. Di balik cerita ini ada kristus dan karyaNya.

Apa spiritual meaning dari bacaan ini?

Perjamuan kawin adalah kerajaan surga, lalu undangannya adalah pemberitaan injil. Yang menolak adalah orang tidak percaya dan yang datang adalah orang yang percaya. Sedangkan orang yang datang tapi tidak berpakaian pesta adalah orang yang percaya tetapi tidak hidup menurut iman. Sedangkan orang yang datang dan berpakaian pesta adalah orang yang percaya dan hidup menurut iman atau kehendak Allah.

            Pakaian pesta kita adalah pakaian Kristus Gal 2:20;27 artinya kita menanggalkan pakaian lama dan memakai pakaian baru. Bapa padang gurun mengatakan bahwa pakaian Kristus adalah mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni dan meneladani Kristus. Kalau di babtis dalam Kristus berarti menyatu dengan kematian, penguburan dan kebangkitan kristus (Rom 6:3-5) yaitu daging dan darahNya yang di curahkan untuk kita. Jadi, mengenakan Kristus ini berarti mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbarui untuk menjadi serupa dengan Kristus (Kol 3:10; Ef 4:24; Rom 8:29; 1 Yoh 3:2). Jadi berpakaian pesta ini berarti kita mengenakan pakaian Kristus yaitu memakai kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus di dalam diri kita sehingga kita mengenakan kemanusiaan yang baru dan kemanusiaan baru atau pakaian baru ini adalah perlengkapan senjata terang untuk memurnikan jiwa dan tubuh kita (manusia) di hadapan Allah (Rom 13:14; 1 Tes 5:23) sehingga hidup kita menghasilkan buah Roh.

Dalam Roma 13:14 Yesus Kristus sebagai perlengkapan pakaian yang kita pakai. Baju ibarat senjata terang untuk menjaga tubuhmu. Dan baju ini akan merawat kita dari keinginan dosa. Jadi memakai pakaian Kristus tujuannya untuk memurnikan jiwa kita dari dosa. Waktu pakai pakaian pesta tidak cukup tetapi harus menjaga dan merawat tubuhmu juga. Ketika orang menerima undangan yang di sebut injil lalu di terima (punya iman) kemudian ke pesta dengan memakai pakaian pesta (mengenakan pakaian Krsitus dengan di baptis dalam Kristus) setelah itu baju yang di pakai ini harus di jaga supaya tidak kotor artinya iman di sertai perbuatan. Pakaian ini untuk menguduskan tubuhmu, untuk menutupi tubuhmu. Jadi fungsi pakaian pesta yaitu untuk mempercantik tubuh kita.

Aplikasi:

Banyak yang di panggil tetapi sedikitlah yang terpilih. Ketika raja memberi undangan pertama kali sedikitlah yang datang karena mereka sibuk dengan urusan pribadi mereka. kemudian undangan kedua kalinya untuk orang lain banyak yang datang tetapi ada sebagian yang di tolak. Apa arti dari semuanya ini? Undangan yang di sebarkan adalah injil. Yang menolak adalah orang tidak percaya dan yang datang adalah orang yang percaya. Sedangkan orang yang datang tapi tidak berpakaian pesta adalah orang yang percaya tetapi tidak hidup menurut iman. Sedangkan orang yang datang dan berpakaian pesta adalah orang yang percaya dan hidup menurut iman atau kehendak Allah.

Obedience:

Saya harus memakai pakaian Kristus untuk melindungi tubuh saya sehingga saya semakin kudus di hadapan Allah dengan menanggalkan pakaian lama saya dan memakai pakaian baru melalui baptisan. Seperti salah Seorang saudara bertanya kepada salah satu Bapa Gadang Gurun, “Apa hidup itu?” dan sebagai jawaban dia berkata, “Mulut yang jujur, tubuh yang kudus, hati yang murni, pikiran yang tidak duniawi, bernyanyi mazmur dengan ratapan karena dosa, hidup dalam keheningan, dan selalu berpengharapan kepada Tuhan.” Inilah pakaian pesta yang diinginkan oleh Allah. (1.35) Seorang abba berkata, “Marilah kita melatih kelembutan dan panjang sabar, ketekunan, dan kasih, karena di dalam inilah para biarawan ada.” Dia juga berkata, “Definisi orang Kristen adalah meneladani Kristus.” (1.36, 37), Amin.

Kidung Agung 1:9-10

Terjemahan literal:

Ayat 9: Aku membandingkanmu kekasihku dengan kuda betina dari kereta-kereta Firaun

Syntactic Form:

ὡμοίωσά σε

ἡ πλησίον μου 

τῇ ἵππῳ μου

ἐν ἅρμασιν Φαραω

Ayat 10: pipimu menjadi cantik seperti burung perkutut, Lehermu cantik seperti kalung-kalung

Syntactic Form:

σιαγόνες σου ὡς τρυγόνες τί ὡραιώθησαν

τράχηλός σου ὡς ὁρμίσκοι 

Syntactic Content:

  1. Aku membandingkanmu, kekasihku dengan kuda betina dari kereta-kereta Firaun
  2. Pipimu menjadi cantik seperti burung berkutut
  3. Lehermu cantik seperti kalung-kalung.

Konteks Historis

Lapisan II:Theoria/Noetic/Spiritual/Mystical Meaning

Kristus dan Gereja-Nya adalah Spiritual meaning yang tersembunyi di balik historia teks. Apa maksudnya?

Dalam ayat ini kata kekasihku di umpamakan dengan kuda-kuda betina dari kereta-kereta Firaun. Apa yang terjadi dengan kuda Firaun? Pada kejadian ini kita ingat waktu bangsa Israel keluar dari bangsa Mesir dan di kejar-kejar oleh Firaun. Keluar dari bangsa Israel mereka melewati laut merah melalui Musa membelah laut itu dan kereta-kereta Firaun itu iku dari belakang tetapi hanyalah bangsa Israel yang selamat sedangkan kereta-kereta Firaun itu tenggelam. Dari pernyataan ini kita bisa saja bertanya, mengapa kita di umpamakan dengan kereta-kerata Firaun? Apa yang terjadi dengan kuda dari Firaun itu? Tenggelam. Maksudnya apa? Dalam 2 Taw 1:16-17. Origen mengatakan kata kekasih tadi menunjukkan orang percaya. Jadi orang percaya ini di umpamakan dengan kuda Firaun. Dan kuda ini milik-Nya Allah. gereja sebagai mempelai perempuan atau kekasih mauupun mempelai Kristus. Maksudnya apa? Origen mengatakan bahwa ini dilihat secara mystical interpretasi. Jadi kata kuda-kuda dari Firaun ini itu menggambarkan mengejar orang israel ini ada dominion dari spiritual Firaun yang di wakili oleh iblis atau spiritual si jahat. Origen mengatakan ini ada evil spirit yang akan selalu mencobai orang-orang kudusnya Allah. dalam 2 Raj 6:16-18; Habakuk 3:8 origen mengatakan kuda-kuda ini yang akan menjadi milik-Nya Allah. Dalam Mat 11:30. Gambaran yang ada di dalam Alkitab itu kata kuda tidak selalu menunjuk kepada the evil spirit Firaun tapi ini menjadi the horses of the lord. Dalam Wahyu 19:11-12 dalam kitab wahyu ada yang Namanya kuda putih. Apa artinya? Origen mengatakan bahwa Dia yang duduk di atas tahta Bapa itulah yang di sebut the word of God tadi sehingga kita membutuhkan the grace of God. Lalu di katakan kuda putih itu tadi adalah the body which the lord yang artinya di umpakan sebagai tubuh Tuhan dimana firman Allah jadi manusia tadi. Kuda putih di ggambarkan sebagai tubuh dan kehidupan sekaligus. Tubuh ini adalah gereja kemudian dia menguduskan dirinya oleh air. Sederhananya adalah kuda-kuda dari Firaun itu adalah harus melewati penyaliban dan kuda-kuda firaun harus memikul kuk tadi. Dan itu di bersihkan oleh air (air laut tadi) dan pada akhirnya kita di bersihkan seperti kuda putih.

Kesimpulannya adalah kuda-kuda itu di sucikan dan akhirnya menjadi mengikuti kuda-kuda putih itu. seperti di katakan Kristus datang kedunia menyelamatkan orang berdosa. Kalau kita di umpamakan seperti kuda-kuda dari firaun maka kita harus memikul kuk kemudian di sucikan oleh air dan ini menunjukkan pada Baptisan sehingga pada akhirnya jiwa kita di murnikan. Air yang di maksud disini adalah air yang menguduskan kita seperti di katakan dalam Roma 6:6-7 ini terjadi setelah mengalami di babtis dalam kematian, penguburan dan kebangkitan. Setelah di baptis keluar dari air itu dia punya kuasa dan tidak menghambakan lagi dirinya kepada dosa seperti kuk itu di angkut akhirnya dia bebas dari perbudakan dosa.

Gregory of Nyssa juga melihat bahwa kuda itu adalah invisible force/ satu kekuatan yang tidak terlihat dan satu kemenangan atas bangsa mesir. Sebab Allah sendiri yang bertarung melawan bangsa mesir dan Allah sendiri yang membebaskan kita dari murka Allah Kel 14:25. Satu kekuatan yang tidak terlihat ini adalah kekuatan dari Allah yang membebaskan bangsa Israel dari bangsa Mesir. kekuatan yang tak terlihat ini bekerja melalui mujizat di laut itu (Habakuk 3:8). kekuatan yang tak terlihat suatu pasukan surgawi yang juga mengendarai kuda atau kereta keselamatan. Bukan cuman Firaun saja yang memiliki kereta tetapi pasukan surgawi juga memilikinya dan mengendarai kuda dan kereta kemenangan atau keselamatan. Dalam Maz 68:18 menyatakan pasukan surgawi yang tak terhitung jumlahnya yang datang dari tempat yang kudus. Dalam 2 Raj 2:12 ini menceritakan suatu kuasa yang mengambil nabi Elia dari bumi naik ke surga. Dalam Zakharia 1:8-10 kata nysan ini adalah kuda-kuda seperti discoursed with the man who stood in the midst of the two mountains. Kata Kuda-kuda ini ada beberapa pengertian yang satu kalfari dan colonizer yang mendiami bumi. Gregory menyatakan ada satu kekuatan yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan orang Mesir. Gregory juga menyatakan ada pasukan kuda yang datang menolong dan di sisi lain ada kuk yang harus di tanggung dan itu menunjukkkan kepada penyaliban Kristus. Jadi Gregory Nyssa menyatakan ada kuda-kuda kawanan Allah suatu kekuatan yang mengalahkan kuda-kuda firaun.

Ayat 10:

  1. Pipimu menjadi cantik seperti burung berkutut

Origen mengatakan kecantikan dari pipi menunjukkan pipinya mempelai perempuan. Di bandingkan kecantikkannya itu ibarat seperti burung perkutut. Dalam 1 Kor 12:14-18 ini adalah cerita tentang tubuh bahwa Kristus sebagai kepala dan gereja sebagai tubuh. Dalam Efesus 5:22-27 ini adalah bagiamana supaya saling taat.

Anggota-anggota tubuh ini salah satu pipinya yang tertuju pada Gereja. Kenapa di sebut pipi cantik. Anggota-anggota tubuh inilah yang di sebut the whole body of the bride. Gereja menerima ciuman dari mempelai laki-laki dan sekarang Iapun datang sendiri dalam babtisan sehingga menjadi cantik pipinya. Kalau di katakan pipimu menjadi cantik seperti burung perkutut artinya gereja sebagai bagian tubuhnya Kristus tidak dapat di pisahkan. Kenapa di gambarkan sebagai burung perkutut karena burung perkutut itu merupakan burung yang berpasangan yang tidak bisa di pisahkan kalau di pisah akan membunuh satu sama lain. spiritual meaningnya adalah gereja tidak dapat di pisahkan dari kepala. Jadi pipi kita sudah jadi milik mempelai laki-laki.

  • Lehermu seperti kalung-kalung.

Ini adalah figurative alegori. Gereja di gambarkan seperti leher. Leher itu maksudnya apa? Tafsiran origen adalah tempat untuk meletakkan kuk Mat 11 :29 kata leher ini menunjukkan suatu ketaatan mempelai laki-laki itu. kemudian kuk ini di bebankan kepada kita/gereja. Kuknya yang pasang adalah mempelai laki-laki.ini adalah lovely karena sama-sama memikul kuk Bersama mempelai laki-laki. Ketaatan dari iman kita membuat kita cantik. Di katakana lehermu cantik di umpamakan seperti kalung cantik. Apa artinya kalung-kalung disini? Terdiri dari untaian emas yang lalu di kalungkan ke leher kita. Leher itu taat tapi ketaatan kita itu cantik karena ada kalungnya. Kalung menunjukkan kuknya Kristus. Obedience itulah yang di sebut leher, dan kalung itu adalah lambang kuk dari Kristus.

Leher dan pipi adalah gambaran dari gereja sebagai anggota tubuh. Dan kepalanya adalah Kristus. Pipi menjadi cantik kalau tidak di pisahkan dari Kristus dan menjadi cantik karena di kalungkan kalung kecil yang menunjukkan ketaatan dari Kristus. Leher yang di percantik dengan perhiasan ia menjelaskan kalung itu bentuknya lingkaran dan bahannya itu dari laut dan lain-lain. Kalung yang lingkar menunjukkan bahwa suatu kemenangan atas kesombongan, gelombang passion, arogan. Kalung itu adalah kekudusan hidupmu. Untuk mendapatkan Mutiara tidak gampang apalagi kalau di buat menjadi kalung leher menjadi bercahaya. Amsal 1:9 kamu akan menerima mahkota kecantikan dan kalung sebagai untaian ketaatan. Kecantikan itu menunjukkan suatu figurative

Konsep Teologis Kidung Agung 1:8-10

Gereja yang cantik

Umat Allah itu di gambarkan seperti kuda betina, pipi dan leher. Ketiganya ini berbicara tentang kemenangan pasukan Allah melawan mesir lalu kemenangan yang kita terima kita memikul kuk seperti burung perkutut yang tidak bisa di pisahkan demikian juga dengan Kristus. Kalau kita pipi maka hidup kita mencari pasangan kita yang adalah Kristus yang mencium pipi kita. KALUNG bagi leher sebuah kuk ketaatan yang di untai menjadi kalung kita yang kita pakai ketika kita menikah dengan Kristus. Karena Kristus sudah mengalahkan iblis maka salib ini di berikan pada kita.

Keindahan jiwa di hubungkan dengan kuda betina, kuda betina ialah pasukan malaikat yang mempunyai kekuatan yang power dan tersembunyi kemudian menghacurkan kuda-kuda Firaun akhirnya kuda-kuda Firaun terhanyut di dalam air namun kita gereja di bersihkan dengan air.  Keindahan jiwa juga merupakan mempercantik leher kita dengan kalung-kalung dimana keindahan itu ialah menunjukkan kepada mempelai perempuan jadi dalam hal ini kita sebagai mempelai perempuan harus mempersiapkan diri sebagai mempelai perempuan dan menguduskan diri sehingga kita di layakkan menikah dengan mempelai laki-laki. Menguduskan diri harus dengan terus menerus dan anagogicnya ini dapat membuat kita semakin serupa dengan Kristus.

Nama : Suriani Waruwu

Semester : 9 (sembilan)

M.K : Eksegesis Perjanjian Lama

Dosen : Dr. Hendi S.S

Tugas: ke dua

Doctrin Matters

Doktrin dalam Kristen belajar tentang ajaran yang benar seperti apa dan ajaran-ajaran apa yang menyimpang dan tentang agama-agama.

Ketika Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah lalu gambar dan rupa Allah ini berinkarnasi yang di beri nama Yesus Kristus. Sebagai manusia akan meneladani hidup Kristus sebab Dialah manusia yang sempurna (manusia yang kudus tanpa dosa). Karena manusia sebagai gambar dan rupa Allah maka manusia selalu mereka-reka jalan keselamatan itu sehingga muncul berbagai macam doktrin di dalam ke kirstenan sendiri maupun di luar. Kalau di tanya pada orang Babtis apa artinya keselamatan atau apa artinya orang sempurna, jawabannya akan berbeda dengan Islam, hindu.

  • Orang hindu akan menjawab, jadi orang yang sempurna berarti kamu berhenti dari reinkarnasi, tidak di lahirkan lagi akhirnya kamu menjadi kosong
  • Budha juga mengatakan hal yang sama akan masuk nirwana
  • Babtis, Pentakosta dan Katolik akan menjawab keselamatan itu saya masuk surga
  • Kalau Orthodox, ia akan menjawab keselamatan itu mengalami Theosis akhirnya saya menjadi serupa dengan Kristus.

Semua jawaban ini berbeda-beda. Why? Karena kita masih gambar dan rupa allah ini atau masih samar-samar yang mesti bertumbuh mencari keselamatannya/kesempurnaannya. Sehingga Adam itu di ciptakan tidak langsung menjadi manusia ilahi. Semua manusia selalu mencari siapa saya yang sesungguhnya sehingga manusia mencari esensi dari dirinya seperti apa karena di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jadi gambar dan rupa Allah yang menjadi pola kita berubah menjadi manusia yang adalah Yesus Kristus. Ketika Ia menjadi manusia Ia mengajarkan doktrin tentang siapa Dia dan tentang siapa Allah, bagaimana keselamatan itu bisa terjadi lalu Dia mendirikan gereja dengan murid-murid-Nya dan Para Rasul dan gereja itu berkembang hingga sekarang. Ini adalah doktrin juga yang di ajarkan oleh Yesus Krsitus begitu juga manusia mengajarkan doktrin, dogma, didaskalia untuk mencaritahu siapa dirinya dan bagaimana supaya bisa selamat.

Gambar dan rupa Allah (incomplete) à inkarnasi à Yesus Kristus (complate) à doktrin à gereja.

Catatan:

Ketika kita memandang aliran-aliran yang berbeda dari kita harus memakluminya dan memperbaikinya.

Orthodoxy and heterodoxy

Berbicara tentang kebenaran tidak boleh salah harus tepat. Seandainya kita mengembalikan uang pelanggan maka harus sesuai jumlah uangnya kalau tidak kita akan rugi maupun pelanggan yang rugi. Kalau pelanggan yang rugi maka ia akan komplen dan itu menjadi sebah masalah. Jadi dalam kehidupan kita sehari-hari kata kebenaran itu penting dalam kehidupan. Tetapi ketika berkaitan dengan agama dan spiritualitas seolah-olah yang di namakan kebenaran itu relatif, doktrin itu jadi gk penting tetapi ketika kita berbicara soal ekonomi, pengobatan dll itu harus tepat.

Apakah keselamatan hidup kita itu relative tidak ada kepastian dan kenapa kita belajar tentang doktrin? Dalam 1 Yoh 4:1-4; 1 Yoh 5:1 bagi kita doktrin kita ini bukan seperti teori-teori atau konsep tetapi gambar dan rupa Allah itu sendiri yang jadi manusia. Ketika bicara tentang doktrin maka kita bicara tentang kebenaran. Kebenaran ini bukan konsep, filsafat, teori atau ilmu pengetahuan tentang Allah melainkan kebenaran yang sifatnya pribadi sebab yang di cari-cari itu sudah jadi manusia dan Yesus itulah yang di sebut sebagai the doctrin/kesempurnaan. Seperti yang di katakan dalam Yoh 14:6 Yesus itu adalah kebenaran. Jadi doktrin yang dicari adalah Yesus Kristus. Mengapa? Sebab Dia pola gambar dan rupa manusia yang jadi manusia lalu Dia mengajarkan di Gereja dan gereja itu mewarisi doktrin/Kristus bagi kita sekarang. Sebab itu di katakan barang siapa salah memahami tentang Kristus dia bukan berasal dari Allah. 1 Yoh 4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. (1 Jn. 4:15 ITB). Salah memahami Yesus kita bukan berasal dari Allah maka dengan itu kita bisa binasa karena doktrin yang benar adalah mengenal Yesus Kristus manusia yang sejati. Hati-hati sebab ada nabi-nabi palsu yang mengajarkan bahwa Yesus itu bukan anak Allah. doktrin yang benar adalah mengenal bahwa Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. (1 Jn. 5:1 ITB). Kita yang tahu komplate harus rendah hati bukan semakin sombong.

            Salah memahami doktrin akan binasa tetapi mengenal doktrin yang benar akan menerima keselamatan yang kekal sebab dalam Yoh 17:3 menyatakannya dengan tegas. Sebab itu Paulus menasehatkan supaya tidak memberi salam bagi nabi palsu. Sekalipun semua agama mengajarkan hal yang sama tetapi hal yang paling penting adalah bagaimana kita meresponi dengan rendah hati suatu dialog bagi mereka yang tidak mengenal yang komplate.

Apa yang kamu percayai dan bagaimana kamu membuat suatu perbedaan?

Kehidupan kekal itu berkaitan dengan bagaimana kebenaran yang adalah Yesus Kristus.

Dalam Yoh 17:22-23 melalui Yesus kita menerima kehidupan kekal. Di balik kebenaran itu ada hidup. Kalau kita sala jalan maka kita tidak akan sampai pada tujuan yaitu Theosis dengan Allah. doktrin itu mengajarkan jalan yang benar di mana ada kehidupan yang adalah Yesus Kristus. Kristus ini adalah pribadi 1 Yoh 1:1-2 karena Dia pribadi maka dia bisa di pegang dan di raba. Oleh sebabnya Dia menjadi sejarah dan bisa di buktikan dan di saksikan. Kemudian pribadi ini katanya kami bisa beritakan karena melalui Dia bisa menyatu dengan Allah. Dia tidah hanya menjadi pribadi sehingga pararasul mencatat dan menyaksikan apa yang di ajarkan oleh Yesus. Apa yang Dia bicarakan itulah pribadinya yang menyelamatkan. Apa yang para rasul dengar, raba akhirnya mereka tuliskan sehingga menjadi sebuah buku yang adalah Kitab suci.

Dalam Yoh 5:29 jika kita menolak Kristus maka kita akan mengalami dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. (Jn. 5:29 ITB). Dalam 1 Yoh 1:1 doktrinnya adalah pribadi tapi bukan sekedar jadi pribadi melainkan melalui Dia kita menyatu dengan Allah 1 Yoh 13.

Catatan:

Kebenaran itu bukan apa tapi siapa yaitu pribadi (Yesus Kristus). Dialah yang menentukan kehidupan kita kelak oleh sebab itu kita salah memahami doktrin kita akan binasa. Dalam Yoh 17:3 mengenal Allah yang benar melalui mengenal Yesus Kristus. Doktrin itu adalah kebenaran yaitu pribadi yang bisa di lihat, di raba dan di saksikan.

Kebenaran itu tidak dapat di relatifkan. Pentingnya mempelajari doktrin itu karena menyangkut kehidupan kita yang akan datang. Apa itu? menjadi serupa dengan Kristus. mengenal Allah melalui Yesus Kristus. Itupun banyak orang yang salah memahami siapa Yesus Kristus. Orang yang salah memahami Kristus bukan lahir dari Allah. bagaimana kita meneri Kristus? Menerima pribadi dan ajarannya.

  • Orthodoxy — artinya doktrin yang benar dan sehat sedangkan heterodoxy adalah bicara agama-agama atau pengajaran yang lain
  • Dokma — itu adalah satu ajaran yang tidak bisa di ubah-ubah yang sudah di tetapkan. Contoh Kitab Suci.
  • Doktrin — itu bagaimana dokma itu di ajarkan (lisan maupun tulisan). Doktrin itu menentukan kehidupan kita.
  • Teologi adalah waktu kamu baca alkitab dan kamu jelaskan itu adalah kamu sedang berteologi.
  • Tradisi – turun temurun dari generasi ke generasi lainnya. misalnya tradisi ajaran Yesus dari Bapa, tradisi Para Rasul dari yesus Krsitus karena di teruskan tadi kemudian di teruskan di gereja.
  • Heresy artinya kelompok yang memilih memisahkan diri dari ajaran yang lurus. Memilih jalan yang salah dari orthodoxy.
  • Heretik artinya pengikutnya. Pengikut yang mengikuti heresy atau yang heteredox tadi.
  • Apostasi artinya murtad dan memilih berdiri di luar Kristus.
  • Scism artinya perpecahan, pemisahan

Kekristenan awal muncul dari Yahudi. Mengapa? Karena yahudi salah satu tradisi Israel. Dari trdisi Israel yang memang di pilih untuk melahirkan seorang juruselamat kemudian berkembang. Di abad pertama terdiri 5 pusat kekristenan yaitu di Roma, Konstatinopel, Alexandria, Antiokia dan Yerusalem. Apakah 5 pusat kekristen itu masih ada? Ada. Roma itulah Roma Katolik, Konstatinopel, Alexandria, Antiokia dan Yerusalem itulah Orthodox Church. Ini semua memilki tradisi yang sama dari Para Rasul.

5 pusat kekristenan itu memiliki dogma yang sama, iman yang sama dan spiritual yang sama. Tatapi dari ajaran ini selalu mencul yang namanya heresy.

            Kekristenan itu ada tiga denominasi. Di Roma di sebut Roma Katolik (di Barat), Konstatinopel, Alexandria, Antiokia dan Yerusalem (di timur). Lalu di katolik sendiri terjadi reformasi mulai dari luter kemudian menyebar ke Swiss, Swingli, Calvin lalu ada kelompok-kelompok yang radikal.

Apa Orthodoxy yang kita percayai?

Orthodoxy

  1. Kita percaya dengan Allah tritunggal kalau tidak percaya menjadi Heterodoxy.

Allah tritunggal itu apa?

  • Allah itu Esa
  • Allah itu tidak tercipta. Jadi manusia itu tidak dapat menciptakan Allah.
  • Allah itu satu tapi tiga pribadi yang sama/sehakekat. Seperti dalam Yoh 1:1 Firman dan Allah itu beda karena firman itu besama-sama dengan Allah. ada Allah ada Firman beda denga nada firman ada Allah. di katakan firman bersam-sama Allah adalah dua pribadi. (satu di dalam esensi tapi tiga pribadi).
  • Bapa tidak sama dengan Anak dan anak tidak sama dengan Bapa
  • Sumber dari keilahian itu adalah bapa. Dimana anak di kandung dan roh kudus di keluarkan.
  • Allah itu esensi (“transenden” tidak bisa di pahami, tidak di ketahui) dan tetapi Dia di pahami dan di kenali melalui energi.
  1. Yesus Kristus

Siapakah Yesus?

  • Yesus Kristus adalah Anak Allah.
  • Yesus Kristus fully divine yang satu esensi dengan Bapa
  • Yesus Kristus adalah fully human yang satu esensi dengan manusia (100% manusia 100% Allah)
  1. Keselamatan
  2. Keselamatan itu Theosis

Bagaimana kita menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada? Kita harus menunjukkan kerendahan hati dan menyatakan kebenaran itu. Jangan ngecap tapi dengan mengatakan memang apa yang kamu percayai dan imani memang benar tapi belum lengkap.

Guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu adalah di sebut duri dalam daging:

Dalam 1 Yoh 2:10; 1Yoh 2:23; 2 Tes 2:3; 1 Yoh 4:1 di masa yang akan datang aka nada yang mengaku dirinya adalah Yesus. 2 Pet 2:1 nabi palsu ada di dalam gereja itu sendiri. 1 Kor 12:10; 2 Tes 2:2 ada juga yang mengatakan kedatangan Kristus segera datang. Dalam Mat 7:15 waspadalah dengan nabi palsu karena merekalah yang akan membinasakan kita. Itu sebabnya kita berpegang pada ajaran yang benar. Dalam 1 Tes 5:21 ujilah roh-roh itu.

Apa saja yang di ajarkan oleh nabi-nabi palsu? Ajaran palsu.

  • Barbarism artinya sejak dari Adam sampai Nuh tidak ada hukum, masing-masing bisa menentukan hukumannya. Setelah banjir Nuh maka muncullah Scythianism.
  • Scythianism: sejak dari Nuh-menara babel. Ini adalah orang-orang ngumpul membangun menara babel lalu apa yang mereka lakukan adalah yang tidak menyenagkan Allah.
  • Hellenism: penyembahan berhala seperti di mesir dan babilonia.
  • Judaism: kaum dari Abraham yang kemudian di turunkan ke generasi berikutnya.
  • Docetism (abad pertama) mengajarkan Yesus itu hanya Allah saja yang kelihatannya manusia.

Nama               : Suriani Waruwu

Semester          : 9 (sembilan)

M.K                 : Agama-agama Dunia

Desen              : Dr. Hendi S.S

Tiga Lapisan Makna di Dalam Kitab Suci:

Sampel teks Kidung Agung 1:8-10

Pendahuluan:

Dalam diri manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Jiwa dan roh berada dalam tubuh dan tubuh adalah tampilan kita yang dapat di lihat, Begitu pula dengan Kitab Suci. Orang yang belajar tentang kitab suci maka hidupnya akan semakin serupa dengan Kristus. St. John Chrysostom mengatakan Ketika berbicara mengenai Alkitab, kita harus melihat apa yang tersurat dan tersirat, apa yang ilahi dan manusiawi, sebagaimana Kristus adalah Theanthropos: Allah sejati dan manusia sejati. Segala Tulisan dari Kitab Suci adalah inspirasi dari Roh Allah kepada penulis dan memang bermanfaat bagi kita (2 Tim 3:16) sehingga perjanjian lama dan perjanjian baru merupakan satu kesatuan, saling berkaitan. Perjanjian lama hanyalah bayang-bayang tetapi nyata dalam hidup Kristus. Jadi kalau membaca Kitab Suci di perjanjian lama dan perjanjian baru yang kita lihat adalah Kristus karena benang merahnya adalah Kristus dan ketika membacanya harus menuntun kita pada keselamatan di dalam Kristus (Ay 15) dan mendatangkan perbuatan baik (Ay 17).

            Origen mengatakan ada tiga prinsip membaca Alkitab yang perlu di ketahui yaitu: Historia/sarcic (literal dan historis/sejarah), Theoria/Noetic (spiritual; mystical) dan moral/Psichic (good work).

Level pertama : Untuk mengenal Kristus kita harus kenal teks,

Level kedua    : Baca teks membuat menggelisahkan jiwa kita

Level ketiga    : Menemukan diri kita yang sejati, itulah roh kita (makin baca kitab suci makin menemukan jiwa yang sejati).

Level 1: Historia

Langkah-langkah untuk mengeksegesisnya:

  1. Teks asli
  2. Syntac form (struktur teks)
  3. Terjemahan literal (isi sintac berupa klausa-klausa dari terjemahan literal
  4. Syntac content konteks historia (latar belakang sejarah penulisan)

Level 2: Theoria

Theoria yaitu menemukan spiritual meaning.

  • Makna teks
  • Makna rohani (2 Tim 3:14-17)

Apa yang di maksud dengan Theoria? John Breck menyatakan bahwa theoria, sebagai sebuah tujuan hermeneutika yang merupakan karakteristik dari eksegesis patristik, merujuk kepada “kebenaran ilahi sebagaimana diungkapkan dalam pribadi Yesus Kristus dan dalam kesaksian alkitabiah kepadanya.” Theoria adalah karunia pemberian Allah yang memungkinkan penerjemah Kristen kuno untuk melihat makna “tersembunyi” dari teks.

  • Semantic Content (Christ dan ecclesial); Tipology/alegory).

Menurut John Cassian menyebut ada 4 lapisan yaitu selain ketiga di atas ditambah eskatologis (anagogic). Divisi pengertian tripartit diikuti oleh Origen (literal, moral, alegoris) nampaknya telah pertama ditambah dengan yang keempat, Eugen J. Pentiuc menyatakan: Pada periode abad pertengahan, penafsir Alkitab (terutama di Barat) membedakan empat Indra Kitab Suci:

(1)  sejarah atau harfiah,

(2) alegoris (termasuk tipologi) atau kristologis,

(3) tropological (antropologis) atau moral

(4) anagogic atau eskatologi.

            Bicara tentang alegori Yesuspun sering memakainya misalnya ada orang yang mendirikan rumahnya di atas batu dan pasir. Mengapa Yesus memakainya? Supaya dapat di pengerti.

3 tipe alegorical

Naratif = cerita contohnya Mat 7:24-27

Figurative= contohnya 1 Kor 13:1 misalnya gong, Gal 4 sara sebagai figure dari gereja dan hagar sebagai figure non gereja

Tipological alegori artinya semua tiponya adalah tertuju pada Kristus misalnya adam pertama dan adam kedua (Kristus), tabernakel, tonggkat musa.

Contoh Alegori yang di pakai Tuhan Yesus:

Orang Bijak vs Orang Bodoh

Mat 7:24-27

Level 1:

Narasi:

  1. Orang bijaksana mendirikan rumahnya di atas batu lalu turunlah hujan, datanglah banjir dan angin melanda rumahnya tetapi tidak rubuh.
  2. Orang bodoh mendirikan rumahnya di atas pasir lalu turunlah hujan, datanglah banjir dan angin melanda rumahnya lalu rumahnya rubuh dan sangat rusak.

Alegorinya adalah orang yang bijaksana mendengar perkataan-Ku dan melakukannya vs orang yang bodoh tidak mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya.

Level 2

Apa spiritual meaningnya?

  • Membangun rumah berarti kita membangun pekerjaan kita, berkarya, membangun hidup kita (1 Kor 3:12).
  • Lalu batu dan pasir adalah sebagai fondasi rumah atau dasar bangunan rumah kita yang adalah Kristus (1 Kor 3:11).
  • Material dari rumah itu, Paulus menggunakan figurative alegori ada kayu, emas, perak, batu permata, jerami. Ini adalah material dari bangunannya. Artinya apa? Kualitas dari pekerjaan kita.
  • Pada akhirnya akan datang hujan, badai dan banjir, itu menunjukkan Krisis yang menimpa Rumah itu dalam 1 Korintus 3 tadi menjelaskan bahwa itu terjadi pada hari penghakiman, di hari Tuhan di nyatakan. Jadi puncaknya krisis atau ujian adalah di hari Tuhan itu. jadi bisa terjadi di dunia ini dan akhirat datang kembali.
  • Di katakan tadi rumahnya yang didirikan di atas Batu tidak rubuh artinya dia lolos di saat penghakiman dan lolos dengan api penucian itu begitupula sebaliknya yang mendirikan rumahnya di atas pasir rumahnya rubuh artinya ia tidak lolos pada saat hari penghakiman, rumahnya terbakar oleh api penyucian.

Krisis dan bencana menimpa siapa saja tanpa pilih-pilih, dia tidak peduli dengan orang miskin, kaya, bodoh maupun bijaksana. Kristus mengatakan ada dua macam orang di dunia yaitu orang bodoh dan orang bijaksana.

Batu: fondasi rumah

Pasir: fondasi rumah

  • Batu dan pasir sebagai fondasi hidup kita dan pekerjaan kita
  • Batu: Kristus
  • Pasir: bukan

Kalau hidup kita fondasi Kristus maksudnya? Mendengar dan melakukan perkataan Kristus. Sedangkan fondasi di luar Kristus adalah mendengar dan tidak melakukan perkataan Kristus. Kalau fondasi kita adalah Krsitus maka kita harus mengenal Dia (pribadi dan firman-Nya) lalu kita melakukan (obedience). Mengenal Dia banyak prosesnya hasrus masuk dalam hati, baru masuk ke Nous, kemudian masuk virtues. Mengenal Dia dan melakukannya harus ada buahnya. Kalau sudah mengenal dan melakukan perkataan Kristus maka bisa mengalami krisis tidak? Mengalami. Pada prinsipnya adalah dari krisis yang di alami orang yang mendirikan rumahnya di atas batu maka rumahnya kokoh, tahan uji sampai pada akhirnya dia lolos pada ujian itu. Roma 5:4. Orang bijak bisa mengantisipasi Krisis tetapi orang bodoh dia tahu ada krisis tapi ia tidak dapat mengantisipasi Krisis.

Orang bijak adalah orang dapat berkarya atas hidupnya sehingga ketika krisis datang ia tahan uji.

Orang bijak:

  • Bangun fondasi batu (Kristus) à mengenal pribadinya, firmannya dan melakukannya.
  • Mengenal dia harus masuk kedalam hati (nous turun ke hatu “kardia”) à 1 Tim 3:16-17.

Level 3: Moral

Apa perkataan Kristus yang selama ini anda abaikan dan lakukanlan.

  • Mendengar firman Allah harus mengunyah (mengenal) masukkan kedalam hati lalu lakukan dengan ketaatan.

Aplikasi:

Dari otak turun ke hati (spiritual roh) à turun ke anggota tubuh (melakukan) sebagai obedience à kekudusan jadi serupa dengan Kristus

Kidung Agung 1:8-10

Level I

Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala. (Cant. 1:8 ITB) à ini adalah alegorikal/tipologi

Figurative yang digunakan oleh salomo adalah jelita, wanita, jejak-jejak domba, anak kambing, para gembala.

Syntactic Content:

Jika engkau tidak tahu (ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν (Cant. 1:8 BGT)

Ikutilah jejak-jejak dari domba ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων καὶ ποίμαινε (Cant. 1:8 BGT)

gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων (Cant. 1:8 BGT)

secara syntactic content subject adalah you dan predicatnya adalah tidak tahu.

Engkau (subject) à sebagai kepala tidak tahu (predikat) sebagai tubuh

Yunani ayat 8:

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν

ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν

ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν ποιμνίων

καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων

Terjemahan literal:

Jika engkau tidak tahu dirimu sendiri. Hai kamu yang paling cantik di antara perempuan-perempuan. Ikutilah jejak-jejak dari kawanan domba. Gembalakanlah anak-anak kambing dekat tenda dari para gembala.

Syntactic content:

  1. Jika kamu tidak tahu dirimu sendiri
  2. Hai kamu yang paling cantik di antara perempuan-perempuan
  3. Ikutilah jejak-jejak dari kawanan domba
  4. Gembalakanlah anak-anak kambing dekat tenda dari para gembala

Content historis:

Contoh ini adalah hubungan antara suami istri.

Level II

Semantic Content:

Jika engkau tidak tahu. Maksudnya apa? Kata origen ada dua kemungkinan yaitu dirinya sendri dan tujuan yang di capai. Wanita adalah tipologi dari gereja. It seems to me, then, that the soul ought to acquire self-knowledge of a twofold kind: she should know both what she is in herself, and how she is actuated.

Dia yang tidak tahu dirinya akan keluar dari kawanan domba dan berada dengan kawanan kambing Mat 25:32-33 kawanan kambing itu di tempatkan di sebelah kiri Allah dan kawanan domba berada di kanan Allah. kiri kanan ini bukan berarti Allah punya dua tangan tapi ini adalah sebuah alegori dimana Tuhan Yesus berada yaitu duduk di sebelah kanan Allah. dalam kidung Agung 1: 8 kambing adalah orang yang berada di sebelah kiri Tuhan Yesus dan domba berada di kanan. Siapa domba-domba itu? adalah orang-orang yang di pisahkan dari kambing-kambing.

Bangsa domba: apa ciri-cirinya? Matius 25:31-46 apa yang di lakukan oleh domba bertentangan dengan apa yang di lakukan kambing.

Yesus memberi makan dan minum tapi orang asing tidak

Yesus memberi pakaian baru sedangkan orang asing tidak

Yesus menampung Yoh 14 à di rumah bapaku banyak tempat

Kaitannya dengan Kidung Agung adalah ada gembala yang harus gembalakan dombanya tapi jangan sampai menjadi anak-anak kambing. Apa yang di lakukan domba? Mengikuti gembala (Kristus). Apa yang di lakukan gembala? Memberi makan, merawat ketika sakit, memelihara dll.

Domba dan kambing memang bertetanggaan itu sebabnya Gregori nisan mengatakan jangan sampai kamu terseret. Dalam Mat 25:31-46 tidak di baca secara literal tetapi kita harus tahu bahwa ini adalah sebuah allegorical.

Apa yang di lakukan Yesus?

Pertama dan kedua, ketika memberi makan orang lapar dan haus yaitu tubuh dan darah-Nya supaya orang itu kenyang (rohani). Roma 12:13; Ibr 6:10 Lev 25:35 bicara moralitas (pekerjaan, kasih, memberi makan, tumpangan)

Ketiga, Secara spiritual memberi tumpangan orang asing Paulus mengatakan usahakanlah dirimu menjadi seorang pelindung sehingga orang yang dekat dengan kamu maka kamu akan merasakan kasihmu dan kehangatanmu. Dalam fil 2:1 itu artinya kamu sedang memberi tumpangan bagi orang miskin.

Keempat memberi pakaian untuk memberikan kemuliaan seperti adam di beri pakaiannya untuk menutupi kemaluan/dosanya akhirnya di benarkan. Apa artinya memberi pakaian bagi orang? Memberi pakaian Kristus supaya dosamu tertutup.

Kelima, ketika aku sakit kamu melawat aku. Yang di lakukan Kristus secara fisik banyak yang dia sembuhkan tetapi secara yang tidak terlihat yang di lakukannya adalah ketika Ia mengorbankan nyawanya. Yang sakit disini adalah rohnya.

Keenam, ketika aku di penjara kamu mengunjungi aku. Penjara yang di maksud adalah penjara dosa, penjara jiwa Yoh 13. Bagaimana melepaskannya? Yesus mati dan bangkit untuk membebaskan dari belenggu dosa. Secara moral artinya ketika aku di penjara kamu mengunjungi aku? Kata Aku (Yesus Kristus) ini di figurative sebagai saudara orang yang paling hina.

Level III

Moral

Kita adalah umat Allah yang meneladani Kristus sampai akhir hidup hingga kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Aplikasi

Kita yang sudah tergolong jadi anak domba jangan sampai kita terseret di sebelah kiri di tempat tetangga kita yaitu anak-anak kambing. Supaya tidak terseret dengan golongan anak-anak kambing yaitu dengan mengerjakan kebajikan serta meneladani hidupnya Yesus Kristus sebagai jalan keselamatan tersebut.

Nama: Suriani Waruwu

M.K: Eksegesis PL

Dosen: Dr. Hendi S.S

Tugas: pertama

KIDUNG AGUNG

Nama               : Suriani Waruwu                                                                   

Semester          : VIII

M.K                 : Teologi PL

Dosen              : Dr. Hendi Wijaya S.S

Tugas               : Ke-4

KIDUNG AGUNG

Tema Khusus: Kisah kasih antara suami istri (Gereja & Kristus)

Septuaginta Kitab Kidung Agung ini memberi:

Tema utama: cinta antara suami dan istri. Kidung Agung adalah nyanyian pujian yang digunakan oleh orang Yahudi selama berabad-abad untuk merayakan cinta manusia pada pesta pernikahan. Tema ini melambangkan kasih Allah bagi umat-Nya yang setia dan kasih timbal balik mereka. Orang Kristen cenderung menekankan penafsiran alegoris dari kasih Kristus untuk penganntin-Nya yang adalah Gereja.

Latar belakang: tipikal puisi cinta Timur Tengah kuno, Kidung Agung berbagi penggunaan yang ekstensif dari citra sensual yang diambil dari alam. Persamaan terdekat tampaknya ditemukan dalam Amsal (5:15–20; 6:24–29; 7:6–23). Penjabaran dari cinta di 8:6-7 tampaknya untuk mengkonfirmasi bahwa lagu milik sastra hikmat Alkitabiah dan bahwa itu adalah deskripsi kebijaksanaan hubungan asmara.

Outline Kitab Kidung Agung:

  1. Judul: Kidung Agung Salomo (1:1)
  2. Pertemuan pertama: hasrat cinta (1:2 – 2:7)
  3. Pertemuan kedua: berpacaran dengan calon (2:8 – 3:5)
  4. Pertemuan ketiga: prosesi pernikahan Salomo (3:6 – 5:1)
  5. Pertemuan keempat: mempelai wanita mencari kekasihnya (5:2 – 6:3)
  6. Pertemuan kelima: Persatuan pasangan (6:4 – 8:4)
  7. Kekuatan cinta yang setia (8:5 – 7)
  8. Kesimpulan (8:8 – 14)

Origen mengatakan bahwa ini cinta antara suami dan istri begitu juga cinta antara tubuh dan jiwa dan begitu juga cinta Allah antara umatnya. Dan juga ada kesetiaan antara suami dan istri begitu juga dengan Allah dan umatnya. Kitab ini di tulis untuk menyadarkan bahwa Allah itu kekasihnya jangan engkau hianati. Di dalam cinta ada Namanya kesetiaan, kasih, intimacy, passion, faithfulness. Memang love itu passion. Dalam charity Yesus bisa menangis, menegur dll.

Syntactic Form:

Semantic Content:

Isi: Kidung Agung

Pasal 1:

Ayat 1: salomo

Ayat 2:

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,

 (Cant. 1:2 ITB)

    יִשָּׁקֵ֙נִי֙ מִנְּשִׁיק֣וֹת פִּ֔יהוּ כִּֽי־טוֹבִ֥ים דֹּדֶ֖יךָ מִיָּֽיִן׃  (Cant. 1:2 WTT)

O that you would kiss me with the kisses of your mouth! For your love is better than wine, (Cant. 1:2 RSV)

Septuaginta mengatakan: Let him kiss me with the kisses of his mouth,

Terjemahan Ibrani: Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Septuaginta mengatakan: sebab buah dadamu lebih baik dari pada minuman anggur.

Syntactic point:

  1. Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya
  2. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Semantic content ayat dua:

  1. Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya

Apa kata origent:

Kita ingat kata origen bahwa ini adalah pujian pernikahan. Dan di balik ini ada interpretasi spiritual antara pengantin pria dan wanita, antara Kristus dengan Gereja. Karena pengantin pria terlalu lama sehingga perempuan itu mengatakan biarlah Ia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya (adanya kerinduan menantikan pengantin laki-laki). Seperti dalam sebuah keluarga, dimana sang istri ada kerinduannya akan kedatangan sang suami. Apa spiritualnya? Gereja yang merindukan dan menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Kata let kiss me menunjukkan sombol union antara gereja dan Kristus. kisses ini symbol Union (Theosis).

            Tetapi ini merupakan suatu kumpulan khusus maka di katakan ciuman-ciuman. Ciuman-ciuman ini menunjukkan kumpulan orang-orang kudus. Oleh sebab itu menunggu kedatangan sang mempelai itu harus ada persiapan, seperti yang di lakukan perempuan-peremuan bijak yang menantikan kedatangan mempelai laki-laki.

Dalam Pasal satu ini menceritakan adanya love desire dari mempelai perempuan yang menunggu kedatangan mempelai laki-laki itu. Mempelai laki-laki tidak langsung datang namun persiapan-persiapan itu adalah karya Roh kudus dalam Gerejanya untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki.

            Origen mengatakan mempelai laki-laki itu di penuhi dengan ketampanan, inilah yang di nantikan mempelai perempuan tersebut. Mencium ini menunjukkan cinta yang menanti mempelai yang tampan.

Di katakan tadi dari mulutnya. Origen mengatakan ciuman Kristus itu ada penyatuan antara Kristus dan Gereja (mulut ke mulut), ada fellowship dengan Kristus. Artinya ada penyatuan dengan misterinya Allah.

Kalimat ini “Biarkanlah dia mencium aku dengan ciuman-ciuman dari mulutnya” juga merupakan kalimat doa, jadi tidak heran di gereja Orthodox itu ada ciuman. Ciuman itu tidak selalu nafsu. Contoh, Mencium icon Kristus berarti kita merindukan Dia. Kata Him di tujukan pada Firman/logos. Ini adalah satu ciuman yang sempurna, makanya di katakan tadi aku membuka mulutku dan menarik nafasku artinya firman menghembuskan dari mulutnya untuk menyempurnakan diri kita sehingga kita bisa menyatu. Ciuman Kristus itu untuk kesempurnaan jiwa kita. Mengapa dari mulut? Karena dari mulutnya keluar Roh yang memberkati. Ini adalah ciuman yang misteri. Origen mengatakan ketika kita mencari arti ciuman itu, Ia katakan Bapa tahu setiap jiwa orang dan Dia tahu kapan jiwa itu menerima Firman. Dalam commentary study bible ini adalah suatu proklamasi yang menantikan kedatangan Kristus. St. Gregori of Nissan mengatakan semakin berlimpah ia di penuhi dengan kecantikannya/ketampanannya/pesonanya maka kita akan semakin merindukannya. Lalu di katakan Tuhan mengirim malaikat, patriarchs, and prophets to Israel, all of whom brought spiritual gifts, but far better than the gifts or their bearers is the Giver Himself. The Bride seeks these heralds no longer, but the presence of her true Love Himself, the Son of God in His Incarnation.

Di zaman salomo merujuk pada inkarnasi sedangkan di masa sekarang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

  1. Sebab cintamu lebih nikmat dari pada anggur.

Septuaginta mengatakan sebab dadamu lebih baik dari pada anggur. Origen mengatakan mempelai laki-laki sudah mecurahkan/ membuka diri untuk memeluk mempelai perempuan. Sementara mempelai perempuan sudah berdoa bahwa biarlah dia mencium aku dengan mulut-mulutnya. Perempuan berdiri menantikan mempelai laki-laki dan mempelai laki-laki menyatakan dadanya/membuka diri kepada mempelai perempuan. Origen mengatakan cinta dan buah dada disini miliknya mempelai laki-laki dan mempelai perempuan yang menyatakan. Artinya Kristus membuka/menyatakan diriNya. Mempelai laki-laki melihat perempuan itu berdoa dan menyatakan kerinduannya sehingga Ia membuka diri untuk memeluk, menggerakan dadanya dengan keharumannya. Artinya apa? Doa dari mempelai itu membawa keharuman. Origen mengatakan bahwa terberkatilah orang yang suci hatinya.  Berada dalam hatinya sama seperti berada dalam pangkuan-Nya dan berada dalam pangkuan berarti berada dalam kasihnya. Yoh 1:18. Di katakan di pangkuan Bapa dekat hati.  Breast menyimpulkan bahwa Gereja berada dalam hatiNya/kasihNya. Buah dada menunjukkan hatinya Yesus berada dalam Gereja sama seperti Yesus berada dalam pangkuan Bapa. Dalam Yohanes 13:23 dekat di dadanya. Dalam Bahasa aslinya mengatakan Jesus’ bosom (Jn. 13:23 NKJ) ayat 23 Yohanes salah satu yang menyatu di dadanya Yesus. Kalau kita merindukan kesempurnaan maka Yesus membuka dadaNya untuk menerima kita. Dalam Yoh 1:18 Yesus berada dalam dada Bapa dan Gereja berada dalam dada Kristus. Kata bosom ini artinya di sebut hati. Sedangkan dada pengantin perempuan itu baik sebab pengetahuan ada pada dia. Lalu disini di katakan anggur. Apa maksudnya bahwa dadamu lebih baik daripada anggur? Origen mengatakan anggur inilah seperangkat aturan yang di ajarkan oleh nabi-nabi. Jadi, maksud dari kata dadamu lebih baik daripada anggur adalah Yesus lebih baik daripada anggur. Dalam PL anggur ini adalah hukum taurat. Dalam PB bahwa ada nanti anggur misteri yaitu darah Kristus. Contoh, kita lihat bagaimana juruselamat memberikan anggur yang baru dari pada anggur yang lama. Wine yang lama ini akan di genapi di dalam Kristus. Dalam Lukas 2:46 apa yang Yesus jelaskan itu lebih nikmat dari pada anggur. Dalam Mat 5:21-27 Yesus menjelaskan tentang anggur lama dan anggur baru. Dan kita melihat bagaimana ajaran Yesus itu lebih nikmat dari pada anggur lama. Anggur itu menunjuk pada ajaran sekarang telah di genapi dalam kehidupan Yesus. Origen mengatakan pada jaman Yesus Matius 11:19 ada yang menuduhNya sebagai pelahap dan peminum. Sama seperti ketika Ia mengubah air menjadi anggur di pesta pernikahan. Yoh 2: 1-10 (penikahan di kanaan) di ayat 10 Tuhan Yesus sendiri membuat anggur yang terbaik di pesta pernikahan. Dan anggur yang terbaik itulah diriNya, darahNya. Makanya di katakan dadanya lebih baik dari anggur. Salomo mengagumi kecantikkan Syeba di dalam 1 Raja-raja 10:1-5 Salomo yang di katakan memiliki hikmat sedangkan syeba menandakan bangsa-bangsa yang di luar Kristus yang akan mengagumi hikmatnya Kristus. 1 Kor 2:1-5 pada ayat ini Yesus menjelaskan hikmat Allah. apa yang Yesus ajarkan di dalam Kitab suci merupakan hikmat yang tersembunyi 1 Kor 2:7 hikmat yang tersembunyi yang Allah kumpulkan. Tidak ada ajaran apapun yang lebih berhikmat dari pada ajaran Kristus. dalam Catena Bible, Ambose of milan mengatakan ini kerinduan jiwa di atas segala kecantikkan. Dia mengasihi di atas sukacita dan dia mencintainya di atas segala wangian. Apa esensi hidup orang beriman? Punya Desire/longing/love wish untuk rindu akan communion with Him (Yesus) dan kata rindu ini di gambarkan sebagai Zeal (semangat/api). St. Theofan mengatakan punya persekutuan kepada Allah di dalam Kristus dan punya semangat/api yang berkobar-kobar Lukas 12:49 api inilah yang menyala. Api ini tidak menghanguskan tapi api ini merupakan api kehidupan di dalam Kristus yang membakar jiwa. Mark 9:49 apa artinya setiap orang di garami dengan api? Sama seperti api itu yang membuat jiwa kita tidak rusak dan tidak korup terhada dosa. The spirit of zeal, penetrating our whole being, dalam 1 Tes 5:19 jangan padamkan Roh. Dan dalam Rom 12:11 Roh disini sebagai jiwa kita yang menyala-nyala. Dalam Fil 3:13-14 kalau orang punya zeal maka dia akan berlari-lari pada tujuan yaitu panggilan Allah dalam Kristus. 1 Kor 9:24 larilah begitu rupa/semangatlah berlari sehingga kamu memperolehnya.

Ayat 3:

harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! (Cant. 1:3 ITB)

 לְרֵ֙יחַ֙ שְׁמָנֶ֣יךָ טוֹבִ֔ים שֶׁ֖מֶן תּוּרַ֣ק שְׁמֶ֑ךָ עַל־כֵּ֖ן עֲלָמ֥וֹת אֲהֵבֽוּךָ׃   (Cant. 1:3 WTT)

your anointing oils are fragrant, your name is oil poured out; therefore the maidens love you. (Cant. 1:3 RSV)

Terjemahan Literal: minyak urapanmu adalah harum. Sebab itu para gadis perawan mengasihi kamu.

septuaginta: minyakmu wangi, lebih wangi dari segala wangian sehingga namamu adalah minyak yang tercurah/di kosongkan. Oleh sebab itu gadis itu mencintaimu.  

Origen mengatakan Wangi dari minyakmu lebih dari segala wewangian. Ini menunjukkan kepada hukum taurat, hukum Nabi. Gal 4:1 belum dewasa. Maksudnya adalah menandakan itu harus di tumbuhkan dan di dewasakan sehingga siap menjadi istri. Ketika penggenapan itu tiba, mempelai laki-laki itu dewasa maka Bapa mengutus Dia dan di urapi oleh Roh Kudus. Jadi, minyak itu di tunjukkan sebagai minyak urapan. Gal 4:4 setelah genap waktunya baru Ia datang; 1 Yoh 4:9 Allah mengutus Anaknya yang Tunggal. Setelah genap waktunya Dia di urapi oleh Roh Kudus

  1. Mengurapi Maria
  2. Waktu Yesus di Baptis

Kata Origen minyak yang harum menunjukkan Roh Kudus (minyak yang wangi). Lalu mengurapi Sang Anak. Kis 10:38 bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus. Wanginya itu, minyak itu menjelaskan tentang karunia-karunia dari Roh Kudus. 2 Kor 2:15-17 di dalam diri Yesus itu ada keharuman dan keharuman inilah yang harus terpancar bagi orang percaya dalam bentuk karunia-karunia dari Roh Kudus. Origen mengatakan Roh Kudus mengurapi Kristus berarti Ia memperoleh wewangian itu. karena Kristus itu adalah jembatan antara manusia maka Dialah yang menyatukan kembali, berarti wewangian itu berada dalam diri pengantin perempuan.

            Wewangian Mur yang di persembahkan oleh orang majus itu menunjukkan kematiannya. Kemenyang menandakan doa Dia kepada Bapa, makanya dalam PL itu kalau berdoa mengunakan kemenyang. Bagaimana Dia bisa wangi di hadapan Bapa? Kematiannya. Oleh sebab itu, minyak itu harus di tuang sampai habis/di kosongkan. Di kosongkan artinya Dia harus mengambil rupa seorang Hamba, Fil 2:6 artinya minyak itu sekarang bisa di curahkan/semprot. Kalau Dia tidak jadi manusia maka wewangian itu tidak akan terpancar. Minyak yang di tumpahkan ini merupakan symbol inkarnasi Kristus.

            Di katakan sehingga semua para Gadis mengasihimu. Ibarat seorang pria tampan yang memakai wewangian yang menarik hati setiap wanita yang di lewatinya. Ini menandakan bahwa Kristus itu merupakan wewangian yang menarik setiap orang. Wewangian ini di sebut sebagai kedatangannya, penebusannya, kasihnya dan itu yang membuat menarik semua orang. Ketika tiba kedatangannya maka kita harus menyambutnya dengan berlari/semangat 1 Kor 9:24 larilah mengikuti pewangian itu. pewangian itu menarik kesukaan orang karena harumnya. Pertanyaanya, apakah kita bisa mencium bau harum Kristus itu? 2 Kor 2:15-16 wewangian itu adalah wewangian kehidupan karena dari Roh Kudus.

Ayat 4:

  מָשְׁכֵ֖נִי אַחֲרֶ֣יךָ נָּר֑וּצָה הֱבִיאַ֙נִי הַמֶּ֜לֶךְ חֲדָרָ֗יו נָגִ֤ילָה וְנִשְׂמְחָה֙ בָּ֔ךְ נַזְכִּ֤ירָה דֹדֶ֙יךָ֙ מִיַּ֔יִן מֵישָׁרִ֖ים אֲהֵבֽוּךָ׃ (Cant. 1:4 WTT)

Terjemahan Literal: bergegas, tariklah aku kedalam kamarmu ya Raja. aku bersukacita karenamu. cintamu lebih baik dari anggur, sehingga gadis-gadis mencintaimu.

Draw me after you, let us make haste. The king has brought me into his chambers. We will exult and rejoice in you; we will extol your love more than wine; rightly do they love you. (Cant. 1:4 RSV)

Origen mengatakan bahwa Nama-Mu adalah seperti bau wangi salep yang sudah di tumpahkan/di kosongkan/keluar. Oleh karena itu, gadis-gadis itu mencintaimu, mereka telah di tarik oleh bau wangimu. Kami hendak lari setelah engkau ke dalam wangi dari salep anda. Perkataan ini suatu nubuatan tertentu, yang diucapkan oleh mempelai perempuan sendiri mengenai Kristus, yang menyatakan bahwa pada kedatangan Tuhan dan Juruselamat kita, nama-Nya harus tersebar di seluruh dunia, sehingga menjadikannya sebuah bau rasa manis di setiap tempat;  sebagaimana Rasul juga berkata: kami adalah bau yang baik dari Kristus di setiap tempat; yang satu memang bau kematian sampai mati, dan kepada yang lain bau hidup kepada kehidupan. Apa maksudnya? Kristus telah mengosongkan diriNya sebagai bukti kasihnya, para gadis itu telah melakukan bagiannya sehingga mereka mengatakan mereka telah di perbahariu dari hari kehari karena mereka mengenakan manusia baru. kapan mereka mengenakan manusia baru itu? Setelah bertobat dan di babtis. Di ikutkan di kubur dan kebangkitan Kristus.

Allah mengosongkan dirinya. Saat itu namaNya salep. Salep itu guna untuk mengobati. Dan kita ketahui bahwa Allah tidak hanya berdiam dalam terang yang tidak terhampiri  dan tinggal dalam rupa Allah. tetapi Allah sendiri datang kedunia dan menjadi daging, itulah bukti kasihNya, dan kebaikan jiwa kita dan kita menerima Firman Allah itu menurut ukuran kapasitas dan imannya. Dikatakan gadis-gadis itu tertarik padaNya artinya mereka berebut untuk menarik bau wangiNya yang adalah Firman Allah untuk memulihkan jiwa mereka dan di katakan “kedalam kamar” artinya mereka menarik Firman itu dan membawanya kedalam pikiran sehingga mereka mengalami kenikmatan bau wangi yang rasanya manis.

ketika mereka telah menerima wangi dari salep-Nya dan menggenggamnya sehingga pada akhirnya itulah alasan untuk kedatangan-Nya; motif penebusan dan nafsu, dan kasihNya tidak berubah bahkan sampai mati di salib bagi keselamatan semua orang, maka jiwa yang ditarik oleh semua ini karena bau yang ilahi dan bau parfum dan menjadi penuh dengan semangat dan kita harus berlari mengejar-Nya dan bergegas mengejar bau rasa manis, bukan pada kecepatan lambat, atau dengan langkah tertinggal, tetapi dengan cepat dan dengan semua kecepatan yang mereka bisa; seperti Paulus mengatakan berlari-lari untuk mendapatkan salep yang dikosongkan itu. itu sebabnya di katakan “karena bau wanginya gadis-gadis itu jatuh cinta dan mereka menarik bau wangian itu.

Kata gadis-gadis ini merujuk pada Gereja yang merupakan satu Gereja yang di sempurnakan. Kemudian, Gereja menarik Kristus melalui Iman. Tetapi Kristus mengatakan dalam Matt. 18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Di Tarik oleh Iman mereka dan di panggil oleh kesatuan pikiran mereka. Jadi, kalau kita interpretasikan bahwa mereka mengambil bagiannya yang mengacu pada jiwa yang telah di perintahkan dalam etika dan kemudian mempraktekkan filsafat alam. Demikian Firman Allah ditarik di bawa kedalam pikiran (Nous). Di katakana dalam Matius 18:20 di katakana tadi Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka. Artinya apa? Yesus/Firman bersedia untuk di Tarik dan ketika satu dua orang berkumpul dalam namaNya, Ia akan datang dengan senang hati untuk menginstruksikan jiwa. Pertanyaan bagi kita, jika Nama-Nya adalah seperti bau wangi salep yang sudah di tumpahkan/di kosongkan/keluar. Origen mengatakan ketika mereka mendapatkannya di bawa oleh kebajikan. Apa yang membuat gadis ini begitu semangat? Karena adanya kerinduan dan cinta dan kerinduan mereka yang membuat mereka semangat untuk berlari mendapatkan bau wangian itu. mereka berusaha mengikatkan diri mereka dengan-Nya dengan ikatan cinta sehingga mereka Bersatu. Seperti yang di katakana Yesus bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; Jn. 14:11 ITB artinya adanya sinergi sehingga mereka menjadi satu. Jadi ini merupakan bagaimana Gereja mengikatkan dirinya dengan Kristus sehingga mereka merasakan keharuman dari salep mempelai laki-laki itu sehingga mereka di sempurnakan. Ia mengakui bahwa Gadis/Gereja itu perlu berlari dan mengambil langkah maju, supaya setiap yang hidup di bawah hukum taurat di bawa kepada hukum Kristus sehingga mereka yang tidak memiliki hukum taurat, selamat (menerima aromanya). Apa yang di lakukan ketika mereka mendengar Firman Allah dengan pendengaran, pandangan, sentuhan mereka? Itu sesuai kapasitas mereka.  Dengan Firman yang hidup kita telah melihat kemuliaanNya dan mendapat keselamatan ketika telah mencicipi Firman Allah, dagingNya, dan roti yang turun dari sorga. Dan dengan cara ini dia yang telah mencapai puncak kesempurnaan dan ucapan akan senang dengan Firman Allah dalam segala Indra-nya.

kepada mereka yang dilahirkan kembali dari benih yang tidak dapat binasa, dia membuat susu tanpa polos; sementara bagi mereka yang lemah dalam rasa hormat dia menawarkan dirinya seperti penyembuhan herbal dalam ramah dan keramahan yang ramah Rasul Paulus mengatakan indra/batin (Nous) ini harus di latih untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat. Di katakana jika matamu terang maka teranglah seluruh tubuhmu demikian sebaliknya jika matamu gelap maka gelaplah seluruh tubuhmu.

Aroma yang di cium oleh para gadis dari mempelai laki-laki merupakan aroma Ilahi yang di sebut manusia interior. Manusia adalah bau yang baik bagi Kristus, kehidupan ke kehidupan, tetapi kepada orang lain bau kematian kepada Kematian. Aroma bau wangi salep Kristus ini terpancar ketika Dia mati dan bangkit naik ke surga. Bagi seorang bisnis mengatakan mengatakan bahwa ada medikamen tertentu pada bau yang beberapa hewan mati seketika; sedangkan yang lainnya dengan bau yang sama segar dan diberi kehidupan. saleb merupakan obat luka begitu juga Yesus datang untuk memberi salep bagi manusia yang terluka (berdosa), sekaligus Dia yang menjadi salep tersebut.

            Efek dari bau ini dari Kidung Agung dari kematian sampai mati-dari kematian ketidakpercayaan, yaitu untuk mengatakan, sampai kematian penghakiman Tetapi bagi mereka yang mengikuti terkemuka mereka halus rohani dan merasakan bahwa ada kebenaran yang lebih besar ini adalah cara memahami kebenaran yang menuntun pada Allah. Dan di katakana lagi: barang siapa yang memiliki telinga hendaklah ia mendengar! Mendengar ini maksudnya adalah mendengar Firman Kristus, Karena oleh kejahatan ini perselisihan dan membual tidak hanya penglihatan batin dibutakan, tetapi indera penciuman juga tertutup dan kekuatan pendengaran berhenti, ada yang baik alasan untuk ketidakmampuannya baik untuk mendengar dan melihat hal-hal rohani, atau untuk memahami bau Kristus yang gadis cium dengan indera penciuman Sehat dan kuat, dirasakan, yang sekarang berjalan setelah dia ke arah bau salep-nya dan, ketika mereka berlari, dikuatkan oleh bau manisnya.

            Jika Dia tidak mengosongkan salep/diriNya yaitu kepenuhan Roh ilahi dan merendahkan diriNya bahkan bentuk hamba, tidak ada seorangpun yang dapat menerima Dia dalam kepenuhan Ketuhanan.

Aplikasi:

Dari pembahasan di atas, setelah saya pelajari baik-baik sangatlah menarik. Secara personal bahwasanya bagian ini berbicara kedekatan hubungan Gereja dengan Kristus. Namun menyadarkan saya bagaimana hubungan saya dengan Kristus karena saya adalah bagian dari Gereja itu sendiri. Dimana mempelai perempuan itu sangat menantikan sang Kristus. Lalu saya aplikasikan dalam diri saya bahwa selama ini hubungan dengan Kristus tidak begitu intim, bukan seperti mempelai perempuan tersebut. Dari sini saya belajar untuk memperbaiki keintiman saya dengan Kristus karena di dalam Kristus ada kepenuhan. Saya akan menariknya dan membawa ke dalam Nous saya sehingga saya di sempurnakan melalui Diaa dan saya terus di perbaharui olehnya sehingga sampai pada Theosis.

Aplikasinya, marilah kita terus menantikan Kristus sama seperti yang di lakukan oleh mempelai perempuan itu dan hendaklah ketika kita mendengar FirmanNya maka kita menariknya kedalam Nous kita karena di dalam Dia ada keselamatan. Kristus telah mati magi kita dan menyebarkan keharumannya dan mari kita berlari-lari dengan semangat dan kerjakan bagian kita untuk memperoleh mahkota seperti yang di katakan oleh Rasul Paulus. Amin

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai